15 Pantun buat Pelakor yang Tak Tahu Diri sebagai Sindiran Pedas

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat pasangan ketahuan selingkuh dengan pelakor, pasti akan timbul rasa emosi yang campur aduk antara kecewa, marah, dan sedih. Untuk meluapkan amarah tersebut, pantun buat pelakor bisa diunggah di media sosial seperti WhatsApp dan Instagram.
Mengutip dari https://mh.uma.ac.id, istilah pelakor merupakan akronim dari perebut laki orang. Istilah ini identik dengan perempuan yang merebut laki-laki (suami) dari istri sahnya, atau yang biasa disebut dengan selingkuh.
Pantun buat Pelakor sebagai Sindiran Pedas
Selingkuh dalam hubungan percintaan membuat siapa pun akan geram. Dengan memberikan sindiran pedas melalui pantun buat pelakor di WhatsApp atau Instagram, bisa menjadi cara jitu untuk mengeluarkan emosi.
Pergi ke bukit untuk berkemah Bawa TV menonton drakor Wahai para istri di rumah Jagalah suami dari pelakor
Anak itik di atas motor Motor besar mendapat rekor Wajah cantik otaknya kotor Emang dasar tukang pelakor
Naik traktor berwarna merah Bapak kopral turun pangkatnya Jadi pelakor terasa murah Rela mengobral harga dirinya
Jambu rusak di Lumajang Kopi hitam dari Semarang Begitu banyak lelaki bujang Tapi sukanya suami orang
Anak gadis pipi merona Memakai gelang dari mutiara Ingatlah wahai wanita penggoda Karma itu pasti ada
Pergi ke pasar beli ikan Beli juga sedikit kerang Buat apa wajah menawan Jika suka merebut suami orang
Naik bus keluar kota Di dalam bus terasa lapang Jika ingin hidup bahagia Tidak dengan suami orang.
Ke pasar minggu beli sepatu Tidak lupa beli buah-buahan Dasar pelakor tak tahu malu Jelas dia terlihat murahan
Jalan-jalan ke Palembang Lalu singgah ke Semarang Kalau jadi janda kembang Jangan merebut laki orang
Ada pohon mau roboh Roboh ke bawah menimpa motor Hanya wanita murahan dan bodoh Yang bangga jadi pelakor
Anak ayam sepuluh ekor Rumput lebat sudah ditraktor Teman dekat jadi pelakor Suami diembat, hidupku tekor
Bakar sate pakai arang Pakai masker hindari Corona Sungguh ngeri zaman sekarang Banyak pelakor di mana-mana
Berang-berang di tengah resor Pejabat kaget di saat rakor Suami orang suka disosor Pantas saja disebut pelakor
Baju kotor terkena tinta Pergi ke hutan ketemu kumbang Sungguh kasihan nasib ibu cinta Suami hilang direbut janda kembang
Sofa empuk berwarna jingga Dijual dengan bermacam harga Dasar perempuan tidak beretika Menggoda lelaki yang berkeluarga.
Itulah deretan pantun buat pelakor sebagai sindiran keras. Selain sebagai hiburan, pantun juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan emosi seperti kekesalan dan kemarahan. (fat)
Baca juga: 21 Kata-Kata buat Pelakor yang Penuh Nasihat dan Mengena di Hati
