Kumparan Logo
Konten Media Partner

Terekam Kamera, Oknum Guru SMK di Pangkalan Bun Tampar Siswa di Sekolah

InfoPBUNverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dari rekaman video berdurasi 14 detik itu nampak seorang oknum guru SMK menampar wajah siswanya. Foto: IST/InfoPBUN
zoom-in-whitePerbesar
Dari rekaman video berdurasi 14 detik itu nampak seorang oknum guru SMK menampar wajah siswanya. Foto: IST/InfoPBUN

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Aksi kekerasan terjadi di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Seorang oknum guru kedapatan menampar wajah siswanya di sekolah.

Peristiwa ini sempat terekam oleh kamera ponsel. Dari rekaman video yang berdurasi 14 detik itu, nampak sejumlah siswa laki-laki dijejer di depan kelas, kemudian salah satu oknum guru tiba-tiba menampar dengan cukup keras.

Belum diketahui penyebab kasus pemukulan ini. Namun narasumber menyebutkan jika kasus kekerasan ini sudah berulang kali terjadi akibat persoalan yang sepele.

"Itu yang menampar guru SMK sekolah tersebut, tidak hanya sekali dua kali telah terjadi kekerasan. Kebetulan ini sempat kerekam buat barang bukti. Kadang masalah tugas gak selesai tangan guru sempat melayang ke arah anggota tubuh murid. Nama guru Pak M, dia ngajar mata pelajaran kejuruan listrik," ungkap sumber, Kamis (2/6/2022).

Sementara itu, kepala sekolah salah satu SMK di Pangkalan Bun menerangkan bahwa dirinya mengaku tidak mengetahui adanya kekerasan tersebut. Ia menyatakan bahwa kekerasan itu merupakan kekhilafan oknum guru.

"Maaf saya belum tahu. Jika intruksi dari saya guru tidak boleh memukul, mungkin gurunya khilaf, karena tindakan seperti itu tidak populer," terang kepala sekolah.

Menindaklanjuti kekerasan ini, Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditia Dhani menegaskan akan memanggil oknum guru yang melakukan pemukulan terhadap siswanya.

"Kita akan panggil gurunya," ucap Rendra.