15 Contoh Soal Artikel Ilmiah Populer Kelas 8 SMP di Kurikulum Merdeka

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ada berbagai materi yang perlu dipelajari, seperti salah satunya artikel ilmiah populer. Untuk bisa lebih memahami materi ini, maka penting untuk tahu contoh soal artikel ilmiah populer sebagai cara untuk berlatih soal.
Materi artikel ilmiah populer dipelajari di kelas 8 SMP sesuai informasi dari buku Bahasa Indonesia, Maya Lestari Gusfitri, dkk., (2021:78). Pada materi ini, siswa diharapkan bisa memahami seputar artikel ilmiah populer, mulai dari ciri, unsur, hingga cara menulisnya.
Tidak hanya itu, diharapkan siswa juga bisa mengetahui perbedaan antara fakta dan opini, mengenal kalimat perbandingan dan analogi, serta memahami sinonim dan antonim. Oleh karena itu, penting untuk bisa memahami materi ini dengan baik.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
15 Contoh Soal Artikel Ilmiah Populer Kelas 8 SMP untuk Dipelajari
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk dapat memahami materi artikel ilmiah populer adalah dengan berlatih soal. Oleh karena itu, inilah contoh soal artikel ilmiah populer kelas 8 SMP di Kurikulum Merdeka yang bisa dipelajari untuk berlatih mengerjakan soal.
Peserta Didik Kelas VIIIC Sangat Suka Membaca Buku
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia, Maya Lestari Gusfitri, dkk., (2021:98)
Dari peserta didik kelas VIIIC yang berjumlah 30 orang, banyak yang sangat suka membaca buku. Hal ini terlihat dari jumlah buku yang mereka baca dalam sebulan.
Daftar kunjungan mereka ke perpustakaan sekolah juga menunjukkan bahwa peserta didik kelas VIIIC suka berkunjung ke perpustakaan pada waktu istirahat dan membaca buku di sana.
Berdasarkan kuesioner yang disebarkan, peserta didik yang membaca 1-2 buku dalam seminggu berjumlah 10 anak, peserta didik yang membaca 3-5 buku berjumlah 8 anak, dan sisanya suka membaca lebih dari 5 buku. Artinya, dalam sebulan, peserta didik kelas VIIIC paling sedikit membaca buku.
Dari daftar kunjungan pustaka, peserta didik kelas VIIIC tercatat paling sering mengunjungi perpustakaan. Jumlah total kunjungan peserta didik kelas VIIIC lebih dari 1000 kali dalam setahun.
Tidak mengherankan jika dari semua peserta didik di sekolah, peserta didik kelas VIIIC paling banyak mengukir prestasi karena mereka sangat gemar membaca. Peserta didik yang gemar membaca memiliki banyakpengetahuan yang dapat membantu mereka meraih prestasi.
Artikel ilmiah tersebut valid karena pendapat penulis didasarkan pada…
a. Subjektivitas penulis
b. Pendapat ahli
c. Data hasil kuesioner
d. Pendapat penulis
Jawaban: C
Bagaimana cara penulis mendapatkan data pada artikel ilmiah tersebut?
a. Menyebarkan kuesioner
b. Melakukan wawancara
c. Melakukan pengamatan
d. Membaca tulisan orang lain
Jawaban: A
Persamaan kata dari pustaka adalah…
a. Buku
b. Pensil
c. Pulpen
d. Penggaris
Jawaban: A
Contoh kalimat fakta dari artikel ilmiah tersebut adalah…
a. Banyak peserta didik tidak suka membaca buku
b. Hanya sedikit peserta didik yang pergi ke perpustakaan
c. Peserta didik yang membaca 1-2 buku dalam seminggu berjumlah 10 anak
d. Hanya ada 1 anak yang suka membaca 1 buku
Jawaban: C
Yang bukan ciri dari kalimat fakta adalah…
a. Kalimat fakta dapat diuji kebenarannya
b. Kalimat fakta bersifat subjektif
c. Kalimat fakta berisi kejadian yang benar terjadi
d. Kalimat fakta bersifat objektif
Jawaban: B
Yang bukan cara mengumpulkan data dalam menulis artikel ilmiah populer adalah…
a. Wawancara
b. Kuesioner
c. Membaca tulisan orang lain
d. Mengarang data sendiri
Jawaban: D
Yang bukan termasuk ke dalam etiket wawancara saat mengumpulkan data adalah…
a. Menyapa orang yang akan diwawancarai
b. Langsung memberikan pertanyaan
c. Memperkenalkan diri
d. Menyampaikan maksud dan tujuan wawancara
Jawaban: B
Interaksi Peserta Didik Difabel di Sekolah Inklusi
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia, Maya Lestari Gusfitri, dkk., (2021:86)
Membicarakan interaksi peserta didik difabel di sekolah inklusi merupakan sesuatu yang menarik. Peserta didik difabel adalah peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik dari segi fisik maupun mental.
Dikutip dari laman halodoc.com, difabel adalah bentuk halus untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami disabilitas atau keterbatasan, baik dari segi fisik, mental, maupun intelektual.
Mereka disebut difabel karena mempunyai kemampuan yang berbeda dibanding anak-anak lainnya. Jadi, sekolah inklusi memberikan layanan khusus terhadap peserta didik difabel dalam berinteraksi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo (2010: xv), interaksi terhadap peserta didik difabel dapat dilakukan dengan interaksi simbolik atau interaksi menggunakan simbol-simbol, seperti dengan puzzle, gambar, dan simbol-simbol pendukung lainnya.
Peserta didik difabel sudah selayaknya mendapat layanan khusus saat berinteraksi di sekolah inklusi. Layanan ini seharusnya tidak hanya datang dari guru pendamping, tetapi juga dari semua pihak yang ada di sekolah.
Guru-guru yang bukan guru pendamping, peserta didik yang bukan peserta didik difabel, petugas perpustakaan, penjaga keamanan sekolah, pemilik kantin, sampai masyarakat sekitar sekolah juga harus mendukung layanan interaksi khusus untuk peserta didik difabel.
Jika sewaktu-waktu peserta didik difabel keluar dari sekolah dengan alasan apa pun, masyarakat diharapkan memperlakukan mereka dengan baik. Artinya, semua pihak saling bersinergi menerima keberadaan peserta didik difabel di sekolah inklusi.
Apabila sudah ada interaksi yang baik antara peserta didik difabel dan semua pihak di sekolah inklusi, mereka akan merasa nyaman di sekolah. Dengan demikian, kemungkinan mereka juga dapat meraih prestasi dan mengharumkan nama sekolah, seperti peserta didik yang lain.
Apa yang dimaksud dengan interaksi?
a. Berhubungan baik atau hubungan yang saling memengaruhi
b. Hubungan yang buruk antar sesama
c. Tidak terjalinnya hubungan antar sesama
d. Hubungan yang tidak saling memengaruhi
Jawaban: A
Manakah yang termasuk kalimat fakta dari teks tersebut…
a. Peserta didik difabel adalah peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik dari segi fisik maupun mental.
b. Kemungkinan mereka juga dapat meraih prestasi dan mengharumkan nama sekolah.
c. Membicarakan interaksi peserta didik difabel di sekolah inklusi merupakan sesuatu yang menarik.
d. Jika sewaktu-waktu peserta didik difabel keluar dari sekolah dengan alasan apa pun, masyarakat diharapkan memperlakukan mereka dengan baik.
Jawaban: A
Fasilitas untuk peserta didik difabel di sekolah ini tidak seperti fasilitas untuk peserta didik difabel di sekolahku. Kalimat tersebut termasuk ke dalam kalimat…
a. Perbandingan
b. Penilaian
c. Argumentasi
d. Perintah
Jawaban: A
Yang bukan contoh dari kalimat berantonim di bawah ini adalah…
a. Semua peserta didik saling menyemangati satu sama lain.
b. Gedung muka belakang SMP Merdeka dipasang ramp untuk peserta didik difabel.
c. Peserta didik kelas sembilan SMP Merdeka belajar siang dan malam untuk persiapan ujian akhir.
d. Guru pendamping yang paling merasakan susah senang mengajar peserta didik difabel.
Jawaban: A.
Fasilitas Sekolah untuk Peserta Didik Difabel
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia, Maya Lestari Gusfitri, dkk., (2021:81)
Di SMP Merdeka terdapat lima peserta didik difabel. Empat di antara peserta didik itu berjalan menggunakan bantuan kruk, sementara satu lagi memakai kursi roda.
Selain kelima peserta didik itu, ada satu peserta didik lagi yang mengalami kesulitan berjalan karena baru saja mengalami kecelakaan. la juga pergi ke sekolah dengan menggunakan kruk.
Menurut dokter, kemungkinan besar kakinya baru dapat berjalan normal sebulan lagi. Sebaiknya, SMP Merdeka lebih memperhatikan fasilitas untuk peserta didik dengan kondisi seperti itu.
Sayangnya, hal itu belum dilakukan SMP Merdeka. SMP Merdeka memiliki dua gedung belajar. Setiap gedung itu memiliki dua lantai. Untuk mencapai lantai dua, para peserta didik harus menaiki tangga.
Kondisi ini tentu menimbulkan kesulitan bagi peserta didik difabel, terutama bagi peserta didik yang berjalan dengan menggunakan kruk. Mungkin bagi mereka, menaiki tangga rasanya seperti mendaki gunung.
Mereka membutuhkan waktu lama untuk sampai di lantai dua. Peserta didik difabel yang menggunakan kursi roda mempunyai masalah lain lagi. Jika peserta didik dengan kruk merasa tangga layaknya gunung, peserta didik dengan kursi roda merasa tangga adalah dinding pembatas.
la sama sekali tidak dapat melaluinya. Peserta didik ini selalu dibantu untuk dapat naik ke lantai dua. Kadang-kadang ia belajar di ruang guru yang terletak di lantai satu.
Kondisi ini sangat memprihatinkan karena Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyatakan bahwa kaum difabel memiliki hak untuk menggunakan semua fasilitas publik dengan nyaman, termasuk fasilitas sekolah.
Sekolah sebaiknya membangun fasilitas ramp, yaitu jalan penghubung antarbangunan yang memiliki kemiringan tertentu. Ramp membantu peserta didik difabel yang menggunakan kursi roda untuk dapat naik ke lantai dua tanpa perlu digendong.
Sudah saatnya sekolah memikirkan fasilitas ini karena semua peserta didik memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan di sekolah.
Di bawah ini yang bukan merupakan contoh dari kalimat analogi adalah…
a. Membicarakan fasilitas untuk peserta didik difabel cukup rumit, bak mencari jarum dalam jerami.
b. Bagi peserta didik difabel, menaiki tangga sekolah laksana mendaki gunung yang sangat tinggi.
c. Pemerintah harus menyediakan fasilitas bagi kaum difabel seumpama menyediakan fasilitas bagi rumah sendiri.
d. Peserta didik difabel kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah karena fasilitas yang tidak mendukung.
Jawaban: D
Tongkat penyangga untuk membantu berjalan disebut dengan…
a. Kruk
b. Ramp
c. Kursi roda
d. Resistance Band
Jawaban: A
Salah satu sumber valid yang digunakan pada artikel ilmiah populer tersebut adalah…
a. Wawancara
b. Kuesioner
c. Undang-Undang
d. Penelitian sebelumnya
Jawaban: C
Manakah kalimat di dalam teks tersebut yang termasuk ke dalam pendapat penulis?
a. Semua peserta didik mempunyai hak yang sama untuk mengakses fasilitas publik dengan aman dan nyaman.
b. Ramp akan membuat peserta didik difabel yang menggunakan kursi roda dapat naik ke lantai dua tanpa perlu digendong.
c. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyatakan bahwa kaum difabel memiliki hak untuk menggunakan semua fasilitas publik dengan nyaman, termasuk fasilitas sekolah.
d. SMP Merdeka memiliki dua gedung belajar.
Jawaban: A
Baca juga: 15 Contoh Artikel Ilmiah Populer dalam Berbagai Tema Menarik
Itulah contoh soal artikel ilmiah populer kelas 8 SMP yang bisa dijadikan bahan untuk berlatih soal. Dengan rajin berlatih, maka pemahaman akan materi artikel ilmiah populer akan semakin bertambah. (PRI)
