Konten dari Pengguna

15 Kata-kata Motivasi Cinta dalam Diam

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata-kata Motivasi Cinta dalam Diam. Foto : Pixabay/GoranH
zoom-in-whitePerbesar
Kata-kata Motivasi Cinta dalam Diam. Foto : Pixabay/GoranH

Cinta merupakan anugerah dari Allah yang disisipkan ke dalam hati manusia. Hadirnya cinta tak pernah dapat diminta maupun ditolak. Tidak ada cara lain menanggapi perasaan cinta selain menikmatinya. Namun, kehadiran cinta harus disikapi dengan bijaksana. Dalam artikel ini kami sajikan 15 kata-kata motivasi cinta dalam diam agar kita dapat bersikap bijaksana akan hadirnya cinta.

Kata-kata Motivasi Cinta dalam Diam

Perasaan cinta kepada lawan jenis membuat kita tergoda untuk selalu memikirkan orang tersebut. Namun, kita harus berhati-hati jika setiap saat selalu memikirkan si dia. Ibnu Taimiyah berkata,

“Jika seseorang memikirkan sesuatu hingga membuatnya lupa pada Allah maka seakan-akan ia telah memiliki Tuhan yang baru.”

Cinta itu tumbuhnya di hati dan kita dianjurkan untuk selalu menjaga hati. Dalam ajaran islam, cinta kepada lawan jenis hanya boleh diwujudkan dalam ikatan pernikahan yang suci. Jika seorang pemuda belum mampu menikah, maka dianjurkan untuk menahan diri dengan berpuasa agar terhindar dari perbuatan zina.

Kata-kata Motivasi Cinta dalam Diam. Foto : Pixabay/suju-foto

Berikut merupakan 15 kata-kata motivasi cinta dalam diam agar kita dapat bersikap bijaksana atas hadirnya cinta :

  1. Kadang, seseorang yang memperhatikanmu dari jauh, yang diam-diam menyukaimu adalah seseorang yang paling mencintaimu.

  2. Aku diam, karena aku ingin belajar memahami, jika mencintai tak harus saat ini juga dapat memiliki. (Sarah Aulia)

  3. Aku memilih mencintaimu dalam diam karena dalam hening aku tidak mendapat penolakan dan dalam sunyi tidak ada yang memilikimu selain aku. (Rumi)

  4. Aku mencintaimu dari jauh, sejauh keberadaanmu yang belum sanggup untuk kusentuh. (Sarah Aulia)

  5. Aku menyukai tiga bahasa di dunia ini: musik, cinta dan kesunyian. (Qasim Chauhan)

  6. Setiap hati dapat saling mengerti, bahkan dalam keheningan.

  7. Diamku bukan berarti tidak memperjuangkamu. Andai kamu tahu, selalu bayangmu yang kupandang sebelum aku terpejam dalam malam. (Sarah Aulia)

  8. Diam bukan berarti kosong tetapi ia penuh dengan jawaban.

  9. Dengarkanlah keheningan, banyak sekali yang ingin ia katakan. (Rumi)

  10. Tahu sebesar apa aku mencintaimu? Lalu dengan cara seperti apa aku memperjuangkanmu? Aku percaya, cinta adalah pertemuan antara doa dengan doa. (Sarah Aulia)

  11. Jika kamu lebih diam maka kamu lebih bisa mendengar. (Rumi)

  12. Tidak mengatakan apa-apa terkadang mengatakan yang paling banyak. (Emily Dickinson)

  13. Aku menyayangimu. Tak hentinya aku menerbangkan namamu dalam langit-langit doaku. Berharap, semoga Tuhan selalu tersenyum ketika mendengar pinta-pintaku atasmu. (Sarah Aulia)

  14. Mencintai dalam diam. Biar undangan pernikahanmu yang menggemparkan.

  15. Aku ingin bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan. Atas restu-Nya, kini seluruh ‘semoga’ yang selama ini kurawat dengan penuh sabar, tak lagi membuahkan tanda tanya yang membuat hati berdebar. (Sarah Aulia)

Seperti Ali dan Fatimah

Kata-kata Motivasi Cinta dalam Diam. Foto : Unsplash/Beatiz Perez Moya

Cinta dalam diam tak selamanya menyakitkan. Mengutip dari buku Saleha is me #2 karya @muslimah_talk (2015:73), bagi mereka yang bisa mengolah cintanya dengan baik maka mencintai dalam diam itu indah.

Diam bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Orang beriman yang jatuh cinta akan lebih mendekatkan diri kepada Allah Sang Maha Cinta, melepaskan doa-doa hingga sampai ke langit dan menyerahkan segala rasa hanya kepada Allah saja.

Salah satu kisah cinta dalam diam yang paling romantis adalah kisah cinta antara Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW. Tidak ada yang mengetahui karena begitu pandainya mereka menjaga perasaan cinta itu, bahkan setan pun tidak tahu kalau mereka saling mencintai. Hingga akhirnya Allah persatukan Ali dan Fatimah dalam mahligai pernikahan yang suci. Masya Allah!(Bhilda)