Sulap TPA Jadi Perpustakaan Keliling, Mahasiswa UB Bikin Anak Desa Gemar Baca

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inggit Nandia Ellentinna tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa FISIP UB menggelar perpustakaan keliling sebagai bagian dari program kerja KKN FBD (Kuliah Kerja Nyata FISIP Bakti Desa) di TPA Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur mulai hari Senin 9 Juli 2025. Program KKN FBD merupakan bagian pencapaian tridharma mahasiswa Universitas Brawijaya: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa Universitas Brawijaya Kelompok 45 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik telah melaksanakan beberapa program pengabdian masyarakat sepanjang bulan Juli.
Program perpustakaan keliling terwujud atas persetujuan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Romel Masykuri. Menurut beliau, program demikian memahami kondisi dan permasalahan nyata yang dialami anak-anak desa. Program yang didasari pemahaman tersebut dapat berdampak signifikan bagi desa.
“Di tengah dominasi gawai dalam kehidupan anak-anak, gerakan kecil seperti perpustakaan keliling justru memiliki dampak besar. Ini adalah bentuk ajakan kembali mencintai buku,” jelasnya.
Program-program KKN FBD Kelompok 45 berfokus utama pada literasi, pendidikan, serta kolaborasi dengan karang taruna setempat untuk menciptakan pemberdayaan berkelanjutan. Perpustakaan Keliling bertujuan memberikan anak-anak TPA Sumberbening dukungan keterampilan membaca dan menulis aksara latin melalui pendidikan informal. Program perpustakaan keliling dilaksanakan dilaksanakan di beberapa TPA Banjarjo, Krajan, dan Sumberwates pada sore hari, sepekan, dari tanggal 9 hingga 15 Juli 2025 selama KKN Kelompok 45 di Desa Sumberbening.
Dalam pelaksanaan Perpustakaan Keliling, mahasiswa menyerahkan karya buku resensi kepada anak-anak yang hadir di Perpustakaan Keliling untuk menulis ulasan buku yang telah mereka baca. Kunjungan-kunjungan berikutnya ke TPA menunjukkan bahwa anak-anak telah membaca dan mampu memahami serta merangkum isi buku pada buku resensi. Perpustakaan Keliling menyerahkan karya berupa buku bacaan yang dirumahkan ke balai desa usai akhir kunjungan mahasiswa. Peminjaman buku bacaan dari balai desa juga tercatat pada papan kehadiran.
Selama program, para mahasiswa membuka acara dengan membaca cerita yang beragam dan mengajak anak-anak untuk berinteraksi. Setelah itu, anak-anak diajak membaca buku-buku yang dibawa dengan bimbingan dari para mahasiswa. Semua ini bertujuan mendorong anak-anak agar gemar membaca sejak dini. Bapak Ghufron, seorang guru TPA, menyatakan bahwa program tersebut telah berkontribusi bagi pendidikan anak-anak desa melalui jalur informal.
“Anak-anak jadi punya kegiatan lain yang bermanfaat di luar jam sekolah,” ujarnya.
Selama kurun waktu KKN, mahasiswa juga menyerahkan karya dalam bidang lain. Selain buku resensi, buku bacaan, dan papan kehadiran dari program perpustakaan keliling; terdapat pula karya berupa: booklet profil desa dan pendidikan bahasa inggris; kode QR untuk membantu dagang; infografis cita-cita, percobaan sains, dan pengelolaan emosi anak; kliping prakarya; majalah dinding; papan penunjuk arah di persimpangan utama Desa Sumberbening; poster senam pagi, jenis kepemimpinan, dan edukasi gizi seimbang; tutorial pengeditan video; dan buku aturan pertandingan antar sekolah pada peringatan Hari Anak. Secara total, 18 karya telah diserahkan oleh kelompok 45. Karya demikian terwujud berkat kelompok kolaborator dari lembaga pendidikan formal dan informal, serta perangkat desa dan karang taruna.
