Konten dari Pengguna

10 Khutbah tentang Puasa Ramadan yang Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah tentang puasa Ramadan, Foto: Unsplash/Raka Dwi Wicaksana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah tentang puasa Ramadan, Foto: Unsplash/Raka Dwi Wicaksana

Khutbah tentang puasa ramadan merupakan salah satu bentuk penyampaian ilmu tentang materi terkait. Umumnya, materi tersebut disampaikan sebagai pengingat bagi umat, menggunakan bagian ayat Al-Qur'an dan hadis yang menyentuh hati.

Khutbah adalah seni pembicaraan yang di dalamnya terdapat suatu pesan (Soleh et.al., 1990). Menurut Sabiq (Fiqhu-s-Sunnah), hakikat khutbah adalah wasiat kepada khalayak untuk bertakwa, baik bentuknya janji kesenangan maupun ancaman kesengsaraan.

Biasanya, khutbah disampaikan pada momen-momen tertentu, seperti bulan suci Ramadan. Selama Ramadan, umat Islam akan berpuasa karena hal tersebut merupakan ibadah wajib yang tertera sebagai bagian ibadah ketiga dalam rukun Islam.

Daftar isi

Khutbah tentang Puasa Ramadan

Menuju bulan Ramadan 1445 H, khalayak diingatkan pada banyaknya kegiatan yang biasanya hanya ada di bulan tersebut, salah satunya adalah khutbah tentang puasa Ramadan. Simak rukun, contoh susunan, serta isi khutbah puasa Ramadan berikut:

Rukun Khutbah

Khutbah dilakukan pada beberapa kegiatan atau bentuk ibadah, seperti khutbah Jumat, khutbah Idul Fitri dan Idul Adha, serta khutbah nikah. Berikut merupakan rukun khutbah secara umum yang wajib dilaksanakan:

  1. Membaca hamdallah

  2. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

  3. Berwasiat tentang takwa

  4. Membaca ayat suci Al-Quran

  5. Berdoa untuk ampunan, kesejahteraan dan keselamatan

Contoh Susunan Khutbah berdasarkan Rukunnya

  1. Pembuka khutbah puasa Ramadan الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰل وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

  2. Dilanjutkan dengan penyampaian isi khutbah tentang puasa Ramadan

  3. Rukun di akhir/penutup بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Contoh-Contoh Isi Khutbah tentang Puasa

  1. Keistimewaan dan Keutamaan Puasa Ramadan Hadirin yang diberkahi Allah Swt. Tak terasa hari ini kita sudah memasuki bulan kemuliaan yakni bulan Ramadan. Di mana selama bulan suci ini, kita sama-sama melaksanakan ibadah puasa untuk mencapai seluruh limpah berkah-Nya yang mengalir lebih deras dibanding bulan lainnya. Ibadah puasa dikenal sebagai ibadah spesial yang jalurnya langsung menghubungkan hamba dengan Rabb-nya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. tentang firman Allah Swt. dalam hadis Qudsi, yang artinya: “Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.” (HR Ahmad dan Muslim) Hadirin. Jika kita berbicara keutamaan dan keistimewaan puasa Ramadan, tentu saja tak sampai dengan jalur antara hamba dengan Rabbnya. Puasa juga dapat menjadi jalan menghapus dosa, berfungsi sebagai perisai, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, mari jangan pernah berhenti berharap pada Allah Swt. agar kita senantiasa mampu mendapatkan keutamaan dan keistimewaan puasa Ramadan di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya.

  2. Puasa Menghapuskan Dosa-Dosa yang Lalu Hadirin yang dimuliakan Allah Swt. Seminggu sudah kita semua telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Tak dapat dielakkan bahwasannya banyak goda yang datang ketika kita berpuasa. Tapi senantiasalah ingat, bahwa di bulan inilah kita dapat membumihanguskan seluruh dosa kita yang menggunung. Sebagaimana hadis Rasulullah saw., yang artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: Sholat lima waktu, sholat jum’at sampai sholat jum’at berikutnya, Puasa Ramadan sampai Ramadan berikutnya menghapus dosa yang dilakukan antara satu dengan yang berikutnya selama tidak dilakukan dosa-dosa besar.” (HR Muslim) Demikian besarnya manfaat ibadah puasa Ramadan ini untuk kehidupan dunia akhirat kita semua, hadirin. Maka dari itu, bersabarlah atas segala goda dan bersemangatlah untuk senantiasa melaksanakan puasa karena Allah Swt.

  3. Orang yang Berpuasa Memperoleh Dua Kegembiraan Hadirin Rahimakumullah. Allah Swt. menjanjikan dua kegembiraan bagi hamba-Nya yang berpuasa, yaitu ketika berbuka dan menghadap pada-Nya. Sebagaimana hadis Rasulullah saw. berikut, yang artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. beliau bersabda: Orang yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan; kegembiraan saat berbuka puasa dan kegembiraan ketika menghadap Tuhannya Yang Maha Perkasa Lagi Maha Agung.” ( HR Ahmad) Hadirin. Hadis tersebut terbukti dengan bahagianya kita saat berbuka karena telah lepas dahaga, bertambah nikmat apa yang kita konsumsi. Pun dengan nikmatnya ibadah. Maka dari itu, mari kita bersyukur telah dipertemukan dengan bulan suci ini.

  4. Puasa sebagai Perisai Hadirin semua yang dikasihi oleh Allah Swt. Puasa merupakan perisai untuk membentengi diri. Benteng yang dapat menekan lonjakan nafsu yang seringkali tertanam dalam setiap jiwa manusia, sehingga kita terhindar dari keburukan. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad saw., yang artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Puasa itu adalah perisai." (HR Muslim) Hadirin rahimakumullah. Dengan adanya perisai dalam diri, kita dapat terhindar dari perbuatan yang Allah larang, sehingga kita dijauhkan dari panasnya api neraka. Maka nikmatilah puasa kita dengan hati yang bersih dan sabar.

  5. Orang yang Berpuasa Dijauhkan dari Api Neraka Para tamu Allah yang senantiasa dimuliakan-Nya. Sudah banyak kita tahu keutamaan puasa di bulan Ramadan. Dari nikmatnya dunia hingga nikmatnya akhirat yang kita dapat. Jangan lupakan yang terpenting, yaitu puasa akan menjauhkan kita dari neraka, sebagaimana arti hadis Nabi saw., berikut: "Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri r.a. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, akan Allah jauhkan dirinya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun."(HR Muslim) Hadirin sekalian. Terhindar dari kejinya siksa neraka adalah salah satu tujuan hidup kita. Maka senantiasalah berbuat baik, serta lakukanlah hal-hal yang disukai Allah dan sekiranya membantu kita terhindar dari neraka kelak.

  6. Malaikat Meminta Ampunan bagi Orang yang Berpuasa Hadirin yang dicintai Allah Swt. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Orang-orang yang berpuasa semuanya dimintakan ampunan oleh para malaikat hingga menjelang berbuka,” (HR Imam Ahmad). Sabda tersebut mengingatkan kita akan keutamaan istimewa berpuasa di bulan Ramadan. Malaikat adalah makhluk Allah yang tak pernah bermaksiat, sehingga doa-doanya mudah dikabulkan. Maka sudah semestinya kita berbahagia dalam menjalani puasa ini, karena kita ingat betapa indahnya lantunan doa atas ampunan kita oleh malaikat.

  7. Bau Mulut Orang yang Berpuasa Lebih Baik dari Minyak Misik Hadirin rahimakumullah. Dalam HR Imam Ahmad, Rasulullah saw. bersabda, yang artinya “bau mulut orang yang berpuasa di hadapan Allah lebih wangi daripada minyak misik.” Begitu indah perumpamaan bagi orang-orang yang berpuasa karena Allah. Hadirin. Hadis tersebut menyadarkan kita akan betapa pentingnya ibadah puasa, tanpa harus kita malu atas efek fisik yang dihasilkan selama kita senantiasa menjaga kebersihan. Berbahagialah karena Allah mengutamakan orang yang berpuasa.

  8. 5 Perkara yang Membatalkan Pahala Puasa Hadirin, para tamu Allah yang diberkahi. Diriwayatkan dari Anas r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Ada 5 (lima) hal yang bisa membatalkan pahala orang yang berpuasa: berbohong, bergosip, mengadu domba (provokasi), sumpah palsu, serta memandang dengan pandangan syahwat atau nafsu.” Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pahala puasa kita di bulan Ramadan ini, hadirin, mari kita sama-sama menjaga diri dari kelima perbuatan tersebut. Jauhi larangannya agar puasa kita tak sekedar menahan haus dan lapar saja.

  9. Hikmah Ibadah Puasa Ramadan Hadirin rahimani wa rahimakumullah. Allah Swt. berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Hadirin. Allah Swt., memanggil orang-orang beriman untuk menjalankan ibadah dalam rukun islam ketiga ini, dengan beberapa hikmah di dalamnya, seperti puasa yang menyempitkan kuasa setan dalam aliran darah manusia karena selama berpuasa aliran darah mengalir tak secepat saat hari biasa. Oleh karena itu, manusia mampu lebih baik dalam menghindari goda akan perbuatan tercela. Kesempatan tersebut tak boleh disia-siakan untuk kita berupaya menabung amal sebanyak mungkin sebagai bekal kehidupan di akhirat kelak.

  10. Menjaga Kualitas Puasa Ramadan Hadirin yang dimuliakan Allah Swt. Sedikitnya ada 3 langkah yang harus kita lakukan untuk menjaga kualitas puasa kita di bulan Ramadan ini. Pertama, perhatikan niat puasa kita, karena “sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya,” (HR Bukhari dan Muslim). Kedua, tingkatkanlah amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Quran, berbuat baik terhadap sesama, dan lain sebagainya. Langkah ketiga yaitu jagalah perilaku kita, seperti menghindari ghibah, fitnah, dan hal yang mengarah pada dosa. Hadirin. Itulah sekiranya langkah yang harus kita tanamkan dalam diri. Semoga kita semua dapat menjalankan puasa dengan kualitas yang baik sehingga kita mendapatkan manfaat yang optimal dari ibadah yang mulia ini. Aamiin.

Demikian ulasan 10 khutbah tentang puasa Ramadan beserta penjelasannya yang dapat pembaca simak dan renungi. Persiapkan diri menuju bulan yang suci dengan perbanyak amal baik kepada sesama manusia, lingkungan, utamanya ibadah pada Allah Swt.

Baca juga: 20 Kata-Kata Mutiara Islam yang Indah dan Inspiratif