Starling sebagai Duta Transportasi Hijau Jakarta

Insan Ridho Chairuasni
Pekerja Transportasi. Lulusan MSc Transport Planning and Engineering di Newcastle University, Inggris.
Konten dari Pengguna
11 Februari 2022 8:08 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Insan Ridho Chairuasni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pedagang Starling di Persimpangan Jalan (Foto: Unsplash/Saputera)
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang Starling di Persimpangan Jalan (Foto: Unsplash/Saputera)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Para penjaja "Starbucks keliling" atau starling bisa jadi pelopor transportasi hijau tanpa tanda jasa. Upah mereka mungkin tidak setinggi UMR daerah, tetapi mereka tetap bergairah dalam bersepeda. Tanpa menggowes sepeda, mereka akan sulit bertahan hidup. Starling bisa dibilang representasi sejati dari bike to work yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama dalam mencari nafkah terutama di Jakarta.
ADVERTISEMENT
Pedagang starling tidak menjadikan sepeda sebagai wahana hiburan semata. Mereka juga tidak bermotivasi untuk bersepeda demi sekadar mencari keringat. Fakta ini tentu menjadi tamparan keras bagi para pesepeda balap yang arogan dan tak tahu malu. Mereka yang sembarangan saat naik sepeda tidak pantas mendapatkan panggung di berbagai media. Starling harus menjadi objek utama penggunaan sepeda yang masif.
Jam kerja pedagang starling pun sesungguhnya tidak manusiawi. Banyak dari pedagang starling nyaris bersepeda sepanjang hari tanpa mengenal siang dan malam. Sebagian dari mereka memang baru keluar kandang setelah petang. Namun, kebanyakan baru pulang sebelum subuh tiba. Mereka benar-benar mengilhami semangat dari film From Dusk to Dawn walaupun saya yakin kebanyakan dari mereka akan melongo jika ditanya soal film itu.
ADVERTISEMENT
Setelah saya berselancar di internet secara singkat, sejarah starling sesungguhnya amat sederhana. Kebutuhan terhadap minuman dan panganan instan amat penting bagi pekerja kantoran terutama di sejumlah distrik bisnis di Jakarta. Oleh karena itu, penjaja minuman sachet atau makanan instan mampu melayani kebutuhan tersebut. Namun, luasnya area bisnis di Jakarta memberi opsi sepeda sebagai moda penjaja starling yang ideal.
Sepeda adalah ujung tombak dari pekerjaan seorang pedagang starling. Jika Anda melihat lebih dekat, sepeda sebagai alat kerja memang terlihat dari kondisinya. Kebanyakan jok sepedanya nyaris sompek dengan ban agak gundul dan penuh sodetan. Jangan Anda tanya soal modifikasi sepeda layaknya sepeda balap atau sepeda gunung kepada penjaja starling. Kalau Anda tidak bersimpati soal ini, Anda jelas perlu muhasabah diri Anda sendiri.
ADVERTISEMENT
Pedagang starling yang menggunakan sepeda motor juga sebenarnya ada. Namun, jujur saja, saya jarang membeli dari mereka. Selain kendaraan mereka kurang ramah lingkungan, saya punya ketakutan gelas-gelas kopi dari pemotor jauh lebih kotor karena asap knalpot. Ini jelas hanya sekadar asumsi saya. Riset BPOM belum ada yang menganalisis hal ini, tetapi saya cukup yakin penjaja starling dengan sepeda lebih ramah lingkungan.
Di samping itu, beberapa pekerjaan juga sudah mulai beralih ke moda transportasi sepeda, seperti jasa kurir atau pesan antar makanan. Inspirasi transisi ke sepeda mungkin berdasarkan film Premium Rush yang sempat populer satu dekade silam. Akan tetapi, jumlah penjaja starling memang sudah puluhan bahkan ratusan orang seantero Jakarta. Starling sudah menjadi skema bisnis yang mewabah di sudut-sudut kota yang sibuk.
ADVERTISEMENT
Yang perlu dimaknai juga adalah starling ini pekerjaan yang amat dinamis. Aspek dinamis ini tentu didukung oleh kemampuan sepeda yang serba mudah. Satpol PP datang? Anda tinggal mengebut, lalu masuk ke gang sempit. Kopi sachet habis? Anda tinggal menggenjot, kemudian beli ke warung terdekat. Ini perkara mudah bagi starling yang berpengalaman dan sudah mengaspal dalam kurun waktu yang panjang tanpa jejak karbon yang berarti.
Akhirnya, semua ocehan soal transportasi perlu menyoroti pekerja starling terutama di Jakarta. Jakarta yang dianugerahi Sustainable Transport Award (STA) 2021 harus melihat peran sentral dari starling atas penggunaan sepeda. Kendaraan listrik tidak perlu diberi panggung terlalu banyak. Namun, sorotan dan apresiasi lebih layak disematkan untuk pekerja starling yang trengginas dan menggunakan sepeda setiap hari tanpa henti.
ADVERTISEMENT
Apa hal konkret yang bisa diberikan kepada mereka? Tidak ada lagi penindakan starling secara semena-mena. Petugas keamanan beberapa kali menindak para pedagang starling yang berjualan beberapa bulan lalu di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Jika pedagang starling memang melanggar aturan, silakan saja. Akan tetapi, para petugas juga perlu bersikap adil dengan penjaja starling yang tengah mencari nafkah.
Keberadaan pedagang starling bukan hanya menjawab kebutuhan pangan instan semata. Mereka memainkan peran dalam memanfaatkan sepeda sebagai moda transportasi dan alat kerja nan multifungsi. Peran ini perlu dicontoh oleh berbagai elemen masyarakat yang dapat menggunakan sepeda sebagai moda transportasi. Starling dapat menjadi duta transportasi hijau yang mengedepankan entrepreneurship dan kelincahan.