Konten dari Pengguna

10 Kata Bijak Bahasa Jawa Kromo Inggil tentang Kehidupan dan Terjemahannya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kata Bijak Bahasa Jawa Kromo Inggil. Unsplash/Thought Catalog.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kata Bijak Bahasa Jawa Kromo Inggil. Unsplash/Thought Catalog.

Dalam tradisi dan budaya masyarakat Jawa, terdapat kata bijak bahasa Jawa kromo inggil mengenai kehidupan. Kalimat tersebut bisa dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, bahasa Jawa kromo inggil merupakan tingkatan tertinggi dalam sistem komunikasi di wilayah Jawa. Seperti orang yang lebih tua serta berbicara kepada kekuatan yang lebih besar yakni Tuhan.

10 Kata Bijak Bahasa Jawa Kromo Inggil

Ilustrasi Kata Bijak Bahasa Jawa Kromo Inggil. Unsplash/Lighten Up.

Dalam kata bijak bahasa Jawa kromo inggil tentang kehidupan biasanya banyak makna positif yang tersirat. Berikut di antaranya:

  1. “Gesang punika kados lumpahing ari. Mesthi bakal wonten owah-owahanipun."

    (Hidup itu sebenarnya mirip perjalanan hari. Pasti ada perubahannya.)

  2. “Gusti tansah paring margi kagem tiyang ing kersa ndalan.”

    (Tuhan akan selalu memberi jalan atau kesempatan kepada manusia yang senantiasa berjalan di atas kebenaran.)

  3. “Sampun ngantos dados kacang ingkang nilar lanjaranipun.” (Janganlah menjadi orang yang lupa dengan asal-usulnya.)

  4. “Supados boten kuciwa, kita kedah sadhar menawi punapa kemawon ingkang wonten gesang kita sampun ginaris dening Gusti.”

    (Supaya tidak kecewa, kita harus sadar bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini sudah digariskan Tuhan.)

  5. “Gusti boten nate sare.”

    (Tuhan tidak pernah tidur.)

  6. "Sura dira jayaningrat lebur."

    (Kekuatan yang besar tidak ada artinya dari pada akhlak yang baik.)

  7. "Tuna sathak bathi sanak."

    (Mendapat kerugian harta tapi malah untung dalam persaudaraan.)

  8. “Ingkang nami manungsa punika limrah menawi wonten lepat.”

    (Yang namanya manusia pastilah punya kesalahan.)

  9. “Tiyang ingkang kaluberen sabar, tansah tinarbuka rejekipun.”

    (Orang yang penyabar, akan selalu terbuka pintu rejekinya.)

  10. “Ing alam padhang punika, kita tansah betah pitulungan saking liyan.”

    (Di dunia ini kita senantiasa membutuhkan bantuan orang lain.)

  11. “Menawi gesang punika namung nuruting napsu, lajeng napa bentene klawan kewan.”

    (Jika hidup hanya untuk mengumbar nafsu. Lantas apa bedanya dengan binatang.)

  12. "Becik ketitik ala ketara."

    (Tindakan yang baik atau jelek akan ketahuan di kemudian hari.)

  13. "Sepi ing pamrih rame ing gawe."

    (Bekerja keras dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan).

  14. “Prayoginipun kendel rumiyin, benjing malih. Mergi benjing taksih wonten dinten.”

    (Sebaiknya istirahat dulu, esok lagi. Sebab, besok masih ada hari.)

  15. “Sampun ngantos kumawani nresnani tiyang sanes, saderengipun tresna dhateng dhiri pribadhi.”

    (Jangan sampai berani mencintai orang lain, sebelum mencintai diri sendiri.)

  16. “Gesangipun manungsa ingkang utami punika saged nampi kecingkranganing dhiri.”

    (Hidup manusia yang utama itu adalah dengan berkenan berdamai dengan kekurangan yang ada di dalam diri.)

  17. “Becik klawan awon punika gegandhengan, sedaya punika saking kersaning Pangeran.”

    (Kebaikan maupun kejahatan sebenarnya adalah pasangan, semuanya berasal dari kehendak Tuhan.)

  18. "Desa mawa cara, negara mawa tata."

    (Setiap tempat mempunyai aturannya sendiri.)

  19. "Kebat kliwat gancang pincang."

    (Tergesa-gesa akan mendatangkan kerugian.)

  20. "Yitna yuwana lena kena."

    (Siapa yang hati-hati akan selamat, siapa yang sembarangan akan celaka.)

Itulah 20 kata bijak bahasa Jawa kromo inggil tentang kehidupan dan terjemahannya. (LA)

Baca Juga: 20 Kata Bijak Bahasa Jawa tentang Cinta yang Menggetarkan Hati