Konten dari Pengguna

15 Kata-Kata Ibnu Sina yang Bijak tentang Kehidupan

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kata bijak ibnu sina - Sumber: pexels.com/@thought-catalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kata bijak ibnu sina - Sumber: pexels.com/@thought-catalog

Ada beberapa kata bijak Ibnu Sina yang masih relevan dengan kehidupan di masa sekarang. Meskipun, rangkaian kata bijak tersebut sudah diucapkannya ratusan tahun yang lalu. Ibnu Sina memang dikenal sebagai seorang dokter yang gemar menulis.

Selain ilmu pengetahuan, Ibnu Sina juga tertarik pada sastra. Dia menulis puisi dalam bahasa Persia dan Arab. Dia berusaha menyatukan pemikiran filsafat dengan ajaran Islam, meskipun pandangannya tidak selalu diterima oleh ulama Islam pada zamannya.

Berbagai Kata Bijak Ibnu Sina

Ilustrasi kata bijak ibnu sina - Sumber: pixabay.com/tumisu

Ibnu Sina, juga dikenal sebagai Avicenna dalam bahasa Latin, adalah seorang cendekiawan besar dari dunia Islam pada abad Pertengahan. Dia lahir pada tahun 980 Masehi di Afshona, dekat Bukhara, yang saat ini terletak di Uzbekistan.

Ibnu Sina merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan. Khususnya dalam bidang filsafat, ilmu kedokteran, dan ilmu pengetahuan alam. Dia meninggal pada tahun 1037 Masehi di Hamadan, Iran.

Ada banyak kata bijak Ibnu Sina mengenai kehidupan yang masih dikenal banyak orang hingga saat ini. Berdasarkan buku Tawanan Benteng Lapis Tujuh: Novel-Biografi Ibnu Sina, Ḥusayn Fattāḥī, 2011, salah satu yang terkenal adalah:

Saat kebodohan menguasai kesadaran, maka kesadaran memiliki hak untuk berbuat hal paling bodoh.

Beberapa kata bijak dari Ibu Sina lainnya antara lain:

  1. Tak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan kecuali kemalasan. Tak ada obat yang tak berguna selain kurangnya pengetahuan.

  2. Saya lebih memilih memiliki hidup yang pendek dengan lebar daripada yang sempit dengan panjang.

  3. Ketika anak telah mendapatkan asuhan ibunya, maka ajarkanlah ia adab-adab Islam sebelum ia diserang oleh nilai-nilai buruk.

  4. Dokter yang bodoh adalah ajudan kematian.

  5. Orang yang bijak membetulkan kesilapan diri dengan melihat kesilapan orang lain

  6. Saat hati sedang marah, jangan menjawab persoalan.

  7. Kalaulah Anda tidak mampu untuk menggembirakan orang lain janganlah pula Anda menambah duka.

  8. Orang yang arif itu dermawan. Bagaimana ia tidak akan dermawan, karena harta benda baginya bukanlah kekayaan. Kekayaan yang sejati ialah cinta akan kebenaran.

  9. Waktu hanyalah sebuah fitur dari kenangan dan harapan kita.

  10. Mereka mengajak orang-orang menuju ke surga, sementara mengajak anak yatim makan saja mereka tidak mampu.

  11. Pengetahuan tentang apapun, karena segala sesuatu memiliki sebab, tidak diperoleh atau lengkap kecuali diketahui penyebabnya.

  12. Dunia ini ibarat bayangan, kejar dia dan engkau tak akan pernah bisa menangkapnya. Balikkan badanmu darinya dan dia tak punya pilihan lain kecuali mengikutimu.

  13. Ketidaktahuan menyebabkan rasa takut, ketakutan menyebabkan kebencian, kebencian mengarah pada kekerasan.

  14. Barang siapa menyalakan api fitrnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.

  15. Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan.

Baca Juga: 21 Kata-Kata Bill Gates yang Bagus dan Memotivasi untuk Sukses

Itu tadi contoh kata bijak Ibnu Sina tentang kehidupan. Kata-kata bijak Ibnu Sina tersebut dapat mengilhami seseorang untuk merenungkan makna kehidupan dan mengambil hikmah dari setiap pengalaman yang dihadapi. (DNR)