Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kebakaran Belasan Rumah di Pangkalan Bun Diwarnai Isak Tangis Korban

InfoPBUNverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
(Baju hijau) Witri menangis melihat rumahnya tak lagi utuh. Beruntung dia bersama anaknya berusia 6 bulan berhasil selamat pada saat detik-detik awal kebakaran. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN
zoom-in-whitePerbesar
(Baju hijau) Witri menangis melihat rumahnya tak lagi utuh. Beruntung dia bersama anaknya berusia 6 bulan berhasil selamat pada saat detik-detik awal kebakaran. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Witri, Warga Gang Pepuyu Rt 7 Jalan Berunai Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, hanya bisa pasrah melihat rumah yang ditinggalinya bersama anak dan suami selama ini ludes dilalap si jago merah.

Tangisnya pecah setelah melihat isi rumahnya tak lagi utuh. Sembari mengelap air matanya, ia memungut sejumlah barang yang masih tersisa di antara puing-puing reruntuhan sisa kebakaran.

Meski begitu, Witri masih bisa bernapas sedikit lega. Dia berhasil menyelamatkan diri bersama anak yang berusia 6 bulan saat peristiwa itu terjadi. Sebab suaminya kala itu sedang tidak berada di rumah.

Kepada InfoPBUN, Witri mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut berasal dari barakan yang ada di belakang rumahnya. Ketika dia membuka jendela nampak api sudah membubung tinggi.

"Dari barakan itu keluar api dari jendela. Pas ku membuka pintu api sudah tinggi, melihat kebakaran itu langsung lari bawa anak saya sambil teriak kebakaran-kebakaran, mereka yang (ngumpul) di situ baru berlarian semua, kalo gak mereka gak tahu," kata dia, Minggu (14/8/2022).

Warga Kelurahan Baru Andai tertunduk lesu melihat puing-puing reruntuhan rumahnya. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN

Lantaran panik dia tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang berharga dan hanya membawa baju satu keranjang dan baju yang saat itu ia kenakan.

"Sempat membawa baju satu keranjang sama yang dipakai sekarang. Baju anak, baju suami terbakar semua, sama kayak barang lain," ucap Witri.

Selain Witri, nampak pula korban yang lainnya, Andai. Pria yang berprofesi sebagai tukang pijat ini tertunduk lesu melihat barang-barang di rumahnya telah menjadi arang.

Perabotannya tidak ada yang tersisa. Ia hanya mengambil 4 bilah parang yang gagangnya tak lagi utuh di sela tumpukan puing yang sudah padam.

"Pas kebakaran saya lagi mijat orang. Baru dapat kabar saya langsung ke sini. Ini rumah saya," tutur Andai.