kumparan
search-gray
News2 November 2019 23:04

Rakhman: Lebih Bijak Urus Infrastruktur Daripada Celana Cingkrang

Konten Redaksi Infopbun
Rakhman: Lebih Bijak Urus Infrastruktur Daripada Celana Cingkrang (880963)
Wakil Ketua Komite III DPD RI Dapil Kalteng H. Muhammad Rakhman
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi terkait pakaian celana cingkrang dan cadar pada ASN kini menuai kontroversi karena khawatir dikaitkan dengan isu radikalisme.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Komite III DPD RI H. Muhammad Rakhman yang membidangi urusan agama dan Kementerian Agama salah 1 mitra kerjanya, menyampaikan bahwa masih banyak hal yang lebih penting bisa dikerjakan oleh Menteri Agama yang baru.
"Banyak kebijakan yang bisa beliau lakukan dan mungkin memperbaiki pekerjaan menteri sebelumnya, daripada membicarakan masalah cadar dan celana cingkrang. Khawatir nanti muncul anggapan dimasyarakat umum bahwa cadar dan celana cingkrang ada hubungan dengan radikalisme yang sering disebut sebut saudara menteri agama," ujar Rakhman, Sabtu (2/11) kepada InfoPBUN.
Terkait urusan radikalisme, lanjut Rakhman, Menteri Agama tidak perlu jauh menghubungkan ideologi dengan corak pakaian seseorang. Lebih baik menteri agama mulai mencegah faham radikalisme ini masuk kepada generasi anak bangsa, mungkin dengan memperbaiki infrastruktur lembaga pendidikan atau memberikan honor kepada guru-pendidik agama.
ADVERTISEMENT
"Kenapa ini perlu diperbaiki, karena hal ini bersentuhan langsung dengan para generasi anak bangsa sehingga faham radikalisme bisa kita tangkal sejak dini. Dengan baiknya fasilitas pendidikan dan kesejahteraan pengajar agama saya yakin akan memunculkan anak bangsa yang berkualitas," kata Rakhman
"Mari kita lihat banyak Madrasah, banyak sekolah teologi, lembaga pendidikan agama yang saat ini sudah tidak layak diberbagai daerah di Indonesia yang perlu diperhatikan oleh kementerian agama," tambahnya.
Yang lain menurut Rakhman, yang lebih penting daripada urusan cadar dan celana cingkrang yakni persiapan melaksanakan ibadah haji, mulai dari sekarang mulai bersiap, siapa tahu Pemerintah Indonesia mendapatkan tambahan kuota haji lagi.
"Misalnya sudah memperhitungkan dari sekarang option A option B, dengan kesiapan keuangan kita di Badan Pengelola Keuangan Haji, sehingga harapan kita kalau ini bisa ditindaklanjuti dengan baik, antrian semakin berkurang," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Rakhman juga meminta Menteri Agama bijak dalam memunculkan pernyataan yang substansi, masih banyak yang bisa dilakukan oleh Kementerian Agama bisa contoh memberikan bantuan bangunan-bangun rumah ibadah masjid, gereja, pura, vihara, itu untuk memberikan legitimasi dan mengangkat derajat beragama dengan menunjukkan perbaikan rumah ibadah merupakan tugas penting dilakukan oleh Kementerian Agama.
"Baiknya Menteri Agama yang dititipkan pesan terhadap terkait penugasan beliau tentang masalah gejolak bangsa yang akhir-akhir mendera. Tapi masih banyak hal yang lebih penting daripada itu, ini menjadi kontroversi di masyarakat, karena ini sangat bersinggungan dengan urusan agama khususnya agama Islam," tandasnya.
"Kita khawatir ini menjadi kegaduhan baru masyarakat bawah sehingga menjadi hal yang tidak bagus untuk Pemerintahan. Dalam waktu dekat akan mengajak pimpinan lain dari komite tiga untuk memanggil segera Kementerian Agama dan mendengarkan klarifikasinya dan kita sampaikan kepada konstituen kita kepala daerah di seluruh Indonesia," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white