Sensasi 'Camping' di Taman Wisata Alam Tanjung Keluang, Kalteng

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Berbicara soal keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang yang ada di Kotawaringin Barat memang tidak ada habisnya. Kali ini kami akan mengajak anda untuk menikmati pemandangan alam di TWA Tanjung Keluang.
Tim kami kali ini akan menginap di Tanjung Keluang. Wah, pasti seru nih. Dengan luas 2.000 hektare, kawasan ini menjadi kawasan favorit warga Kotawaringin Barat saat liburan ke pantai.
Kami berangkat dari dermaga Pantai Kubu pukul 15.00 WIB, Sabtu (3/8). Sore itu ombak cukup besar, kekurangan penyebrangan di sini adalah tidak adanya jaket pelampung, agak sedikit khawatir untuk teman-teman yang tidak bisa berenang.
Sekitar 30 menit dihantam ombak, sampailah kami di dermaga Tanjung Keluang. Luar biasa kami disambut sunset yang begitu mempwsona. Rasanya tidak ingin segera berakhir pemandangan indah ini, berswafoto dengan background sunset tentu saja menjadi sebuah momen tersendiri.
Pepohonan yang tinggi dan rimbun membuat lokasi camping cukup asri dan rimbun, 80 persen pohon cemara lautlah yang ada di sini. Kami bersiap-siap mendirikan tenda masing-masing. Di sini, jangan khawatir fasilitasnya lengkap kok, ada mushola, toilet, dan ruang informasi. Jadi ketika anda bsewaktu-waktu ke sini tidak perlu khawatir, hanya saja penerangan tidak ada, hanya menggunakan mesin genset, yang kalo semua sudah tidur akan dimatikan.
Bermalam di sini kita harus tetap menjaga attitude dan hal lainnya, pada intinya kembali kepada niat masing-masing. Jika kita datang untuk hal yang baik, kemungkinan kita akan 'diganggu' sampai acara camping kita selesai.
Saat malam tiba, yang paling ditunggu adalah api unggun. Ternyata tidak mudah menghidupkan api unggun karena tidak diperbolehkan menggunakan minyak tanah, jadi harus usaha menghidupkan api dengan ranting-ranting dan daun yang ada di sekitarnya.
Sambil main gitar dan membakar jagung rasanya tak ingin segera berakhir malam ini. Kegiatan kami malam ini tak berhenti sampai di sini, kami diajak tracking, memang sedikit menguji nyali melakukan tracking pada malam hari. Jika beruntung kami akan menemukan penyu, ular laut, dan lainnya, tapi sepertinya kami tidak beruntung. Tidak mengapa, kami hanya bertemu dengan kepiting angin yang berlari cukup kencang.
Perjalanan kami tidak hanya sampai di sini, sepertinya kurang puas jika tidak menyusuri laut pada malam hari. Berhubung bukan malam bulan purnama, kami akan berburu cahaya laut alias Plankton.
Plankton adalah kumpulan beragam organisme yang hidup di perairan besar dan tidak dapat berenang melawan arus. Ia akan mengeluarkan cahaya jika tidak terkena cahaya bulan purnama, senter atau blitz kamera, dan ini adalah pemandangan yang menakjubkan.
Saat kembali ke tenda masing-masing, kami cukup takjub dengan apa yang sudah kami lewati malam ini, dan bersiap untuk menyambut sunrise besok hari. Pagi hari kami menikmati duduk di pinggir pantai menanti matahari terbit.
Agar bisa menikmati matahari terbit, bangunlah pada pukul 5 pagi. Di Tanjung Keluang, kita bisa olahraga volly pantai, ini lebih dari seru.
Bagaimana, tertarik untuk camping di Tanjung Keluang? Ayo Ke Kotawaringin Barat. Tanjung Keluang juga terkenal dengan tempat penangkaran penyu, tapi kami tidak beruntung kali ini, belum ada penyu yang menetas. (Fiyya)
