Konten dari Pengguna

Informatika Sosial : Membaca Realitas Digital Kita Lewat Kacamata Teknologi

Yahya Aliya

Yahya Aliya

Mahasiswa Magister Informatika FKI UMS Surakarta

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yahya Aliya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penerapan Informatika Sosial dalam memahami hubungan teknologi dan masyarakat di era digital.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penerapan Informatika Sosial dalam memahami hubungan teknologi dan masyarakat di era digital.

Informatika Sosial menjadi pendekatan yang sangat penting di era ketika hampir seluruh kehidupan manusia berkelindan dengan layar ponsel, membuat batas antara dunia nyata dan dunia digital semakin kabur. Kita tidak lagi sekadar "menggunakan" internet, melainkan "hidup" di dalamnya. Namun, di balik kemudahan aplikasi dan kecanggihan algoritma, pernahkah kita bertanya: bagaimana teknologi digital ini membentuk cara kita berpikir, berinteraksi, dan bermasyarakat?

Pertanyaan inilah yang menjadi inti dari kajian Informatika Sosial (seperti yang dipelajari pada ranah kajian MIF UMS Surakarta). Bidang ini hadir untuk mengingatkan kita bahwa teknologi informasi tidak pernah bebas nilai; ia selalu memiliki dampak sosial, budaya, dan etis terhadap masyarakat yang menggunakannya.

Menavigasi Etika dan Tantangan Era Informatika Sosial

Selama ini, teknologi kerap dipandang hanya sebagai urusan teknis: pemograman, basis data, atau infrastruktur jaringan. Padahal, ketika sebuah platform media sosial dirilis, platform tersebut langsung berinteraksi dengan struktur sosial masyarakat.

Algoritma rekomendasi di media sosial, misalnya, dirancang untuk memaksimalkan engagement. Namun, dampak sosialnya bisa memicu munculnya ruang bergema (echo chamber), memperuncing polarisasi, hingga menyebarkan disinformasi secara masif. Di sinilah Informatika Sosial mengambil peran: mengkaji bagaimana rancangan sistem digital memengaruhi dinamika psikologis dan sosial penggunanya.

Hadirnya Kecerdasan Buatan (AI) dan pengolahan data raksasa (big data) membawa tantangan baru dalam relasi manusia dan teknologi. Penambangan data (data scraping) dan analisis sentimen digital kini biasa digunakan untuk memetakan perilaku masyarakat, baik untuk kepentingan bisnis maupun politik.

Namun, tanpa landasan etika digital yang kuat, teknologi berpotensi mendegradasi nilai-nilai kemanusiaan. Isu privasi data, bias algoritma, hingga maraknya ujaran kebencian (hate speech) di ruang siber adalah bukti nyata bahwa penguasaan aspek teknis saja tidak cukup. Diperlukan pemahaman sosioteknis perspektif yang memadukan keahlian informatika dengan kepekaan ilmu sosial.

Menjadikan Teknologi Solusi Masalah Sosial

Perspektif Informatika Sosial yang dikembangkan di perguruan tinggi, seperti di UMS Surakarta, menawarkan jalan keluar yang inklusif. Pendekatan ini mendorong agar inovasi teknologi tidak hanya berpatokan pada efisiensi ekonomi atau kecanggihan fitur, tetapi juga pada dampaknya terhadap kesejahteraan sosial.

Teknologi harus dirancang untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat: meliterasi publik dari hoax, menyediakan akses informasi yang adil, serta menciptakan ruang digital yang aman dan ramah bagi semua golongan.

Penutup

Memahami teknologi dari sudut pandang sosial adalah kebutuhan mendesak di era digital saat ini. Melalui pemikiran Informatika Sosial, kita diajak untuk menjadi pengguna maupun pengembang teknologi yang lebih kritis dan bijak. Sebab pada akhirnya, tolok ukur kemajuan teknologi bukanlah seberapa canggih sistem yang kita ciptakan, melainkan seberapa besar manfaat keberadaannya dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan.

Referensi Jurnal yang Dirujuk:

1. Kling, R. (1999). What is Social Informatics and Why Does it Matter? D-Lib Magazine, 5(1).

Link : https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/PKn/article/view/27140

2. Khairina, H. W., Faza, R. K., Haris, M. Z., Kharisma, R., & Nayla, Y. (2022). Fenomena Echo Chamber di Media Sosial dan Dampaknya Terhadap Polarisasi Politik bagi Mahasiswa. Journal of Civics and Education Studies, 9(2), 121–130.