10 Kata-Kata Ambyar Sedih Bahasa Jawa tentang Cinta dan Artinya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perasaan sedih memang pengalaman yang tidak menyenangkan, menyakitkan, dan menguras emosi. Namun, tidak apa-apa berada di kondisi ini dan boleh diluapkan, misal dengan kata-kata ambyar sedih bahasa Jawa.
Mengutip laman psychalive.org, dalam ilmu psikologi, kesedihan adalah emosi yang normal, reaksi alami terhadap keadaan yang menyakitkan atau bahkan positif, dan menjadi sedih berarti menjadi manusia.
Selalu tanamkan bahwa kesedihan tidak berlangsung lama dan ada banyak cara mengelolanya.
Sementara itu, arti dari kata ambyar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tercerai-berai, terpisah-pisah, tidak terkonsentrasi lagi.
Kata-Kata Ambyar Sedih Bahasa Jawa
Barangkali menulis kata-kata ambyar sedih bahasa Jawa merupakan salah satu pelepasan yang sehat. Mengingat bahasa Jawa dikenal dengan perbendaharaan kata yang unik dan memiliki makna yang dalam.
Kini banyak quote dan lagu berbahasa Jawa yang banyak dikenal oleh orang luar suku Jawa. Berikut adalah sederet kata-kata ambyar sedih bahasa Jawa tentang cinta dan artinya:
“Aku serius marang kowe, nek kowe gur arep dolanan, aja ning kene, iki ati dudu lapangan.” (Aku serius kepadamu. Kalau kamu hanya mau main-main, jangan di sini. Ini hati, bukan lapangan.)
“Tresno kuwi pancen aneh. Contohe aku tresno kowe, tapi kowe ora tresno aku.” (Cinta itu memang aneh. Contohnya aku cinta kamu, tapi kamu tidak cinta aku.)
“Aku wis lilo kowe dadi nggone wong liyo.” (Aku sudah ikhlas kamu jadi milik orang lain.)
“Aku nangis dudu mergo aku gembeng. Tapi, aku nangis mergo wis kesel etok-etok kuat terus.” (Aku menangis bukan karena aku cengeng. Akan tetapi, aku menangis karena telah lelah pura-pura kuat dalam waktu yang lama.)
“Aku pengin ndhelik ing endi wae. Donya iki kebak goroh.” (Aku ingin bersembunyi di suatu tempat. Dunia ini penuh dengan kebohongan.)
“Kowe pancen pinter gawe uwong sayang. Tapi, ngopo kowe kok malah ninggalke aku pas lagi sayang-sayange?" (Kamu memang pandai membuat orang sayang, tapi mengapa kamu meninggalkanku di saat aku sayang banget sama kamu?)
“Kowe wis tak wanti-wanti ojo nganti ninggal janji, ojo nganti medot taline asmoro, welasno aku sing nunggu awakmu nganti awakku tinggal balung karo kulit.” (Kamu sudah aku ingatkan jangan melupakan janji, jangan sampai memutuskan ikatan cinta ini, ingatlah diriku yang menunggu dirimu sampai badanku hanya tersisa tulang dan kulit.)
“Pantesan aku gering toh sing tak pangan harapan palsu.” (Pantesan aku kurus, toh yang aku makan harapan palsu.)
“Kowe koyo lintang sing indah didelok tapi angel digayoh.” (Kamu seperti bintang yang indah dilihat tetapi susah untuk digapai.)
“Opo ngene iki yen terjebak zona nyaman, ora nek kabar rasane koyo kelangan.” (Apa seperti ini kalau terjebak zona nyaman, tidak ada kabar rasanya seperti kehilangan.)
Itulah kata-kata ambyar sedih bahasa Jawa yang mewakili rasa sakit dan kecewa karena cinta. (LAIL)
Baca juga: 10 Ucapan Minta Maaf Bahasa Jawa Singkat yang Menyentuh Hati
