Konten dari Pengguna

10 Puisi untuk Guru Tercinta saat Perpisahan Sekolah

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi untuk Guru Tercinta, Foto: Pexels/Max Fischer.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi untuk Guru Tercinta, Foto: Pexels/Max Fischer.

Saat momen perpisahan sekolah, akan sangat mengharukan sekali apabila kita mempersembahkan dan membacakan puisi untuk guru tercinta.

Dapat dikatakan bahwa guru adalah orangtua kedua kita, karena mereka yang selalu kita temui setiap hari, tanpa kenal lelah mengajar dan memberikan ilmu kepada kita sehingga kita menjadi anak yang pintar dan berguna.

Puisi terima kasih guru ini dapat kalian gunakan sebagai referensi apabila ingin membacakannya saat acara perpisahan, sebagai salah satu tanda terima kasih kalian atas jasa guru yang sangat besar.

Puisi untuk Guru Tercinta saat Perpisahan Sekolah

Puisi untuk Guru Tercinta, Foto: Pexels/Anastasia Shuraeva.

Dikutip dari buku Antologi Puisi Asa Purnama yang Tak Pernah Sia-sia, Maria Ulfa, M.Pd (2021:5-13), inilah 3 puisi pendek untuk guru:

Untuk Guruku

Oleh: Ayu Sofiyani Kamilah

Puluhan tahun mengabdi pada negeri

Untuk masa depan lebih baik

Puluhan tahun mengajarkan kami

Membaca, menulis, dan berhitung

Puluhan tahun mendidik kami

Menjadi anak yang baik

Di relung terdalam, kami sadar

Engkau tetaplah pendidik

Mengalirkan bakti tanpa lelah dan letih

Untuk kami yang tak mengerti apa-apa

Kami hanyalah muridmu yang nakal

Yang tak dapat menyenangkan hatimu

Maafkanlah jika sikap dan perilaku kami

Membuatmu marah dan sedih

Guruku, engkau memang hebat dan sabar

Mengajarkan kami tanpa pamrih

Menahan lelahmu di setiap harinya

Purnama Kedua Hidupku

Oleh: Tamara Fauziah

Kau bagaikan Mentari

Menyinari hariku dengan penuh seri

Tak lelah kau mengajariku

Membaca tulis dengan penuh kasih

Mataku seolah menjadi saksi

Keberadaanmu di tengah pandemic

Selalu menjadi obat dalam hati

Hanya doa yang dapat ku beri

Semoga kau selalu diberkati

Guru

Oleh: Ramadhan Suciana

Oh guruku kau sangat berarti untukku

Guruku adalah sosok pahlawan di mataku

Kau membimbingku dengan kasih sayang kepada diriku

Tak kenal lelah kau mengajariku

Guru jasamu sangat besar di hidupku

Kau bagaikan matahari yang menyinariku

Kau selalu memberi motivasi kepadaku

Guru kaulah pahlawan di mataku

Kau yang mengajarkan ku membaca

Dari aku tidak bisa membaca

Sampai aku bisa membaca

Kaulah guruku yang paling mulia

Sehat selalu untuk guruku tercinta

Kau mencerdaskan anak bangsa

Terima kasih guruku

Kau pahlawan tanpa tanda jasa

Selain puisi singkat di atas, ada juga beberapa puisi lainnya yang bisa kamu bacakan saat hari guru, perpisahan sekolah, lomba baca puisi, atau momen-momen tertentu. Berikut selengkapnya:

Penghantar Mimpi

Karya: Sakti Ramadhan

Aku hanya seorang pemuda

Yang berlari dan berkelana

Yang menelusuri indahnya dunia

Tanpa tau yang mana penuh tipu daya

Aku hanya seorang pemuda

Yang memiliki bongkahan cita-cita

Yang ingin kugapai dengan berbagai cara

Meski kemalasan sering merajalela

Aku hanya seorang pemuda

Yang tertempel cita-Cita dan harapan

Yang terbalut berbagai angan-angan

Demi menggapai masa depan

Aku tak tau harus cari di mana

Dan Kau pun datang membimbing cerita

Kau arahkan kemana ku harus berkelana

Menuju masa depan yang gembira

Kau lah si pengarah jiwa, Penghantar mimpi !

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kepada Guru-Guruku

Karya: Marzuli Ridwan Al-bantany

Kau pahlawan, pejuang ilmu pengetahuan

Tak menuntut riang

Kau pahlawan, tanpa tanda jasa

Tersemat di dada

Telah tak terbilang sudah

Manusia-manusia berilmu kau lahirkan

Di kota, di kampung dan ceruk-ceruk desa

Kau tabah, ikhlas melukis senyum paling indah

Pada setiap resah yang menjengah

Berpantang kau ucap kata lelah

Perajut Asa, Penyambung Mimpi

Karya: Hang Irfan

Setiap harimu berdiri

Memandangi jiwa penuh mimpi

Beralun kata penuh makna

Membuka jalan penuh asa

Segelas ilmu yang tersaji

Seteguk amal yang kunikmati

Sebuhul pesan berbalut kasih

Merajut harap menutup perih

Kadang bibirmu bergetar hebat

Meneriaki ketidaktahuanku yang lambat

Meski lelah ucapmu membimbing

Keputusasaanmu tak bergeming

Wahai insan perajut asa

Meski diri kadang tak kuasa

Memendam amarah mengumbar murka

Namun hati masih terbuka

Tombak Keberhasilanku

Karya: Amanda Nurdhana D

Pena menari di atas kertasku

Menuliskan setiap kata yang kau ucapkan

Memberikan secercah cahaya dalam kegelapan

Menuntunku menuju jalan kesuksesan

Walau letih terlihat di wajahmu tak menghapus semangatmu

Kau selalu mendampingiku menuju cita-citaku

Mengajariku hal-hal baru

Dengan sabar kau membimbingku

Walau sikap nakalku terkadang mengganggumu

Sungguh besar pengabdianmu

Untuk mencerdaskan generasi mudamu

Terima kasih kuucapkan untukmu

Guruku...

Kau adalah orang tua keduaku

Kan kukenang selalu jasamu

Sekali lagi kuucapkan terima kasih untukmu

Semoga selalu bahagia hidupmu

Kebaikan akan selalu menyertaimu.

Bungaku

Karya: Erina Napitupulu

Guruku...

Kala fajar menyising,

Lengan baju turut Engkau singsing

Segala milik yang menyamankan

Rela Engkau sisihkan

Kala mentari beranjak senja

Matapun redup seketika

Semua nama selalu Engkau bawa

Dalam doa dan harapan.

Guruku...

Berlapis peluh.

Bermodal hati juga pengetahuan

Berbagi kepadaku dan kepadanya

Juga mereka.

Seberkas sinar pagimu

Membuka mata hatiku

Selangkah laju kutuju

Kan kusambut disetiap hariku,

Guruku...

Tak banyak yang akan ku katakan

Karen tanpa katapun jasamu nyata

Mengalir di seluruh jiwa

Tak ada yang dapat kuberikan

Karena tanpa pemberianpun

Jasamu tetap ada.

Trimakasih guruku...

Selamanya bagiku...

Doaku untukmu

Di Hari Guru

Karya: Marzuli Ridwan Al-bantany

Pagi itu, ketika salam dan senyummu menyapa,

Aku merasa ada sesuatu yang mengalir deras

Dari dalam jiwaku

Lebih deras dari nyanyian rintik hujan yang jatuh

Di dedaun kering

Dan halaman sekolah yang kita ditumbuhi

Rumput-rumput teki

Di wajahmu melukiskan hari esok untukku

Untuk teman-teman sekelas dan sebangku denganku

Kau beri kisah tentang cita-cita, tentang pengabdian

Yang mesti dirawat sepanjang masa

Sisi-sisi kehidupan sebagai tujuan penciptaan kita,

Oleh-Nya Yang Maha Kuasa

Karena Mereka Aku Bisa

Karya: Wuriyan Radia Kusuma Wardani

Sejauh kaki melangkah

Takkan dapat pernah sampai

Ke mana kita akan menuju

Tanpa ada sebuah

Tuntunan kasih lembut darimu

Tanpa ada sebuah

Ketulusan hati dan jiwamu

Untuk menuju jalan yang terang

Di saat kami berada dalam gelapnya dunia

Setulus hatimu menyayangi

Selembut jiwamu bersabar

Takkan dapat kami

Menyaingi rasa sayang dan sabarmu

Wahai guruku

Kasihmu murni

Sayangmu tulus

Kau tak pernah meminta

Balasan dari kami

Dengan sabar dan ikhlas

Kau membukakan pintu dunia untuk kami

Tiada pernah ku dengar

Sebuah perkataan lelah

Yang pernah terucap dari bibirmu

Kau kobarkan api semangatmu

Itulah pengabdianmu

Ohh guruku

Dengarlanlah sebuah puisi sederhana

Yang kulantunkan hanya untukmu

Yang selalu menghiasi hidupku

Dengan hiasan segudang ilmu

Wahai guruku

Begitu besarnya jasa-jasamu

Kau bagaian matahari yang menyinari bumi

Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Terimakasih guruku

Hargai guru kalian tidak hanya di sekolah saja, tapi seterusnya, karena merekalah pahlawan yang sesungguhnya tanpa tanda jasa. (Ester dan ZHR)