Kumparan Logo
Konten Media Partner

Mengais Rejeki Karena Banjir di Jalan Bukit Rawi, Pulang Pisau, Kalteng

InfoPBUNverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para penyedia jasa angkutan air saat menaikan kendaraan roda dua untuk menyebrangi banjir di Bukit Rawi, Kalteng, Kamis(7/5).
zoom-in-whitePerbesar
Para penyedia jasa angkutan air saat menaikan kendaraan roda dua untuk menyebrangi banjir di Bukit Rawi, Kalteng, Kamis(7/5).

Banjir di Jalan Trans Kalimantan tepatnya di Jalan Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah bukan hal baru. Setiap ada hujan lebat dan sungai Kahayan meluap, lokasi yang sedang dikerjakan proyek jembatan layang multi years tersebut mendatangkan banjir yang airnya bisa lebih dari 50cm.

Fenomena banjir musiman tersebut memang selalu menjadi masalah bagi para pengguna jalan dari Gunung Mas dan beberapa daerah Barito menuju Kota Palangka Raya atau sebaliknya. Jika menggunakan roda empat atau lebih bisa menerobos, tetapi untuk kendaraan roda dua nyalinya harus dikurung jika tidak mau menimbulkan masalah bagi pengendara dan kerusakan motornya.

Kesulitan melintasi jalan yang tergenang banjir tersebut menjadi peluang bagi masyarakat setempat yang memiliki perahu motor. Mereka melayani jasa angkutan air, baik untuk sepeda motor maupun pengendaranya.

"Kondisi seperti ini sudah lama mas. Kalau ada banjir seperti ini sudah kami. Saya sendiri sudah 4 tahun lebih kerjanya bantu menyeberangi sepeda motor dan pengendara setiap kali ada banjir," ujar Junaidi (35) saat dibincangi awak media, Kamis (7/5).

Menurut Junaidi, membantu menyeberangi sepeda motor dan pengendaranya sejauh kurang lebih 8 Km membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Biaya jasa yang diterima Rp 50 ribu.

"Sekali berangkat biasanya angkut 5 sepeda motor dan penumpangnya. Tergantung ukuran perahu. Sehari bisa mendapat sekitar Rp 300 ribu. Kami biasa dari jam 07.00WIB sampai pukul 19.00WIB. Ada yang sampai 24 jam penuh," terangnya.

Pantauan awak media sejak pagi hingga siang hari di lokasi banjir tampak belasan hingga puluhan perahu mengantri sambil menunggu para pengguna jalan yang mau menyeberang. Tidak hanya itu, tampak pula para penjual bakso dan juga pedagang makanan ringan lainnya yang berjualan disekitar lokasi banjir.

Aktivitas membantu penyebrangan sepeda motor ini mungkin akan berakhir beberapa hari kedepan jika tidak turun hujan dan sungai Kahayan tidak meluap.

Sementara itu berkaitan dengan progres proyek jembatan layang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalteng, Salahudin saat meninjau mengatakan saat ini sudah rampung 800 meter. Sisanya 2,1 meter masih sedang di kerjakan.

Proyek yang bersumber dari APBN sebanyak 221 miliar rupiah tersebut merupakan proyek multi years yang akan diselesaikan beberapa waktu mendatang.