Kumparan Logo
Konten Media Partner

Menuju Desa Wisata, Desa Pasir Panjang Bangun Jembatan dari Kayu Ulin

InfoPBUNverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan wisata yang ada di Desa Pasir Panjang, Kotawaringin Barat/InfoPBUN/foto: IST
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan wisata yang ada di Desa Pasir Panjang, Kotawaringin Barat/InfoPBUN/foto: IST

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Di awal tahun 2000-an di dekat Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah masih banyak tempat wisata sungai dengan ciri khas air sungai berwarna hitam kemerah-merahan.

Namun kini hanya tinggal beberapa anak sungai yang memiliki ciri khas tersebut, salah satunya yang masih bertahan yakni tempat Pemandian Umum (PU) Tepian Bak, Desa Pasir Panjang.

Hampir mayoritas Warga Pangkalan Bun pernah menjajal tempat wisata gratis yang satu ini. Sebab, pengunjung hanya dibebankan biaya parkir untuk merasakan sensasi segar saat mandi di lokasi tersebut. Pengunjung bisa mandi sepuasnya tanpa ada batasan waktu.

Meski tidak bisa berenang, pengunjung tidak perlu khawatir karena di lokasi ini juga terdapat penyewaan pelampung dari karet ban.

Harga sewa pelampung bervariasi. Untuk pelampung karet ban besar dihargai 10 ribu rupiah, sedangkan sewa pelampung karet ban ukuran sedang dan kecil cukup 5 ribu rupiah.

Kepala Desa Pasir Panjang, Tamel mengungkapkan pemerintah desa berupaya agar destinasi wisata alam di desanya dapat terkelola dengan baik.

Pemerintah desa bersama dengan warga setempat kini telah membangunan jembatan titian di dekat lokasi pemandian.

Air yang berwarna hitam kemerah-merahan menjadi daya tarik pengunjung/InfoPBUN/foto: IST

"Bisa kita lihat saat ini pembangunan jembatan titian 90 persen sudah kelar. Itu menggunakan dana desa dengan anggaran Rp 100.700.000. Setiap hari saya selalu memantau kesana," ujar Tamel.

Untuk memastikan kualitas air sungai tidak berubah. Pihaknya sengaja tidak melakukan pengerukan dan hanya melakukan pembersihan di sekitar lokasi.

"Kita berupaya menjaga kualitas air jangan sampai berubah. Ini merupakan ciri khas yang harus kita pertahankan," sambung Kades Pasir Panjang.

Dalam melakukan pengembangan destinasi wisata ini, dilakukan secara bertahap karena terbatasnya anggaran.

"Kita mengembangkannya sedikit demi sedikit. Kalo ini sudah jadi saya yakin akan membawa dampak positif bagi masyarakat kami," imbuh Kades.

Bahkan rencananya, kedepan pemerintah desa bakal mengkoneksikan wisata alam ini dengan sejumlah wisata lain termasuk wisata hutan, wisata kuliner dan wisata pertanian.

"Ada pihak ketiga yang rencana mau kerja sama. Masih kita pertimbangkan dengan BPD, Bumdes dan warga dulu," tandasnya.