Waspada! Pakaian Dalam Wanita Jadi Incaran Maling di Pangkalan Bun

Konten Media Partner
21 November 2022 6:10
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pencurian celana dalam. Foto: IST/InfoPBUN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pencurian celana dalam. Foto: IST/InfoPBUN
ADVERTISEMENT
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Seorang wanita muda di Gang Itik 2 Kelurahan Sidorejo Pangkalan Bun mengaku telah menjadi korban pencurian tak biasa. Pakaian dalam miliknya digondol maling pada Sabtu (19/11/2022), sekitar pukul 12.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Wanita yang minta identitasnya dirahasiakan ini menceritakan peristiwa tersebut terjadi saat dia tengah mengangkat pakaian yang dijemur di luar rumah. Ketika itu, dia melihat seorang pria berusia sekitar 35 tahun tengah memainkan alat kelaminnya di balik pohon pisang yang tak jauh lokasinya tak jauh dari tiang jemuran.
"Siang itu aku mau angkat jemuran, tapi gak semua karena belum kering. Pas mau balik masuk eh aku liat di ekor mata sekilas di balik pohon pisang ada bapak-bapak dia lagi mainin "itunya" dan menghadapnya itu gak yang balik badan gitu. Kayak memang mau dilihat. Ya udah buru-buru masuk aku kan," ucap wanita lajang ini.
Karena penasaran dengan kejadian yang dilihatnya, wanita ini lalu mengintip dari dalam rumah tetapi pria itu tidak terlihat. Sesaat setelah berbalik badan, dia mendengar suara langkah kaki dan melihat pria itu mengambil pakaian dalam yang masih basah.
ADVERTISEMENT
"Aku coba pastiin lagi kan. Aku liat lagi di balik jendela, tapi gak kelihatan dari jendela rumah ya sudah aku berpalingkan. Lah kok aku dengar ada suara langkah kaki mendekat. Astaga jemuran aku di maling min," tutur dia.
Melihat kejadian ini, dia repfleks berteriak dan berusaha mengejar pria tidak dikenal ini. Pelaku pun ikut mengambil langkah seribu sambil melempar celana dalam yang dibawanya. Pelaku lari ke arah ladang yang dipenuhi belukar.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Ga pake pikir panjang aku keluar. Aku teriakin kan. "Ngapain woy!". Dia kaget terus kabur, terus aku kejar sambil teriak "Maling-maling gak usah kaburr!". Nah sama dia jemuran yang diambil itu dilemparkan. Ya udah aku ambil balik dan gak ku lanjutin ngejarnya. Takut juga soalnya dia larinya ke ladang yang rumputnya tinggi-tinggi dan aku ngejar sendirian," beber wanita ini.
ADVERTISEMENT
Dia menjelaskan bahwa aksi eksibisionis yang dilakukan pelaku bukan kali ini saja. Sebelumnya juga dialami sang adik wanita ini. Namun pada aksi yang pertama, sang adik tidak berteriak atau mengejar pelaku. Bahkan, pelaku sempat memanggil sang adik agar melihat aksi yang diperagakan pria yang diduga memiliki kelainan seksual ini.
"Kejadian ini udah 2 kali terjadi min. Yang pertama itu ade ku yang nemuin pagi jam 07.00. Cuman pas itu ade aku ga menunjukan reaksi yang gimana-gimana gitu, teriak atau pun apa, karena buru-buru mau ada kegiatan di luar. Nah justru sama si bapak-bapak itu adikku kayak dipanggil-panggil "ssstt" seperti disuruh ngeliat dia yang lagi mainin "itunya"," imbuh sumber.
Setelah wanita ini bercerita kepada adiknya ternyata pelaku memiliki ciri-ciri yang sama yaitu mengenakan celana olahraga, badan berisi dan berkulit hitam.
ADVERTISEMENT
"Pas kami cocokin ternyata ciri-ciri yang kami lihat sama. Pake celana bola selutut, ga pake baju dan ga pake sendal. Umur sekitar 30-35 tahun, tinggi 165-170 an, kulit hitam agak berisi gemuk-gemuk," kata wanita ini.
Akibat kejadian ini, korban sempat mengalami trauma. Ia berharap pelaku segera ditangkap agar tidak ada lagi wanita yang mengalami kejadian seperti dirinya.
"Parah banget si ini min kek semua badan ku tu getar saking takutnya. Perlu nenangin diri dulu gitu 20 menitan habis ngalamin kejadian itu. Astaga. Ini meresahkan banget sih min. Ini termasuk pelecehan seksual ya kan," pungkas dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020