Terdapat 164 Kasus DBD di Kobar, Dinkes: Laporan Rumah Sakit 3 Orang Meninggal

Konten Media Partner
8 Juli 2022 17:08
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Petugas Puskesmas Mendawai dibantu relawan Huma Singgah Itah, Lurah Mendawai, TNI-Polri melakukan fogging di rumah-rumah warga. Foto: IST/InfoPBUN
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Puskesmas Mendawai dibantu relawan Huma Singgah Itah, Lurah Mendawai, TNI-Polri melakukan fogging di rumah-rumah warga. Foto: IST/InfoPBUN
ADVERTISEMENT
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Warga Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, diminta waspada. Pasalnya, hingga saat ini sebanyak 164 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Kobar selama kurun waktu lebih dari 6 bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, Jhonferi Sidabalok mengutarakan, dari total jumlah kasus yang disebutkan, mayoritas kasus terjadi di kota Pangkalan Bun.
"Catatan kami dari awal tahun sampai sekarang sudah ada 164 kasus. Itu yang paling banyak di Madurejo 83 kasus yang lainnya tersebar. Di puskesmas Arsel, Mendawai dan Natai Pelingkau. Yang banyak itu di Arsel, baru di Kumai 8 kasus," ungkapnya, Jum'at (8/7/2022).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Jhon menerangkan, penyakit DBD terbilang berbahaya apabila tidak ditangani dan diantisipasi secara serius, baik oleh pemerintah maupun masyarakat secara luas. Sebab penularan penyakit yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti ini dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.
"Dari kasus itu ada laporan dari rumah sakit 3 orang meninggal. Berbagai upaya sudah kami lakukan, setiap puskesmas sudah melakukan promosi tinggal mengajak masyarakat untuk menerapkan 3M plus, karena nyamuk ini sukanya hidup di air bersih tempat penampungan air," tutur Jhonferi.
ADVERTISEMENT
Dia melanjutkan upaya penanganan DBD kini telah melibatkan lintas sektor maupun relawan. Melalui gerakan bersama (Geber) pemberantasan sarang nyamuk (PSN), diharapkan penyebaran DBD dapat ditekan.
"Jadi penanganan terbaik untuk menghentikan demam berdarah adalah gerakan bersama masyarakat untuk gotong royong pemberantasan sarang nyamuk yang teratur membersihkan lingkungan secara rutin," tukas Kabid P2P Dinkes Kobar ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020