Kumparan Logo
Konten Media Partner

Legislator Kobar Soroti Maraknya Kasus Kekerasan Anak Sepanjang Tahun 2021

InfoPBUNverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi A DPRD Kotawaringin Barat, Rizky Aditya Putra. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi A DPRD Kotawaringin Barat, Rizky Aditya Putra. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Ketua Komisi A DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Rizky Aditya Putra, menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama satu tahun terakhir di Kobar.

Ia meminta hal ini menjadi perhatian semua pihak. Tidak hanya masyarakat, tetapi juga pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi ke depannya. Terlebih, Kobar berstatus kabupaten layak anak.

"Ini perlu menjadi perhatian kita bersama supaya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa ditekan. Keluarga dan lingkungan harus proaktif berperan melakukan pengawasan," kata dia, Sabtu (18/12/2021).

Menurutnya, anak dan perempuan rentan menjadi korban tindak kekerasan, sehingga upaya pencegahan menjadi sebuah keharusan, baik secara internal maupun eksternal.

"Yang pertama tentu meningkatkan kewaspadaan. Kemudian menjaga komunikasi dan keharmonisan di dalam keluarga, rekan dan lingkungan tempat tinggal," sambung Rizky.

Politisi Fraksi Gerindra itu juga menilai pemerintah daerah perlu menggalakan kembali program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di masyarakat.

"Sosialisasi tentang pencegahan kekerasan fisik maupun seksual terhadap anak dan perempuan perlu disebarluaskan kepada masyarakat. Sosialisasi bisa di sekolah, desa atau tiap-tiap kecamatan," jelas Legislator DPRD Kobar.

Ditegaskan Rizky, perlu ada upaya penanganan dan pendampingan dari stakeholder terkait kepada mereka yang menjadi korban kekerasan agar kejiwaannya tidak terganggu.

"Rata-rata yang menjadi korban pasti mengalami traumatis. Perlu ada pendampingan untuk menguatkan kembali mental maupun fisik mereka (korban)"

"Dan juga saya ingatkan jangan sampai ada bully di media sosial maupun di masyarakat khususnya kepada korban, karena ini juga bisa membahayakan," pungkasnya.