Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pangkoopasau II Kunker ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun

InfoPBUNverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jajaran TNI AU Lanud Iskandar Pangkalan Bun menyambut ke datangan Pangkoopasau II (Foto: Joko Hardyono)
zoom-in-whitePerbesar
Jajaran TNI AU Lanud Iskandar Pangkalan Bun menyambut ke datangan Pangkoopasau II (Foto: Joko Hardyono)

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopasau) II Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, kunjungan kerja ke Pangkalan Udara (Lanud) Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (27/2).

Kedatangan bintang dua TNI Angkatan Udara (AU) beserta rombongan pada pukul 07.40 WIB menggunakan pesawat boeing 737-200 disambut oleh Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun Letkol Pnb Ade Fitra beserta pejabat TNI-Polri, serta Pemkab Kobar di ruang VIP Bandara Lanud Iskandar Pangkalan Bun.

Henri menyampaikan, tujuan kunker ke Lanud Iskandar ingin mengetahui potensi yang berada di Lanud Iskandar Pangkalan Bun yang bisa dikembangkan, bahkan bisa bekerjasama dengan Pemkab Kobar. "Kedatangan kami untuk mengetahui potensi yang bisa dikembangkan di Lanud Iskandar, termasuk kerjasama dengan Pemkab Kobar," ujar Henri, Rabu (27/2) kepada awak media.

Menurutnya, terkait kenaikan status tipe Lanud Iskandar sementara ini belum ada rencana meningkatkan menjadi tipe yang lebih tinggi bahkan tip skuadron pesawat tempur yang berpangkalan di Lanud Iskandar Pangkalan Bun.

"Mungkin Lanud Iskandar bisa dijadikan pangkalan penanggulangan karhutla. Karena beberapa waktu lalu kita lihat lokasi Lanud Iskandar menjadi tumpuan yang paling bagus untuk pangkalan pesawat penanggulangan karhutla," tandasnya.

Dijelaskannya, bahwa pada akhir tahun 2019 ini, rencananya TNI AU akan mendatangkan 6 unit pesawat khusus pembom api jenis Albatros CL 415. "Kemungkinan bisa dijadikan home base sementara untuk pesawat yanv memiliki kemampuan mendarat di air dan daratan untuk mengambil air dalam rangka pemadaman karhutla," pungkasnya. (Joko Hardyono)