110 Contoh Majas Simile, Pengertian, dan Ciri-cirinya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas simile merupakan salah satu jenis gaya bahasa yang biasa dijumpai dalam suatu karya sastra. Majas ini kerap digunakan dalam pembicaraan atau ungkapan sehari-hari.
Mengutip dari buku Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna Majas dalam Bahasa Tetun, Rofnus Taek, (2023:4), majas atau gaya bahasa adalah cara khusus dalam menyampaikan pikiran dan perasaan dalam bentuk lisan dan tulisan.
Kekhasan pada majas ini terletak pada diksi (pilihan kata) yang secara tidak langsung menyatakan makna sesungguhnya.
Pengertian Majas Simile
Dalam bahasa Indonesia, majas simile termasuk ke dalam majas perbandingan. Majas perbandingan adalah perumpamaan yang menggambarkan keadaan atau situasi dengan menggunakan komparasi antara satu hal dengan hal lain.
Sedangkan simile merupakan majas yang bermakna kiasan dan perumpamaan. Majas ini memiliki arti bagaikan, ibarat atau seperti untuk menyatakan suatu keadaan, dengan membandingkan sesuatu tersebut dengan hal lain yang berbeda namun seolah sama.
Penggunaan simile memberikan peran penting dan menjadi salah satu faktor penguat bahasa, yakni menciptakan ilustrasi yang lebih hidup, memperjelas makna, serta memberikan pengaruh emosi pembaca dan pendengar.
Fungsi Gaya Bahasa Simile
Selain sebagai perumpaan dan perbandingan, majas ini memiliki fungsi seperti:
Membentuk gambaran atau imajinasi yang lebih tentang apa yang disampaikan. Contohnya, ‘matahari terbenam bagaikan bola api raksasa’. Kalimat tersebut memberikan gambaran visual tentang matahari terbenam yang indah.
Membantu menjelaskan suatu konsep yang kompleks secara rinci, dengan menggunakan perbandingan yang dikenal oleh pembaca atau pendengar.
Menggambarkan emosi atau perasaan seseorang secara mendalam, misalnya ‘hatinya hancur seperti pecahan kaca’ yang berarti rasa sakit dan rasa putus asa yang kuat, sehingga memberikan penjiwaan emosional pada kalimat.
Bukan sekadar gaya bahasa yang memberikan hiasan, simile juga berperan sebagai aspek yang menghidupkan bahasa, memberikan pemahaman yang mendalam, serta menambah kesan emosi (suasana hati) dalam komunikasi.
Selain digunakan untuk memperkuat pernyataan dan memberikan ilustrasi, simile juga digunakan untuk menekankan poin-poin penting dalam sebuah tulisan atau percakapan.
Simile juga dapat membuat bahasa menjadi lebih menarik dan beragam. Dengan mengaitkan suatu hal dengan hal lain yang lebih dikenal, menjadikan majas ini memperkaya ungkapan-ungkapan tentang sesuatu dengan cara yang unik dan berbeda.
Ciri-Ciri Gaya Bahasa Simile
Selain simile, dalam majas perbandingan ada jenis majas lain seperti personifikasi, metafora, alegori. Setiap majas memiliki ciri khasnya masing-masing, seperti simile. Berikut adalah ciri-cirinya:
1. Mengandung Perbandingan yang Sifatnya Eksplisit (to-the-point)
Pernyataan tentang sesuatu disampaikan secara langsung tanpa berbelit-belit, dengan maksud lawan bicara dapat menangkap makna yang diucapkan tanpa memikirkannya dulu.
2. Menggunakan Kata Pembanding
Ciri dari majas ini adalah adanya kata bagaikan, bagai, ibarat, umpama, seperti, bak, dan laksana untuk membandingkan dua hal yang hakikatnya berbeda, namun dianggap sama dengan menggunakan konjungsi pembanding.
3. Majas Perbandingan yang Dianggap Memiliki Persamaan
Meskipun simile adalah majas perbandingan, namun majas ini bukan membandingkan dua objek yang berbeda, melainkan menyandingkan suatu hal dengan ungkapan tertentu.
4. Menggunakan Banyak Kiasan
Dalam menyampaikan pernyataan satu hal dengan yang lain, majas ini menggunakan banyak kiasan atau analogi. Kata-kata yang disampaikan juga terkesan berlebihan dan hiperbola.
Contoh Majas Simile
Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah contoh majas simile dalam ungkapan atau kalimat:
Kecantikan dan kepintarannya bagai bulan dan matahari.
Hidupnya bagai burung dalam sangkar emas.
Bagai mendapat durian runtuh.
Bagai menentang matahari.
Usahanya bagai rambut dibelah tujuh.
Bagaikan mencari jarum di atas tumpukan jerami.
Perkataannya ibarat menuang minyak ke api.
Kakak dan adik itu bagaikan kucing dan anjing.
Bak ilmu padi, makin berisi makin menunduk.
Hubungan kita bagaikan minyak dan air.
Sikapnya dingin bagaikan es.
Cantiknya bagaikan bunga melati yang mekar.
Dirimu laksana bulan menyinari kegelapan.
Kasih sayangnya bagai sang surya menyinari dunia.
Senyumnya manis bagaikan gula merah.
Sikapnya seperti air di atas daun talas.
Matanya bagai permata yang bersinar di malam hari.
Jalannya lambat seperti kura-kura.
Rumahnya besar bak istana.
Wajahnya bagai pinang dibelah dua.
Situasi saat ini bagai telur di ujung tanduk.
Sifatnya bagai langit dan bumi.
Tangisannya bagaikan sambaran petir.
Tubuhnya bagai tiang yang menjulang.
Keberaniannya bak seekor singa dewasa.
Wataknya keras seperti batu.
Kesabarannya bagaikan samudera yang luas.
Persahabatan kita bagaikan rantai yang kokoh.
Kopi yang disajikan bagaikan jamu bratawali.
Jidatnya lebar bagaikan lapangan bola.
Kulit bayi itu lembut seperti sutra.
Raut mukanya seperti melihat hantu.
Wajahnya bagaikan padang pasir yang gersang dan tandus.
Senyumnya bagaikan hujan yang mengguyur tanah yang kering.
Kisah cintanya seperti Romeo dan Juliet.
Gaya bicaranya seperti tong kosong berbunyi nyaring.
Semangatnya bagaikan api yang membara.
Mata gadis itu laksana bintang kejora.
Sifat malasnya seperti beruang di musim dinin.
Kulitnya putih dan bersih seperti salju.
Suaranya lantang seperti auman singa.
Kakakku galak seperti harimau.
Hatiku terasa sakit seperti ditusuk belati.
Tubuhnya sangat lentur seperti karet.
Jalanan ini ramai seperti pasar.
Kamarnya berantakan sekali seperti kapal pecah.
Wajahnya pucat seperti kertas putih.
Pelukan ibu seperti selimut.
Perempuan itu manis seperti madu.
Suara tawanya bagaikan nenek sihir.
Rambutnya hitam seperti malam.
Matanya tajam seperti elang.
Kata-katanya tajam bak pedang.
Diamnya seperti malam tanpa bintang.
Kesabarannya bagai karang yang dihantam ombak.
Kerinduannya bagaikan api yang membara.
Pekerjaannya bagai mesin yang tidak pernah berhenti.
Perkataannya bagaikan sembilu yang menyayat hatiku.
Tutur katanya bagaikan sihir yang memukau semua pendengar.
Mulutnya berbisa seperti ular.
Cara berjalan perempuan itu bagaikan putri keraton.
Hidup ini perlu dijalani seperti air yang mengalir.
Ia berlari kencang seperti angin.
Badannya ringan seperti bulu.
Senyumnya bak pelangi yang muncul setelah hujan.
Memahamimu bagaikan merangkai puzzle yang rumit.
Ucapannya tajam seperti silet.
Hidupku rasanya seperti kiamat saat ibu meninggal.
Adik cerewet sekali seperti burung beo.
Rambutnya cantik sekali bagaikan mayang yang terurai.
Pantai ini indah sekali seperti surga.
Saat marah, dia seperti singa yang kelaparan.
Ambisinya dalam belajar bagaikan api yang selalu berkobar.
Suhu ruangan saat ini seperti berada di samping matahari.
Aku ingin keluar dari rumah yang seperti penjara ini.
Kesabarannya ibarat benih yang perlahan tumbuh menjadi pohon.
Rumah ini sangat sunyi seperti kuburan.
Aku dan kamu bagaikan siang dan malam.
Jangan hanya berdiam diri seperti gundukan batu.
Otaknya sangat cerdik bagai kancil.
Senyumnya seperti bulan sabit yang menerangi malam.
Pipi gadis itu merona bagaikan bunga mawar.
Suaranya halus bagaikan alunan melodi pada sebuah lagu.
Parasnya cantik bagaikan bidadari turun dari kayangan.
Kekayaan dan keindahan yang ada di Indonesia seperti surga dunia.
Perasaannya campur aduk seperti sup.
Tubuhnya kecil bagaikan anak kucing.
Air matanya jatuh seperti hujan di musim panas.
Senjatanya mematikan seperti tombak.
Perasaannya mudah berubah seperti cuaca.
Senyumnya menenangkan bagaikan angin sejuk di pagi hari.
Hatiku hampa seperti gurun sahara.
Wajahnya tampan bak artis Korea.
Mereka selalu bertengkar seperti Tom and Jerry.
Kekuatan dalam kesatuan bagaikan batu bata yang bersatu membentuk tembok.
Malam ini sunyi dan hening seperti hutan belantara.
Masa depannya cerah seperti matahari yang terbit dari timur.
Tangisannya seperti sungai yang meluap.
Hidupnya seperti jalan yang penuh lika-liku.
Kesenangannya meledak seperti kembang api di tahun baru.
Kegelisahannya bagai badai yang melanda lautan.
Tubuhnya besar seperti raksasa.
Suara dengkurannya seperti knalpot motor.
Suaranya seperti kucing terjepit pintu saat bernyanyi.
Cahaya lampu itu seperti sinar matahari terik di siang hari.
Persahabatan kita seperti kepompong yang merubah ulat menjadi kupu-kupu.
Ruangan ini sangat gelap seperti gua.
Saat menari, ia seperti ombak laut yang bergelombang.
Tingkah lakunya lucu seperti pelawak.
Anak itu berbuat licik seperti rubah.
Majas simile menjadi salah satu elemen penting dalam karya sastra dan pengguanaan bahasa yang efektif. Namun ternyata, deretan majas di atas, juga sering digunakan orang-orang ketika berkomunikasi setiap hari. (fat)
Baca juga: 20 Kata-kata untuk Imlek 2024 yang Penuh Harapan Baik
