Kumparan Logo
Konten Media Partner

Orangutan Jantan Dewasa Dievakuasi Dari Kebun Warga Kotim

InfoPBUNverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orangutan jantan dewasa berbobot 90 kilogram yang dilepasliarkan di SM Lamandau. (Foto: BKSDA Kalteng)
zoom-in-whitePerbesar
Orangutan jantan dewasa berbobot 90 kilogram yang dilepasliarkan di SM Lamandau. (Foto: BKSDA Kalteng)

InfoPBUN, KOTAWARINGIN TIMUR - Tim Wildlife Rescue Unit Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama OF-UK melakukan rescue terhadap Orangutan jantan dewasa di kebun warga Gang Garuda, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (29/8).

Kepala SKW II BKSDA Kalteng Dendi Sutiadi menuturkan, Orangutan jantan dewasa dengan usia sekitar 25 tahun tersebut dua bulan lalu terlihat oleh warga sekitar di perkebunan nanas, karet, kalapa sawit dan semak belukar di Gang Garuda, Desa Bagendang Hilir.

"Orangutan terpantai kurang lebih 2 bulan atas nama Bapak Tri yang melaporkan ke Manggala Agni dan kemudian dilanjutkan informasi tersebut kepada Tim Rescue yang berada di Pangkalan Bun," ujar Dendi, Sabtu (31/8).

Dendi meneruskan, menindaklanjuti informasi tersebut Tim Rescue diarahkan melakukan kegiatan bersama OF-UK Tim WRU berangkat pukul 17.00 WIB dari Pangkalan Bun dan sampai di lokasi pukul 23.00 WIB, Rabu (28/8).

"Selanjutnya Tim melakukan rescue hingga pukul 01.00 WIB setelah selesai melakukan kegiatan rescue dan pemeriksaan kesehatan Tim langsung kembali ke Sampit dan beristirahat di Sampit pukul 03.00 WIB," tuturnya.

Tim Rescue BKSDA dan OF-UK persiapan membius Orangutan. (Foto: BKSDA Kalteng)

Keseokan harinya, lanjut Dendi, Jumat (30/8) sekitar pukul 09.00 WIB Tim kembali ke Pangkalan Nun dan tiba pukul 14.00 WIB. Orangutan tersebut berada di kandang transit SKW II BKSDA Kalteng.

"Hari ini sekitar pukul 14.00 WIB Orangutan berbobot 90 kilogram sudah dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa (SM) Lamandau bersama mitra OF-UK," pungkasnya. (Joko Hardyono)