Konsisten, Proteksi Keluarga Mustahik IZI Jatim Hingga ke RS. Wiyung Surabaya

Official IZI News - Mitranya Kumparan
Tulisan dari Inisiatif Zakat Indonesia IZI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jawa Timur (31/3) Sebagaimana informasi terbaru bahwa Dinas Perhubungan Kota Surabaya memperketat 19 pintu masuk ke Kota Surabaya, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) perwakilan Jawa Timur makin gencar melakukan program proteksi keluarga mustahik.
Meningkatnya eskalasi usaha IZI Jatim ini sehubungan dengan merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Jawa Timur. Mengutip tabulasi www.covid19.go.id, kasus positif Covid-19 Jawa Timur mencapai 93 pasien. Di samping itu, banyak masyarakat kecil terdampak para pedagang yang mengandalkan pengunjung di pinggiran jalan.
"Biasanya, dalam seminggu berhasil menjual 100 buah degan. Sekarang, sudah 2 minggu belum ada 100 degan yang laku. Bahkan saya tanggung kerugian sebanyak 500 ribu rupiah," aku Saropah, penjual es degan kota Surabaya yang mengeluh kepada Tim IZI setelah penyaluran paket sembako kepadanya.
Di tempat terpisah, Tim IZI Jatim juga melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Wiyung, Surabaya. Beberapa tenaga medis yang berhasil Tim IZI temui mengaku bekerja melebihi kapasitasnya di balik keterbatasan alat pelindung diri yang ada.
"Di sini kami kesulitan untuk dapatkan masker. Jumlahnya terbatas dan kami prioritaskan untuk digunakan oleh dokter dan tim medis yang lebih sering berhubungan dengan pasien-pasien yang datang," jelas Dr. Herman salah satu tim medis di RS. Wiyung, Surabaya.
Pada kesempatan Selasa kemarin, Tim IZI menyalurkan bantuan berupa paket yang berisi beras, alat pelindung diri, dan handsanitizer. Sedangkan 100 masker bantuan dari para donatur IZI berhasil tersalurkan kepada tenaga medis di RS. Wiyung Surabaya.
Program Proteksi Keluarga Mustahik ini akan terus terlaksana oleh Inisiatif Zakat Indonesia selama pandemi ini berlangsung di seluruh Indonesia. (IZI Jatim/DH)
