Konten dari Pengguna

10 Ucapan Minta Maaf Bahasa Jawa Halus dan Artinya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ucapan Minta Maaf Bahasa Jawa Halus. Unsplash/Fikri Syahfana.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ucapan Minta Maaf Bahasa Jawa Halus. Unsplash/Fikri Syahfana.

Ucapan minta maaf bahasa Jawa halus biasanya disampaikan saat sungkeman di Hari Raya Idul Fitri dan merupakan salah satu tradisi bagi orang Jawa.

Mengutip dari buku Wiwara Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Bahasa Jawa oleh Harmurti Kridalaksana (2001), sungkeman menjadi tanda bukti hormat orang yang lebih muda ke yang lebih tua.

Selama ini, banyak yang mengenal tradisi sungkeman hanya dilakukan saat acara pernikahan saja.

Sungkeman juga dilakukan saat seorang anak hendak melaksanakan ujian, masuk sekolah, pergi untuk perjalanan jauh, dan saat Lebaran sambil mengucapkan permintaan maaf dalam bahasa Jawa krama.

Ucapan Minta Maaf Bahasa Jawa Halus

Ilustrasi ucapan minta maaf bahasa Jawa halus, Pexels/Ditta Alfianto.

Berikut adalah kumpulan ucapan minta maaf bahasa Jawa halus dan artinya sebagai referensi untuk sungkeman saat Hari Raya Idul Fitri:

  1. “Kulo meniko dados anak, gadah katah sanget kalepatanipun dumantheng tiyang sepah, mongko kulo ngaturaken agunging pangapunten datheng klinta-klintunipun kulo sedoyo.” (Saya sebagai anak banyak sekali melakukan kesalahan terhadap orang tua. Maka dari itu saya minta maaf sebesar-besarnya terhadap segala kesalahan saya, semuanya).

  2. “Ngaturaken sembah pangabekti kawula. Sepinten kalepaten kula ingkang mboten angsal idining sarak, dalem nyuwun pangapunten. Mugi mugi sedoyonipun di lineburo ing dinten riyaya punika.” (Mengungkapkan sembah baktiku. Dengan banyaknya salahku yang tidak dilakukan secara sengaja, aku minta maaf. Semoga kita semua bisa dileburkan menjelang hari raya ini).

  3. “Nyuwun agunge pangaksami nggih, Bu. Kula janji boten bakal ngambali kaluputan ingkang sami malih.” (Maafkan saya, Bu. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi).

  4. “Sak derenge nyuwun ngapunten nggeh bu, menawi kawulo mboten leres tumrapipun panjenengan.” (Sebelumnya saya minta maaf ya bu, kalau selama ini saya tidak menuruti perintah ibu).

  5. “Dalem salah wonten masalah puniko, saklajenge nyuwun pangapunten ingkang katah dumateng panjenengan sing dalem gawenen nesu lan murko.” (Aku salah tentang masalah ini, jadi aku minta maaf padamu sebanyak-banyaknya karena sudah membuat marah dan murka).

  6. “Kula rumaosi kathah tindakan utawi tembung-tembung ingkang kula aturaken nyakiti panggalih Bapak/Ibu. Kula nyuwun pangapunten inggil sedaya lampahan ingkang kula tindakaken kaliyan sengaja utawi mboten sengaja.” (Saya sadar banyak perilaku maupun kata-kata yang saya ucapkan menyakiti hati Bapak/Ibu. Saya meminta maaf atas segala perbuatan yang saya lakukan secara sengaja maupun tidak sengaja).

  7. “Ngaturaken sembah pangabekti kawula. Sepinten kalepatan kulo, lampah kulo setindak, paben kulo sakecap ingkang mboten angsal idining sarak, kulo nyuwun pangapunten mugi lineburo ing dinten riyoyo puniko.” (Mengucapkan minta maaf atas semua kesalahan saya, semua tidakan saya, setiap ucapan saya yang sembarangan, saya minta maaf sebesar besarnya di hari raya ini).

  8. “Pangucap iku bisa dadi jalaran kebecikan. Pangucap uga dadi jalaraning pati, kesangsaran, pamitran. Pangucap uga dadi jalaraning wirang.” (Ucapan itu bisa menjadi kebaikan. Ucapan juga bisa menjadi penyebab kematian, penderitaan, dan persahabatan. Ucapan itu juga merupakan sumber rasa malu).

  9. “Bapak/Ibu/Eyang, ingkang sepindah kula ngaturaken sugeng riyadi kagem Bapak/Ibu. Kaping kalihipun, kula nyuwun pangapunten dumateng sedaya kalepatan ingkang kula sengaja lan ingkang mboten ngaja.” (Bapak/Ibu/Nenek, pertama saya mengucapkan Selamat Idul Fitri. Kedua, saya mohon maaf atas semua kesalahan yang saya perbuat baik secara sengaja maupun tidak sengaja).

  10. “Ngaturaken wilujeng Idul Fitri, nyuwun agunging pangapunten. Mugi kito kanugrahan jatining fitrah saking gusti Ingkang Moho Pemurah.” (Mengucapkan Selamat Idul Fitri, minta maaf yang sedalam-dalamnya. Semoga kita dianugerahi fitrah dari Allah yang maha pemurah).

Itulah beberapa ucapan minta maaf bahasa Jawa halus dan artinya untuk sungkeman saat Hari Raya Idul Fitri. (LAIL)

Baca juga: 10 Pantun Jawa Sindiran yang Menusuk Hati