Pentingkah Nadzor bagi Calon Istri?

Mahasiswa Hukum Keluarga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari INGGIT LATHIFA SUKMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pentingnya nadzor bagi calon istri- Agar dalam pernikahan mendapatkan kebahagiaan dan keharmonisan, syari'at telah menganjurkan kepada kita untuk mengenal proses nadzor, yaitu melihat calon pasangan hidup yang bakal menemani kita sampai tutup usia nanti. Dengan nadzor ini, secara tidak langsung dapat melanggengkan hubungan karena keduanya bisa saling mengetahui, baik mengetahui secara fisik maupun nonfisik.
Seberapa penting nadzor bagi calon istri?
Apabila kita melihat calon istri menumbuhkan kecintaan, lalu syari'at menganjurkannya pada laki-laki, maka semestinya dibolehkan juga bagi wanita untuk melihat calon suaminya agar keduanya muncul rasa saling mencintai dan menyayangi. Rasulullah bersabda, “Wanita janda itu lebih berhak dirinya dari pada walinya, sedangkan wanita gadis dimintai izin pada dirinya, dan izinnya adalah diamnya”. Dari hadist ini, kita dapat mengetahui bahwa bagaimana mungkin wanita dimintai izin dari seseorang yang tidak ia ketahui, padahal dalam pernikahan dibangun dari saling mengetahui. Pihak laki-laki mengetahui kelebihan dan kekurangan calon wanita, begitupun sebaliknya. Dalam akad pernikahan bukan hanya satu pihak saja, melainkan kedua belah pihak ikut terlibat yang didampingi oleh walinya. Karena apabila walinya mengizinkan, tetapi wanitanya menolak, maka pernikahan itu tidak dibenarkan.
Umar bin Khatab berkata,”Janganlah kalian menikahkan anak wanita kalian dengan laki-laki yang buruk akan penampilannya, karena seorang wanita akan kagum pada laki-laki sebagaimana laki-laki kagum pada wanita”. Kita bisa mengetahui bahwa orang tua hendaknya mengenalkan calon suami kepada anaknya, walaupun ada beberapa wanita yang merasa cukup dengan mendengar informasi mengenai sifat dan karakter calon suaminya, hal ini memang dibenarkan oleh syari'at. Akan tetapi, hendaknya orang tua mempertemui keduanya, sehingga ketika sudah bertemu, barangkali muncul rasa kagum. Adapun untuk anggota badan yang boleh dilihat adalah yang tidak termasuk aurat bagi keduanya. Aurat laki-laki yaitu mulai dari pusar hingga lutut, sedangkan aurat wanita yaitu seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangannya.
Lalu, apa hikmah wanita yang dianjurkan melihat calon suaminya?
Dalam hal ini alangkah baiknya wanita untuk memaksakan dirinya melihat calon suaminya, karena kepentingannya mungkin lebih besar dari laki-laki. Sebab menurut Ibnu Abidin, “Sesungguhnya seorang wanita lebih dianjurkan untuk nadzor dari pada seorang laki-laki, karena seorang laki-laki bisa saja menceraikan wanitanya apabila ternyata terjadi ketidakcocokan di antara keduanya”. Anjuran wanita untuk melihat calon suaminya, yaitu agar terhindar dari rasa penyesalan serta agar dalam rumah tangga, terjalinnya rasa saling mencintai dan rasa saling menyayangi. Dengan demikian, sebelum kita menikah alangkah baiknya minimal kita mengetahui sifat dan karakternya. Karena menurut saya, walaupun cantik maupun bagus rupa seseorang, tidak bisa menjamin bahwasanya ia memiliki sifat dan karakter yang baik. Semoga Allah Swt melindungi kita.
