14 Kata-Kata Kecewa Bahasa Jawa untuk Mengekspresikan Isi Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata-kata kecewa bahasa Jawa sangat cocok untuk mengekspresikan dan mengungkapkan rasa kecewa seseorang. Kekecewaan dalam hidup tentu tak bisa dihindari. Rasa kecewa disebabkan oleh berbagai hal.
Mengutip dari Jurnal Kognisia, Rahimi, dkk. (2019), kekecewaan merupakan salah satu bentuk emosi yang melibatkan perasaan tidak berdaya, disertai dengan kecenderungan untuk tidak melakukan apa pun dan menjauh dari situasi.
Kekecewaan sering dikaitkan dengan kurangnya kontrol atas situasi, sehingga ketika seseorang sedang merasa kecewa biasanya akan muncul keinginan untuk mengekspresikan dan mengungkapkan perasaan kecewa tersebut. Salah satunya adalah dengan kata-kata.
14 Kata-kata Kecewa Bahasa Jawa Kesedihan Hati
Terdapat beberapa cara untuk mengungkapkan kekecewaan Salah satunya adalah melalui kata-kata kecewa bahasa Jawa yang dapat mengekspresikan kekecewaan di media sosial.
Adapun contoh dari kata-kata bahasa Jawa untuk mengungkapkan rasa kecewa adalah sebagai berikut:
"Ora ana sing luwih nggawe lara ketimbang ndelok kancamu alon-alon ngganti kowe karo kanca liyane."
(Tidak ada yang lebih sakit daripada melihat temanmu perlahan-lahan mengganti dirimu dengan teman yang lain).
"Aku ora nyalahake kore amarga kowe marakke kecewa, aku nyalahake awakku dhewe amarga wis percaya marang kowe."
(Aku tidak menyalahkanmu karena kamu mengecewakan, aku menyalahkan diriku karena telah percaya kepadamu).
"Jebule aku dudu kelangan kanca, aku lagi ngerti yen aku pancen ora tau duwe kanca."
(Ternyata, aku tidak kehilangan teman, aku hanya baru sadar kalau memang tidak pernah memilikinya).
"Kepercayaan mbutuhake pirang-pirang taun kanggo mbangun, nanging mung sedhela kanggo dirusak."
(Kepercayaan butuh bertahun-tahun untuk dibangun, tapi hanya sekejap untuk dihancurkan).
"Kowe lungo nggowo kenangan, tapi kowe teko nggowo undangan".
(Kamu pergi membawa kenangan, tapi kamu datang membawa undangan).
"Aku rumangsa wedi ngrasakne seneng amarga saben aku seneng, ana sing ala mesthi kedadeyan".
(Aku merasa takut untuk bahagia karena setiap aku merasakannya, sesuatu yang buruk pun selalu terjadi setelah kebahagiaan itu).
"Kanggo kepungkur, mandheg nyentek mburi. Aku ora pengin ndeleng sampeyan maneh".
(Teruntuk masa lalu, berhentilah menepuk punggungku. Aku tidak ingin melihatmu lagi).
"Kowe pancen pinter nggawe uwong sayang, tapi kenapa malah mbok tinggal pas aku lagi sayang-sayange?"
(Kamu memang pintar membuat orang sayang, tapi mengapa kemudian kamu tinggalkan saat aku sedang sayang-sayangnya?).
"Aku dudu ngadoh, mung njaga dhewe supaya ora digunakake sak penake."
(Bukannya menjauh, aku hanya menjaga diriku supaya tidak dimanfaatkan).
"Pangarepan iku sumbere lara ati".
(Keinginan adalah akar dari semua sakit hati).
"Ana siji wae sing bisa mbok tindakake kanthi apik, yaiku ngremukke ati."
(Hanya satu hal yang bisa kamu lakukan dengan baik, yaitu meremukkan hati).
"Sak umur-umurku, wong ngomong yen aku ora ana apa-apane".
(Seumur hidupku, orang-orang mengatakan aku bukanlah apa-apa).
"Mungsuhku sing paling gedhe kuwi awakku dhewe."
(Musuh terbesarku adalah diriku sendiri).
"Kenyataan sing paling nggawe sedih iku yen sadar wis nyia-nyiakke kesempatan sing ora bakal teka ping loro".
(Kenyataan yang paling menyedihkan adalah menyadari diri ini telah menyia-nyiakan kesempatan yang tidak datang dua kali).
Baca juga: 20 Kata Bijak untuk Saudara yang Tidak Peduli sebagai Ungkapan Kekecewaan
Itulah contoh dari quote atau kata-kata kecewa bahasa Jawa yang bisa digunakan sebagai status di media sosial. (Nisa)
