Konten dari Pengguna

13 Puisi tentang Perpisahan dengan Kesedihan yang Mendalam

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang Perpisahan. Foto hanya sebagai ilustrasi. Sumber: Pexels/Mehmet Yasin Kabaklı.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang Perpisahan. Foto hanya sebagai ilustrasi. Sumber: Pexels/Mehmet Yasin Kabaklı.

Perpisahan dengan perasaan sedih yang mendalam dapat dirasakan oleh siapa saja. Kumpulan puisi tentang perpisahan dapat menjadi perwakilan perasaan kehilangan dan berpisah dengan seseorang.

Arti kata perpisahan, dalam KBBI Online, kbbi.kemdikbud.go.id, berasal dari kata pisah, yang berarti cerai atau tidak bersama lagi. Perpisahan yang terjadi bisa perpisahan sementara bisa juga selamanya karena tidak bisa bersama kembali.

Daftar isi

Puisi tentang Perpisahan dengan Kesedihan yang Mendalam

Puisi tentang Perpisahan. Foto hanya sebagai ilustrasi. Sumber: Pexels/Monstera Production.

Kumpulan puisi tentang perpisahan dengan kesedihan yang mendalam dapat dirasakan saat berpisah dengan sahabat. Puisi ini juga membahas perpisahan pasangan kekasih dan juga orang terkasih lainnya.

Berikut adalah kumpulan puisi perpisahan yang bisa membuat hati menangis, berdasarkan Kumpulan Puisi Perjalanan Hidup, HerGun Jiro (2021:57) dan Penyair Sosmed: Kumpulan Puisi, Ibnu Kasir (2018:60-61).

Puisi 1

Perpisahan

Kala senja datang

Di hari terakhir ku berjalan

Rasa sesak menyikapku

Membuat sedih dalam kalbu

Kutahan isak tangis dan haru

Malu kuungkap semua rasaku

Berdiri aku di depan

Tak kuasa ku berpamitan

Meninggalkan semua kenangan Kenangan yang sungguh berkesan

Beribu ilmu telah kudapat

Sebagai bekal bermasyarakat

Terima kasih bapak ibu

Kau izinkan aku bersamamu

Selamat berpisah sampai ketemu

Biarlah rindu kutahan sejenak waktu

Purbalingga, 28 September 2018

Puisi 2

Puisi Perpisahan

Sayang

Mungkin inilah takdir cinta kita

Yang berakhir dengan perpisahan

Namun cinta kita telah terikat kuat di hati kita

Jadi janganlah kau sedih di saat kau mengenang saat kita bersama dulu

Simpanlah cinta kita dalam relung hatimu yang paling dalam

Dan kuncilah dengan rapat

Jangan sampai ada sesuatu yang membuatnya menjadi sirna Itu pesanku

Sayang

Mungkin hanya ini yang bisa kuberikan untukmu

Meskipun menyakitkan tapi hati kita telah menyatu

Darah dan jiwa kita telah bersatu padu menjadi cinta yang sempurna

Peganglah tanganku

Tataplah mataku

Kalau perlu belahlah dadaku dan bukalah hatiku

Tiada cinta lain selain cintamu

Sayang

Kenanglah saat kita bersama dulu

Niscaya akan membuatmu lebih tenang, jangan kau tangisi lagi cinta kita

Karena hal itu hanya akan merobek-robek hatimu

Di sini aku hanya bisa berdoa dengan berharap kau kan merasakan pelukan dan belaian ku seperti dulu

Meskipun sekarang kita jauh

Namun tetap dekat di hati

Dan cinta kita akan tetap hidup untuk selamanya

Saat kupejamkan mata

Wajahmu masih kulihat dalam pikiranku

Seakan kau tak pernah lepas dariku.

Puisi 3

Perpisahan

Gendis Azza N.W

Hai temanku...

Rasanya senang berteman denganmu.

Saat aku bersamamu, aku meluapkan masalahku.

Responmu sangat baik.

Hingga aku nyaman berteman denganmu.

Kita pun sama-sama bercerita.

Berjanji sukses bersama.

Seiring berjalannya waktu.

Kita berpisah.

Kau pun mempunyai teman baru.

Dan melupakanku.

Sedih rasanya.

Tapi tak apa, tetaplah berbahagia.

Pasuruan, 22-okt-22

21:05 WIB

Puisi 4

Perpisahan

Tazkia Mutiara Hani

Perpisahan memang tidak bisa kita duga

Dia datang secara tiba-tiba

Dan pada saat inilah kita harus berpisah

Enam tahun kita selalu bersama

Menjalani kisah cerita

Yang amat beragam

Sedih, susah, senang kita selalu bersama

Dan semua itu akan tersimpan

Dan hanya menjadi kenangan

Selamat tinggal teman-temanku Kini kita berpisah

Akan kusimpan semua dan akan kukenang

Sampai kapan pun

Jangan lupakan semua kenangan itu temanku

Puisi 5

Seruling Kapal

Hanya cinta juga yang menuntun mereka dalam kegelapan

Ketika tiba-tiba lampu-lampu menyala dan seruling kapal berbunyi menandakan akan berangkat, mereka terkejut

Kegugupan menekan keduanya dengan rasa bergegas

Tak sempat mereka ucapkan sebuah sajak perpisahan

Tak sempat mereka siapkan.

Dalam sinar mata keduanya tak ada janji atau harapan; juga tak ada sedih atas kenang-kenangan, hanya maut yang dapat membacanya

Bintang-bintang pun kian hijau. Agaknya mereka memerlukan seorang saksi, mereka tak membikin persetujuan apa-apa Orang jauh itu, yang datang membawa cinta dan harapannya tak tahu apa-apa atas perpisahan yang dijemputnya

1972

Puisi 6

Lupakan

Oleh: Uly

Tanpa sebab pohon tumbang

Tanpa api rumah terbakar

Logis mulai berkutik

Itu semua mustahil

Namun berbeda dengan dia

Dia yang telah menjauh

Tanpa meninggalkan alasan

Membuat emosi berkecamuk

Mau atau tidak

Suka atau tidak

Dia bilang bukan urusannya

Dan aku harus melupakan

Jelas benciku menjadi

Muak mengingatnya

Memori tentangnya kuhapus

Karena dia yang pergi

Puisi 7

Perpisahan

Entah mengapa harus ku nikmati...

Rasa galau tak berkesudahan...

Selama ini kau isi hariku...

Sedih dan gembira silih berganti...

Kini, saat itu telah tiba...

Puncak rasa yang harus ku hilangkan..

Ganti wajah tanpa paksaan...

Kenangan muncul lenyap sesaat…

Puisi 8

Salam Perpisahan

Karya: Sriyatun

Sungguh sedih rasa sukma

Berlinang butiran air mata

Sungguh begitu sesak rasa di dada

Karena kita akan terpisah.

Selamat jalan

Nanda ucapkan

Moga-moga engkau selalu bahagia

Jangan engkau sampai melupa

Meskipun kau jauh di mata

Oooh guru yang Nanda cintai

Terimalah semua salam kami

Semua ilmu yang telah engkau beri

Akan menjadi bekal kami

Puisi 9

Oh, Sahabat

M. Zaki Aulia F

Sahabat

Kau ada di saat senang maupun sedih

Hariku bersamamu

Tanpamu, sepi

Sahabat

Kau teman cerita

Kala bosan menerpa

Bermain

Bercanda

Bersama

Memang,

Persahabatan pasti ada pertemuan

Ada perpisahan

Ada masa,

Kita mengurus kehidupan masing-masing

Andai waktu bisa terulang,

'Kan kuhabiskan waktu bersamamu

Puisi 10

Tiba Waktunya Perpisahan

Selama 3 tahun kita menyelami telaga ilmu di sini

Mengukir pendidikan untuk masa depan yang gemilang

Segala diraih hingga indah di peraduan prestasi

Tertanam di dalam hati sanubari dan terkenang di memori

Sekolah engkaulah tempat berteduh kami dari heningnya kebodohan

Tempat menempa diri dengan senjata ujung tinta pena yang menjadi saksi

Dinding-dinding ruang belajar menghiasi kata-kata motivasi setiap hari

Menjadi cerita tersendiri tersimpan dalam peti berisi prestasi

Teman simpan baik-baik kenangan ini dalam sejarah hidupmu

Teruskan perjuangan untuk bangsa, negara, dan agama demi Indonesia tercinta

Jangan sampai terhenti melihat dalamnya jurang perjuangan

Terus lewati hingga mampu menyebrangi tanpa kata lelah

Perpisahan hanya kata peninggalan sejenak dari tempat peraduan ilmu

Tidak ada alasan jiwa untuk saling melupakan kenangan

Kebersamaan akan terus terajut dalam naungan persaudaraan

Erat tidak akan terlepas sampai meraih bersama kesuksesan

Teman jadikan perpisahan ini bukan untuk mengakhiri sebuah pertemuan

Jangan kau jadikan alasan untuk saling mengsombongkan

Tapi jadikan sebuah perpisahan termanis ini adalah

Momen besar untuk saling bertemu dan menggenggam keberhasilan bersama

Selamat berpisah teman..

Kehadiranmu aku tunggu di puncak kesuksesan

Puisi 11

Mencintai dalam Perpisahan

Kami pernah bersama

Menjalin kisah indah dambaan semua orang

Kami pernah bersama

Merajut asa tentang kisah cinta indah yang tak terlupa

Namun

Perpisahan tidak terindahkan

Aku harus mencintaimu sendirian saja

Bahagialah cintaku selamanya

Puisi 12

Di Bandara San Francisco

oleh Yvor Winters

Ini terminalnya, istirahatnya.

Di luar titik ini, di jalur udara,

Anda mengambil jalan yang harus Anda ambil;

Dan aku tetap berada dalam cahaya dan menatap

— Dalam cahaya, dan tidak ada yang lain, terjaga.

Puisi 13

Saat Kita Berdua Berpisah

Lord Byron

Saat kita berdua berpisah

Dalam keheningan dan air mata,

Setengah patah hati

Untuk putus selama bertahun-tahun,

Pipimu semakin pucat dan dingin,

Ciumanmu semakin dingin;

Sesungguhnya saat itu telah dinubuatkan

Kesedihan atas hal ini…

Puisi 14

Hari Pindahan

Catherine Pulsifer

Hari ini aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal

Aku akan merindukanmu,

aku tidak dapat menyangkal

Tapi saat aku pindah ke kota lain

Meninggalkanmu membuatku cemberut.

Saya akan tetap berhubungan,

saya berjanji akan sering menelepon Anda dan kami akan mengobrol.

Ini tidak akan sama, saya tahu.

Tapi kita bisa menelepon dan menyapa.

Jadi aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal,

aku akan mengatakannya selama ini.

Kamu memang sahabat,

seseorang yang seumur hidup.

Ikatan yang kita bagi tidak akan pernah putus.

Kita akan tetap berhubungan, tidak ada kesalahan.

Puisi 15

Perpisahan

Aku tidak pernah menduga bahwa hari ini akan tiba

ketika kita harus berpisah dan harus mengakhiri kesenangan.

Tapi meski ini sudah berakhir dan kita berdua menangis,

ketahuilah bahwa

aku akan memikirkanmu sepanjang tahun-tahun mendatang.

Selamat berpisah teman

Baca Juga: 20 Kata-kata Sedih untuk Diri Sendiri dalam Menjalani Hidup

Itulah kumpulan puisi tentang perpisahan dengan kesedihan yang mendalam. Puisi ini bisa menjadi referensi untuk membuat puisi perpisahan dengan makna yang mendalam. (Fitri A)