15 Contoh Puisi Hari Guru Nasional yang Menyentuh Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 9 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh puisi Hari Guru Nasional menjadi sarana istimewa untuk menyampaikan rasa hormat, cinta, dan apresiasi kepada para guru yang telah memberikan dedikasi luar biasa dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Puisi adalah salah satu bentuk ekspresi yang penuh keindahan, mampu menggambarkan perasaan, dan pikiran dengan bahasa yang menyentuh hati.
Melalui untaian kata yang sederhana tetapi penuh makna, puisi dapat menjadi medium penghargaan bagi para guru yang telah dengan tulus mencurahkan ilmu dan kasih sayang.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Puisi Hari Guru Nasional
Berikut adalah beberapa contoh puisi Hari Guru Nasional yang menyentuh hati.
1. Guru Adalah Puisi
Contoh ini diambil dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:12-13).
Oleh: Herman Supratikto
sajak terakhir sebelum purna
Guru adalah puisi
yang menabur fonem di taman edukasi pada muridnya
dan membiarkan mereka merangkainya jadi kata.
Guru adalah puisi
yang menabur diksi di ruang-ruang literasi
yang membiarkan mereka bermain makna dari kamus,
ensiklopedi
sampai mereka menemukan arti jati diri.
Guru adalah puisi
yang tak bisa diganti dengan genre teknologi.
Karena dalam hidup ada cipta
maka bebaskan mereka melukiskan mimpinya.
Karena dalam hidup ada rasa
maka etikabilitas mesti dibangun setinggi Burj Khalifa,
Karena dalam hidup ada karsa
maka biarkan kehendak mereka mengangkasa merajut kodrat diri
tanpa anomali.
Guru adalah puisi
yang bisa melukis gerimis di sela pancaroba.
Melembabkan tanah, menabur benih
merebakkan tunas ke taman-taman kota.
Guru adalah puisi
Yang pada masanya akan selalu dibaca
bagi murid-muridnya.
Guru adalah puisi
Yang ikut melukis kanvas dengan kata
pada seribu kusuma bangsa.
2. Lelahmu Lillah
Contoh ini dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:14),
Oleh: Bunda Azki
Saat mentari menyembul secercah asa
Kau ayun seluruh jiwa raga
Rela tinggalkan sanak keluarga
Hingga lembayung senja menjelma
Segenggam asa kau kumpulkan
Meniti jalanan terjal bebatuan
Demi kami yang selalu merindukan
Duduk bersama mengisi kekosongan
Gubahan syair indah nan merdu
Tertulis rapi dalam partitur lagu
Ucapan rasa terima kasih guru
Tak sanggup mengganti semangat juangmu
Ungkapan syukur yang tak terukur
Bangga dan cinta semakin tercampur
Meraki rasa hingga rindu melebur
Untukmu wahai guru sang pelipur
3. Terimakasih Guru
Contoh ini dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:18).
Oleh: Masrifa
Guru orang tua keduaku
Disekolah dia mengajarkan sopan santun kepada ku
Menasehati baik dan buruk suatu hal
Aku pergi mencari ilmu
Dia memberi ku cinta dan ilmu
Dia adalah pelita di hidupu
Tak pernah lelah di hadapan ku
Kau sembunyikan wajah lelah sedihmu
Seolah kau bahagia selalu
Kata-katamu penuh candu
Ku resapi dan kan kuingat selalu
Terimakasih atas semua pengorbanan mu
Terima kasih atas semua jasa mu
Jasa mu tak terukur
Kan selalu kukenang seumur hidup ku
4. Sang Guru
Contoh ini dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:111).
Oleh: Ita El Islam
Mereka terlahir kerana hati nurani
Membuat takdir sendiri menjadi panutan Bestari
Siapa yang mau bersusah payah mengajar dan
membimbing
Insan yang buta huruf, buta adab, buta ilmu?
Jika bukan kerana panggilan jiwa,
Guna membentuk sang widyantara
Tuhan mencipta kata, dan merekalah washilah-Nya
Sebab manusia butuh teladan
Sebab manusia terkadang melalaikan
Sebab manusia butuh arahan
Dari siapa? Dari mana?
Dari yang disebut dengan “Sang Guru”
Pelita di tengah kelamnya bawana
Pahlawan tanpa tanda jasa
5. Tanpa Tanda Jasa
Contoh ini dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:115).
Oleh: Akbal Marfianda
Guru…
Tiada hari tanpa semangat
Tiada henti bergegas melihat jam di pagi hari
Engkau melangkah kakimu ke sekolah
Engkau selalu datang walau hujan menimpa
Engkau datang dengan wajah yang senyuman
Murid mu penuh salah tetapi engkau tetap berlemah
lembut
Murid mu berkelakuan tetapi engkau tetap mentransfer ilmu mu
Guru…
Engkau seorang pahlawan
Engkau seorang orang tua
Tiada yang dapat membalas jasa mu
Dari kecil hingga besar engkau mengajari kami
Dari hal yang kami tidak tahu menjadi tahu
Betapa banyak ilmu mu yang sudah serap
Betapa banyak ilmu mu yang sudah kami amalkan
Betapa banyak ilmu mu yang sudah kamu berikan kepada orang lain
Sungguh pahala akan terus mengalir
Walau kamu sudah tiada
Surga firdaus menantimu di akhirat kelak
6. Museum Aksara
Contoh puisi Hari Guru Nasional ini diambil dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:114).
Oleh: Achmad Hilman Zidni Fikri
Di suatu museum
Senyumanmu sangatlah menggebu
Tetapi
Wajahmu tirus seperti tisu
Karna kau selalu memikirkan bagaimana nasib anakmu
Pengetahuan yang kau berikan
Menjadi pelajaran bagiku
Pengalaman yang kau berikan
Membuatku tersipu malu
Kau menjadi tauladan bagi seluruh anakmu
Kau adalah superhero yang menyelamatkan nasib anakmu
Kau bagaikan penyelamat anak-anakmu
Terimakasih atas semua yang kau berikan
Kepada seluruh anakmu
Semoga keringat dan susah payahmu dalam mendidik kami
Menjadi pahala bagi dirimu wahai guruku
7. Lentera Kehidupan
Contoh ini diambil dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:117).
Oleh: Aleva Riszky Sudrajat
Ruang hampa tanpa isi
Yang diselimuti kesunyian
Ruang hampa yang kian berisi
Kini mengucapkan terimakasih
Ketika ketakutan melanda
Kau ulurkan tangan
Ketika menghilang jalan dihadapan ku
Kau kembalikan aku kejalan yang ku tuju
Letih, letih yang terbayarkan
Oleh kabar kesuksesan
Begitu sederhana untuk mu
Wahai lentara ku, guru ku……
8. Guru Hebat, Indonesia Kuat
Contoh ini dikutip dari situs homeschooling-hspg.sch.id.
Engkau tiang dari bangsa yang kokoh,
Mengajarkan nilai di setiap detak waktu,
Dalam kelas kecil yang menjadi saksi,
Impian besar mulai tumbuh dan beradu.
Guru hebat, engkau pahlawan tak bersenjata,
Namun perjuanganmu membentuk peradaban,
Tak kenal lelah mendidik dan memupuk cita,
Menjadikan kami generasi harapan.
Di balik senyummu yang sederhana,
Ada tekad yang tak pernah menyerah,
Kau tanamkan keberanian dalam jiwa,
Agar kami mampu menaklukkan dunia.
Hari ini kami persembahkan rasa hormat,
Untuk semua cinta dan pengorbananmu,
Guru hebat, Indonesia kuat,
Namamu terukir abadi dalam sejarah waktu.
9. Bintang dalam Kegelapan
Contoh ini dikutip dari situs homeschooling-hspg.sch.id.
Guru, engkaulah bintang kami,
Di langit gelap, engkau bersinar terang,
Menghiasi malam dengan ilmu dan arti,
Memberi harapan di hati yang bimbang.
Tiap langkahmu adalah hikmah,
Setiap teguranmu adalah kasih sayang,
Kau tak pernah lelah mendengar,
Meski beban dunia di pundakmu terhampar.
Kami mungkin belum sempurna memahami,
Betapa besar pengorbananmu yang tulus,
Namun satu hal yang kami pastikan kini,
Namamu akan terus kami sebut dengan tulus.
Selamat Hari Guru, wahai pelita bangsa,
Doa kami untukmu takkan pernah usai,
Semoga hidupmu dilimpahi bahagia,
Sebagaimana engkau telah membuat kami percaya.
10. Sang Pelita Dalam Kegundahan
Contoh ini dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:153-154).
Oleh: Wirda Thifal
Oh pelitaku…
Di saat jalan begitu muak dihadapi
Engkau menghampiri daku dengan ikhlas hati
Disaat suatu kata terasa sesak dalam dada
Engkau mengobati daku dengan penuh nada
Oh pelitaku…
Engkau bagaikan lukisan indah yang terngiang dalam
benakku
Menerangi daku dalam kesesatan serta menutupi segala
luka
Walau dilapisi dengan bertubi kelelahan
Engkau tak pernah runtuh menerangi daku
Oh pelitaku…
Walau daku hanya seorang fakir
Walau daku berada dalam kegelapan yang pekat
Engkau muncul bak bidadari tak bersayap membimbing
daku
Walau badai menerjang sekalipun
Engkau tak letih meninggikan daku
Oh pelitaku…
Ribuan kata terima kasih daku ucapkan dalam lubuk hati
terdalam
Keringat yang membasahi kulitmu menjadi saksi
Bahwa semangat juang dalam menuntut ilmu tidak
pernah terhenti
Ribuan jasamu yang tak terhingga itu kan tersimpan tulus
dalam hati ini
11. Mengabdi Tanpa Henti
Contoh ini dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:19).
Oleh: Mudmainah, S.Pd.SD
Dalam sunyi kuriuhkan pinta sepenuh hati
Agar beban mengabdi tak lagi menjadi perih
Dalam sepi kuteriakkan cinta segenap asa
Bukan karena ingin mengais nama
Tapi, demi putra-putri bangsa nan berharga
Mencoba berdamai dengan gemuruh isi kepala
Kebijakan silih berganti seiring pergantian purnama
Sedikit celah saja kami menjadi tersangka
Namun kami tidak goyah
Tawa mereka memberi napas panjang di setiap dahaga
Sejenak mengistirahatkan raga
Duduk bersama ilalang dan bebatuan
Meskipun mata ini terpejam
Dalam benak berkata
“Apa kabar mereka?”
12. Secercah Asa
Contoh ini dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:186)
Oleh: Annisa’ Kurniati
Kala mereka tak elok pekerti
Kala mereka tak cakap budi
Kala mereka tak santun tutur kata
Kala mereka tak cerah jiwa
Janganlah tanya salah siapa
Janganlah tanya tanggung jawab siapa
Jangan tuntut mereka tuk sempurna
Jangan tuntut pula tuk jelma jadi dewa
Mari beri teladan
Mari tuntun tuk beri harapan
Mari dorong tuk raih impian
Tuk secercah asa
Yang penuh makna
Demi mereka raih merdeka
Demi mereka raih bahagia
Demi jadikan manusia seutuhnya
Demi generasi emas Indonesia
13. Abdi Mulia
Contoh ini diambil dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:136).
Oleh: Nurul Fajriah Nasution
Tetesan keringat mengalir dari dahimu
Entah berapa jam sudah kau tahan peluh itu
Meski kau sembunyikan dengan tameng ceriamu
Aku, muridmu memahamimu
Berkilometer kau tinggalkan suami dan anak
Berhari-hari hidup berjauhan dengan penuh renjana
Aku tau ini tak mudah untukmu
Demi pengabdian mulia engkau patuh
Guruku, maafkan aku
Yang tak pernah menghargai perjuanganmu
Yang tak mengindahkan petuahmu
Yang tak mengerti niat tulusmu
Guruku, kelak izinkan aku bersaksi untukmu
Atas semua wiyata dan ketulusan didikanmu
Gelar pahlawan tanpa tanda jasa layak kau pangku
Apresiasi tertinggi atas keluhuranmu
14. Guru
Contoh ini diambil dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:109-110).
Oleh: Giyanti Indranarmi, S.Pd
Ada langkah kaki yang terus maju
Menapaki hari demi hari
Dan detik demi detik yang terus bergulir
Menyongsong sebuah asa yang telah ter-eja
Engkau hadir sebagai penerang dalam kegelapan
Menerangi setiap sudut pandangan dan ruang hati
Tiada lelah kehangatan dan kasihmu
Selalu membelai dan menuntun pada sebuah impian
Kau bukakan pintu dan jendela dunia
Lewat ilmu yang engkau berikan
Wahai guru,
Kau buka tabir untuk estafet dari generasi ke generasi
Ada banyak hal yang kau berikan
Dalam membekali langkah-langkah anak negeri
Senyum dan doamu adalah sebuah semangat
Bagi pejuang-pejuang era globalisasi
Untuk meraih cita-cita dan harapan Ibu pertiwi
Tiada pernah surut langkahmu
Walau penuh dan lelah menggelayut di ragamu
Segala hal kau persembahkan demi sebuah perjuangan
Yah,
Perjuangan untuk mencerdaskan anak bangsa
Wahai Guru, Hadirmu bagai sang bagaskara
Yang mampu menerangi luasnya cakrawala
Memberi sinaran dan kehidupan
Bagi gulitanya dunia,
Kehadiranmu bagaikan setetes embun pagi
Yang mampu menyejukkan hati
Bagi kami yang terkungkung oleh kebodohan
15. Menghajar Andragogi
Contoh ini dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk, (2023:17)
Oleh: Shofiyah
Di batas yang mengenal andragogi
Meski penuh gerogi menggerogoti
Katanya, dulu abjad di papan berkapur itu hanya cekokan
Tanpa dibilas langsung untuk apa selanjutnya?
Demikian suara-suara masih terekam jelas
Sayup begitu nahas dan papa meski nilai rapor
pada masanya nyentrik
Sebagai trik agar anak didik bergelar ijazah
Tapi, tahukah kau?
Pelajaran paling diminati oleh putra bangsa kali ini?
Ialah berita perebutan kasta
Demi menguar cuan-cuan berlogika
Memasung pikiran sendiri
Mengingat harmoni caci orang lain
Berupa tindak kekejaman
Tiada usai
: cyberbullying
Seakan-akan melupakan peran orang tua-pengganti
Di bangku pendidikan
Demikianlah beberapa contoh puisi Hari Guru Nasional. Selamat Hari Guru Nasional! (Mey)
Baca juga: 10 Contoh Surat untuk Hari Guru yang Menyentuh Hati dan Berkesan
