Konten dari Pengguna

15 Puisi Bertema Kemerdekaan Indonesia yang Penuh Semangat

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi Bertema Kemerdekaan. Foto: nsplash/Bimbingan Islam.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Bertema Kemerdekaan. Foto: nsplash/Bimbingan Islam.

Memasuki bulan Agustus, banyak acara yang digelar untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah acara perlombaan, termasuk lomba pembuatan atau pembacaan puisi bertema kemerdekaan.

Mengutip dari Jurnal Prosiding SNATIF, Adhzima, dkk. (2018), sejarah kemerdekaan Indonesia merupakan peristiwa yang harus tetap diingat oleh seluruh masyarakat.

Daftar isi

15 Puisi Bertema Kemerdekaan Indonesia

Puisi Bertema Kemerdekaan. Foto: Unsplash/James Tiono.

Berikut adalah beberapa contoh puisi bertema kemerdekaan Indonesia yang bisa dijadikan referensi saat ingin mengikuti perlombaan:

1. Dirgahayu Negeriku Karya Joeti

Kami mencintaimu

Dengan ribuan gugusan

Pulau-pulaunya

Kami mencintaimu

Dengan jutaan

Keanekaragaman budayanya

Lahir di tanah ibu pertiwi

Dan akan tetap menjaga

Keindahan negeri

Hingga tulang belulang

Kami menyatu dengan

Tanah negeri ini

2. Pejuang Kemerdekaan Karya Rahmy Ardhy

Merah darahmu menggelora

Semangat juangmu membara

Tak pernah padam

Meski harus berkorban nyawa

Meski harus menderita

Kau telah memperjuangkan

Kemerdekaan Indonesia

Dengan perkasa

Dengan susah payah

Tanpa keluh kesah

Tak akan kami sia-siakan hasil

Perjuanganmu

Akan kami isi dengan membangun negeri

Agar Indonesia semakin mandiri.

3. Hari Itu, Bangsaku Bahagia Karya Asty Kusumadewi

Indonesia adalah negara kaya

Negara penuh budaya

Negara yang selalu jaya

Di setiap generasinya

Namun, ada kisah nyata di balik itu semua

Penjajahan di mana-mana

Perjuangan melawan penjajah durjana

Dengan semangat juang 45

Pertumpahan darah di tanah air

Saksi bisu perjuangan bangsa

Dengan satu keinginannya

Tekad kuat untuk merdeka!

Merdeka, merdeka, merdeka!

Hari itu bangsaku bahagia

17 Agustus 1945

Indonesia merdeka dari segala sengsara dan lara

4. Satu Kata Merdeka Karya Ikbal Alimuddin

Kita semua adalah pejuang

Pejuang buat diri kita sendiri

Memperjuangkan masa depan

Layaknya para pahlawan kemerdekaan

Perjuangan memang tak semudah membalikkan telapak tangan

Karena di balik perjuangan ada kemerdekaan yang menanti untuk diraih

Inilah yang juga dilakukan oleh para pahlawan

Mereka memperjuangkan kemerdekaan dengan bercucuran keringat

Bertumpah darah

Mengerahkan seluruh jiwa dan raganya

Demi satu kata

"Merdeka"

Semangat perjuangan para pahlawan

Juga tertanam kuat di diri kita semua

Dalam meraih impian

Tidak semudah membalik telapak tangan

Butuh diterpa

Sampai titik darah penghabisan

Butuh berjuang

Demi satu kata

"Merdeka"

5. Gugur Karya W S Rendra

Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya

Tiada kuasa lagi menegak

Telah ia lepaskan dengan gemilang pelor terakhir dari bedilnya

Ke dada musuh yang merebut kotanya

Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya

Ia sudah tua luka-luka di badannya

Bagai harimau tua susah payah maut menjeratnya

Matanya bagai saga menatap musuh pergi dari kotanya

Sesudah pertempuran yang gemilang itu lima pemuda mengangkatnya di antaranya anaknya

Ia menolak dan tetap merangkak menuju kota kesayangannya

Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya

Belum lagi selusin tindak maut pun menghadangnya

Ketika anaknya memegang tangannya, ia berkata:

Yang berasal dari tanah

kembali rebah pada tanah.

Dan aku pun berasal dari tanah tanah Ambarawa yang kucinta

Kita bukanlah anak jadah Kerna kita punya bumi kecintaan.

Bumi yang menyusui kita dengan mata airnya.

Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.

Bumi kita adalah kehormatan.

Bumi kita adalah juwa dari jiwa.

Ia adalah bumi nenek moyang.

Ia adalah bumi waris yang sekarang.

Ia adalah bumi waris yang akan datang.

Hari pun berangkat malam

Bumi berpeluh dan terbakar

Kerna api menyala di kota Ambarawa

Orang tua itu kembali berkata:

Lihatlah, hari telah fajar!

Wahai bumi yang indah,

kita akan berpelukan buat selama-lamanya!

Nanti sekali waktu seorang cucuku akan menancapkan bajak di bumi tempatku berkubur kemudian akan ditanamnya benih dan tumbuh dengan subur

Maka ia pun berkata:

"Alangkah gemburnya tanah di sini!"

Hari pun lengkap malam

ketika menutup matanya"

6. Kita Adalah Pemilik Sah Negeri Ini Karya Taufik Ismail

Tidak ada pilihan lain

Kita harus berjalan terus

Karena berhenti atau mundur

Berarti hancur

Apakah akan kita jual keyakinan kita

Dalam pengabdian tanpa harga

Akan maukah kita duduk satu meja

Dengan para pembunuh tahun yang lalu

Dalam setiap kalimat yang berakhiran

"Duli Tuanku ?"

Tidak ada lagi pilihan lain

Kita harus berjalan terus

Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan

Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh

Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara

Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama

Dan bertanya-tanya, inikah yang namanya merdeka

Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan

Dan seribu pengeras suara yang hampa suara

Tidak ada lagi pilihan lain

Kita harus berjalan terus

7. Menatap Maerah Putih Karya Sapardi Djoko Darmono

Menatap merah putih

Melambai dan menari-nari di angkasa

Kibarannya telah banyak menelan korban nyawa dan harta benda

Berkibarnya merah putih

Yang menjulang tinggi di angkasa

Selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya

Dan tetesan air mata

Dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan

Untuk mengibarkan merah putih harus diawali dengan pertumpahan darah

Pejuang yang tak pernah merasa lelah untuk berteriak : Merdeka!

Menatap merah putih

Adalah perlawanan melawan angkara murka

Membinasakan penindas dari negeri tercinta Indonesia

Menatap merah putih

Adalah bergolaknya darah demi membela kebenaran dan azasi manusia

Menumpas segala penjajahan di atas bumi pertiwi

Menatap merah putih

Adalah kebebasan yang musti dijaga dan dibela

Kibarannya di angkasa raya

Berkibarlah terus merah putihku dalam kemenangan dan kedamaian

8. Terima Kasih Pahlawan

Karena jasamu kita merdeka

Hidup di ujung barat hingga timur

Tanpa takut dan gugup yang membara

Kau rela mati demi kami

Kau rela miskin demi kami

Kau rela menderita demi kami

Untuk kami kau rela hancur

Berkatmu Indonesia bisa merdeka

Mengepak sayap melesat langit

Berkatmu Indonesia bisa jaya

Menembus zaman hingga canggih

Tak terbayang jika keberanian itu tak tumbuh di hati kalian

Tak terbayang jika kesabaran itu takmenyertai derita kalian

Tak terbayang jika semangat itu tak membakar bara kalian

Kami anak muda kami bangsa Indonesia

Berterima kasih untuk jasa jasamu para pahlawan

Karena perjuangan yang luar biasa kalian

Indonesia bisa menikmati udara kemerdekaan.

9. Bela Negara - Dilla Hardina Agustiani

Kobar semangat terus membara

Menyulut asa tuk bela negara

Berkorban jiwa serta raga

Usir penjajah dari tanah air kita

Ratusan nyawa pahlawan telah melayang

Mereka dengan gagah berani berperang

Menebas ketidakadilan walau penuh rintang

Agar tak ada lagi rakyat yang terkekang

17 Agustus kita telah merdeka

Perjuangan para pahlawan tak sia-sia

Terluka parah bahkan hilang nyawa pun rela

Demi melihat generasinya hidup damai sentosa

10. Perjuangan Panjang

Malam-malam penuh pertarungan

Kemana siang kami, tak kembali

Malam menjadi semakin pekat, dan semakin keruh permasalahannya

Diskusi yang tidak kunjung berakhir

Penat, lelah, kami terus beradu mulut

Memaki, tanpa ada benci dalam hati

Hanya untuk satu kata sepakat yang begitu alot

Untuk kalimat yang tertahan

Kesepakatan yang tidak kunjung usai

Untuk tanah air yang kian lelah akan penjajah

Merdeka adalah harga mati yang harus segera di bayar sah

11. Pahlawanku - Reza Hidayat

Pahlawanku .....

Bagaimana aku bisa membalas jasa-jasamu

Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang

Haruskah aku mandi berlumuran darah

Haruskah aku tertembak peluru penjajah

Aku tak tahu cara untuk membalas jasamu

Engkau relakan nyawamu

Demi suatu kemerdekaan yang mungkin

Tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri

Pahlawanku ..... engkaulah bunga bangsa

12. Pengorbanan- Siti Halimah

Mengucur deras keringat

Membasahi tubuh yang terikat

Membawa angan jauh entah kemana

Bagaikan pungguk merindukan bulan

Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam

Bulan yang menjadi tahun

Sekian lama telah menanti

Dirinya tak jua lepas

Andai aku sang Ksatria

Aku pasti menyelamatkanya

Namun semua hanya mimpi

Dirinyalah yang harus berusaha

Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi

13. Tanah Tumpah Darahku

Aku tak ingin melihat bangsaku

Kalah tersungungkur oleh waktu

Aktu tak ingin melihat bangsaku

Jatuh tenggelam ke dalam kehancuran

Dengan tekad setinggi langit

Untuk tanah ini aku rela berkorban

Disaat percaya diriku menyusut

Disaat itulah semangatku semakin berkobar

Selama mentari masih menyinari dunia

Aku takkan berhenti sedetik pun

Menyelamatkan melindungi dan mempertahankan

Walaupun hingga aku menyatu dengan tanah negeriku

Bersatulah wahai penerus bangsa

Bulatkan tekadmu dan tegarlah bagai batu karang

Keraskan segala usahamu serta keraskan pula suaramu

Karena setiap usaha yang keras takkan mengkhianati

Harapanku akan selalu mengiringi

Untuk tanah negeri ini setiap hari

Aku tidak ingin lagi

Melihat ibu pertiwi tersiksa hati

14. Indonesiaku - Gufron Nawawi

Indonesiaku

Hari ini ulang tahunmu

Aku sangat bersukacita

Aku sangat gembira

Aku tak peduli tentang keadaanmu saat ini

Aku tak peduli tentang kesedihanmu hari ini

Aku tak peduli tentang korupsi para pejabat, narkotika, dan sebagainya

Aku tak peduli tentang apapun yang terjadi padamu

Bukan karena aku tak sayang

Tapi aku hanya ingin merayakan hari ini bersamamu

Hari yang sakral

17 Agustus 1945

Kau merdeka!

15. Hari Kemenangan Indonesia- Ade Yulfani

Bukan begini negeriku dulu

Semua penuh darah, asap dan debu

Senapan mengeluarkan peluru

Dengan suara yang bergemuruh

Kini negara aman terjaga dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika

Berdiri dengan kokoh berlandaskan Pancasila

Terangkai dalam Undang-Undang Dasar Negara tahun 1945

Bebas tanpa terikat dengan Hak Asasi Manusia

Pada 17 Agustus 1945 benderaku tersenyum indah di cakrawala

Lewat perjuangan para pahlawan yang mengorbankan kata semangat juang penuh perkasa

Kini aku bangga menjadi anak Indonesia

Di hari ini adalah hari ulang tahun Indonesia merdeka

Kucoba mengingat ulang pelajaran tentang HUT RI yang tercinta

Karena cita-cita harus dilanjutkan oleh generasi muda bangsa

Bendera merah putih berkibar di bumi pertiwi yang merdeka

Tiada kata indah selain doa syukur atas nikmat dari yang Maha Esa

Kemenangan sejati kini semua rasakan indahnya

Indonesia merdeka jaya selamanya

15 puisi bertema kemerdekaan untuk menyemarakkan berbagai acara yang berkaitan dengan perayaan dirgahayu Indonesia bisa jadi referensi jika ingin ikut lomba membaca puisi. (Nisa)

Baca juga: 54 Pantun Kemerdekaan 17 Agustus untuk Memeriahkan HUT RI