Ritual Adat dan Budaya Beberi Laut Masyarakat Pesisir
Filosofi Beberi Laut sendiri sebagai bentuk meminta doa keselamatan kepada yang maha kuasa dan juga untuk melestarikan budaya yang telah lama tumbuh di masyarakat pesisir.

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT- Prosesi upacara adat Beberi Laut di Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah masih terus dijalankan hingga saat ini oleh para penerus untuk melestarikan budaya.
Filosofi Beberi Laut sendiri sebagai bentuk meminta doa keselamatan kepada yang maha kuasa dan juga untuk melestarikan budaya yang telah lama tumbuh di masyarakat pesisir. Juga sebaga ucapan syukur atas hasil laut, yang telah memberi mereka ikan dan lain-lain, juga meminta agar terhidar dari bencana dilaut.
Ada 4 miniatur yang terdiri dari perahu, balai dan keranjang tadi diadakan ritual adat pada malam hari, ritual adat tersebut hanya dilakukan oleh para penerus terdahulu. Proses ritual tersebut diiringi musik betirik, para tetua adat mengundang para penunggu laut yang menyebabkan beberapa warga kerasukan. Ada yang kerasukan seperti monyet, buaya, dan penyu. Acara akan segera selesai apabila warga yang kerasukan tersebut sudah sadar diri.
Acara Beberi Laut sendiri selalu diadakan pada bulan Oktober setiap tahunnya dan tidak pernah lewat dari bulan tersebut. Selanjutnya dengan membawa 4 miniatur tadi sebagai tempat persembahan yang diisi 7 macam kue tradisional, satu ekor ayam kampung dan miniatur perahu diisi kue 7 macam tadi dihanyutkan kelaut, dimana sebelum melakukan ritual dipantai masyarakat diminta berdoa bersama. Selanjutnya balai dan keranjang tersebut dibawa ke 4 penjuru titik.
Setiap tahunnya pada bulan Oktober masyakat pesisir selalu mengadakan ritual tersebut, hal tersebut dilakukan agar hal semacam ini bisa menjadi warisan dan cerita bahwa ada hal-hal yang tidak bisa cerna oleh akal dan fikiran yang wajib kita hormati keberadaanya.
