Komisi VII DPR RI Dorong Pembentukan Ekosistem Industri Baterai Listrik

Konten Media Partner
7 Desember 2022 18:21
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kalimantan Tengah Mukhtarudin. Foto: IST/InfoPBUN
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kalimantan Tengah Mukhtarudin. Foto: IST/InfoPBUN
ADVERTISEMENT
InfoPBUN, JAKARTA - Komisi VII DPR RI mendorong Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mempercepat pembentukan ekosistem industri baterai serta kendaraan listrik yang kompetitif melalui berbagai terobosan kebijakan-kebijakan dan sinergi dengan Kementerian lain yang terkait.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR bersama Menteri Perindustrian di Gedung Nusantara I Parlemen Senayan Jakarta, Rabu, (7/12/2022).
Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengatakan bahwa kebijakan percepatan kendaraan listrik dan industri baterai sangat penting, agar target produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada tahun 2035 mampu memproduksi satu juta mobil listrik.
"Nah ini tentu target 1 juta mobil ini bisa mengurangi 12,5 juta bahan bakar serta mengurangi 4,6 juta CO2 kita," beber Mukhtarudin saat dihubungi Wartawan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Mukhtarudin mengaku pemerintah memiliki target yang cukup tinggi untuk memproduksi kendaraan listrik di tanah air.
"Kita tentu berharap pada 2025 Indonesia bisa memproduksi 2 juta unit sepeda motor listrik," tandas Mukhtarudin.
ADVERTISEMENT
Dalam Raker tersebut, Komisi VII DPR RI juga mendorong Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk dapat memastikan pelaksanaan serapan sisa anggaran tahun anggaran 2022 secara efektif dan tepat waktu khususnya untuk kegiatan yang bermanfaat langsung untuk masyarakat.
Selain itu, Komisi VII DPR RI mendorong Menperin Agus menyiapkan aksi mitigasi dalam menghadapi ancaman Resesi Global tahun 2023 mendatang, khususnya terkait menurunnya permintaan produk industri yang dapat berdampak pada pemutusan tenaga kerja.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020