10 Kata Sindiran buat Teman yang Munafik Bahasa Jawa

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melontarkan kata sindiran buat teman yang munafik bahasa Jawa nampaknya telah menjadi cara baru menegur orang yang membuat kecewa. Mengingat saat ini penggunaan bahasa Jawa telah dikenal di hampir seluruh wilayah Indonesia melalui lagu, quote, dan lainnya.
Selain itu, bila merujuk pada kebiasaan orang Jawa sebagaimana mengutip dari buku Pitutur Luhur Budaya Jawa oleh Prof. Gunawan Sumodininingrat dan Ari Wulandari, S.S., M.A (2014), sejak dulu suku ini memiliki sifat semon, yang mana artinya segala sesuatu tidak harus dikatakan secara terang-terangan atau blak-blakan.
Dalam bahasa Jawa, sindiran dikenal dengan sebutan pasemon yang kini banyak diterapkan dalam bentuk karikatur, diucapkan langsung, lagu, dan melalui tulisan.
Kata Sindiran buat Teman yang Munafik Bahasa Jawa, Mengena di Hati
Kata sindiran telah menjadi cara terbaik melampiaskan perasaan marah dan kecewa karena telah dikhianati seseorang yang dipercaya, misalnya teman atau sahabat.
Berikut adalah kata sindiran buat teman yang munafik bahasa Jawa sebagai referensi mengungkapkan kekecewaan:
1.“Jenenge yo konco, ono sing apik, ono sing munafik.” (Namanya juga teman, ada yang baik, ada yang munafik).
2.“Bedo neng lambe bedo neng ati.” (Lain di mulut lain di hati).
3.“Makin okeh dramamu, makin abot roso bersalahmu karo aku.” (Semakin banyak dramamu, semakin berat rasa bersalahmu padaku).
4.“Ono 4 wong sing iso ngilang. Pertama malaikat, keloro jin, ketelu setan, kepapat wong utang ra iso nyaur.” (Ada 4 orang yang bisa hilang. Pertama malaikat, kedua jin, ketiga setan, keempat orang yang punya hutan tidak bisa melunasi).
5.“Nek lambemu ono BPKB ne, mesti wes tak gade’ke.” (Kalau mulutmu ada BPKBnya, sudah aku gadaikan).
6.“Nyatane, aku nggak pernah kelangan konco sak siji wae. Aku mek sadar nek aku ra pernah duwe. Aku tidak kehilangan seorang teman pun. Aku hanya baru sadar kalau tak pernah memilikinya.” (Kenyataannya, aku tidak pernah kehilangan teman satu saja. Aku hanya sadar kalau aku tidak pernah memilikinya).
7.“Sabar wae koyone gong maem dee, sampek-sampek arep mangan koncone.” (Sabar aja sepertinya dia belum makan, sampai-sampai mau makan temennya sendiri).
8.“Seelek-elek e aku, gak pernah kok aku ngomong ne elek e koncoku.” (Sejelek-jeleknya aku, tidak pernah membicarakan kejelekan).
9.“Tak akoni awakmu hebat numpak montor, iso mberem ngiwo nengen, sampek nikung pacarku barang.” (Aku akui kamu hebat naik motor, bisa miring ke kanan ke kiri, sampai nikung pacarku juga).
10.“Koncoan kok mileh-mileh, emang enek seng gelem koncone karo wong seng senenge manfaatke koncone?” (Berteman kok milih-milih, memang ada yang mau temenan sama orang yang sukanya memanfaatkan temannya?).
Meskipun orang Jawa dikenal mudah bersikap nrima ing pandum atau menerima keadaan dirinya tanpa bergantung pada pihak lain.
Beberapa kata sindiran buat teman yang munafik bahasa Jawa seperti di atas telah mewakili bagaimana cara mereka memberi teguran atau peringatan pada orang lain. (LAIL)
Baca juga: 10 Kata Bijak Bahasa Jawa Kuno Sunan Kalijaga
