Konten dari Pengguna

Saat Adik Piqi, Balita yang Harus Berjuang Sembuhkan Penyakit Tumor Mata Stadium 4

Inisiatif Zakat Indonesia IZI

Inisiatif Zakat Indonesia IZIverified-green

Official IZI News - Mitranya Kumparan

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inisiatif Zakat Indonesia IZI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat Adik Piqi, Balita yang Harus Berjuang Sembuhkan Penyakit Tumor Mata Stadium 4
zoom-in-whitePerbesar

Namanya Piqi Ananda, bocah berusia 3,5 tahun kelahiran Deli Serang Sumatera Utara harus terus bertahan menahan sakitnya Tumor pada Mata disebelah kirinya (Retinoblas).

Menurut Murniati (37) dan Pendi Japar (35) yang tak lain merupakan kedua orang tuanya Adik Piqi, sang buah hati mulai mengidap penyakit tersebut ketika berusia 1,5 tahun. Berawal dari titik merah pada bola matanya yang semakin hari semakin melebar dan terus alami pembusukan.

Saat Adik Piqi, Balita yang Harus Berjuang Sembuhkan Penyakit Tumor Mata Stadium 4 (1)
zoom-in-whitePerbesar

Awalnya Pendi dan Murniati tidak begitu mementingkan terhadap kondisi pada Adik Piqi, namun setelah coba dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Mata, buah hatinya divonis mengidap penyakit Retinoblas. Sayangnya dengan keterbatasan keadaan Ibu dan Bapanya yang hanya mampu hasilkan Rp 500.000 setiap bulannya dari jerih payah menarik becak, Adik Piqi hanya cukup ditangani dengan cara yang biasa saja (tradisional) walau akhirnya sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Kota Medan.

Setelahnya pihak RSUP menyarankan agar Adik Piqi bisa singgah di sebuah Rumah Singgah Pasien milik Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Utara.

Saat Adik Piqi, Balita yang Harus Berjuang Sembuhkan Penyakit Tumor Mata Stadium 4 (2)
zoom-in-whitePerbesar

Hari demi hari Piqi terus menahan sakitnya tumor mata tersebut, tak mau makan, suhu badan selalu panas, hingga akhirnya sang Dokter pun kembali memvonis bahwa Tumor Retinoblas Piqi telah mencapai Stadium 4.

Sang Dokter hanya mampu berikan isyarat agar Adik Piqi selalu diberi pendampingan yang baik, karena berbagai obat yang dikonsumsi pun ternyata tak lagi berpengaruh bagi kesembuhan Piqi. Hanyalah Allah yang berkuasa sembuhkan Adik Piqi.

Oleh sebabnya meski Ramadhan telah berakhir, namun kebaikan harus selalu ditingkatkan. Mari kita bantu para Dhuafa melalui berbagai Program IZI.