Konten dari Pengguna

160 Contoh Kata Arkais beserta Artinya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Kata Arkais. Pexels/Ihsan Adityawarman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Kata Arkais. Pexels/Ihsan Adityawarman

Contoh kata arkais terdapat dalam hikayat. Hikayat merupakan salah satu jenis cerita rakyat yang diungkapkan dalam bahasa Melayu klasik.

Penggunaan bahasa Melayu klasik yang juga dikenal sebagai arkais merupakan salah satu aspek linguistik dalam cerita ini. Namun kata ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Daftar isi

Contoh Kata Arkais

Ilustrasi Contoh Kata Arkais. Unsplash/Afdhal N.

Dikutip dari buku Detektif Bahasa, Rifan Bilaldi, (53), kata arkais adalah bahasa kuno, yakni bahasa yang lebih awal digunakan oleh umat manusia dan sudah tidak lagi dipakai.

Oleh karena itu, kata tersebut adalah kata yang antik, sama halnya seperti benda sejarah lainnya. Berikut adalah beberapa contoh kata arkais:

  1. Abaimana artinya kemaluan; dubur

  2. Abid artinya kekal; abadi

  3. Abilah artinya penyakit cacar

  4. Abnus artinya kayu arang

  5. Abun-abun artinya angan-angan

  6. Acik artinya kakak perempuan; bibi

  7. Adicita artinya ideologi

  8. Adiraja artinya gelar raja tertinggi

  9. Ahkam artinya hukum, undang-undang

  10. Aja artinya gelar putri bangsawan

  11. Akil artinya berakal; cerdik; pandai

  12. Alamas artinya intan

  13. Amah artinya awam

  14. Ambah artinya pertukangan

  15. Anggara artinya buas; liar

  16. Angkong artinya kereta kuda

  17. Anju artinya maksud; tujuan

  18. Arai artinya takaran beras

  19. Arip artinya sangat mengantuk

  20. Awai artinya melambai; memegang; meraba

  21. Ayan artinya tempat mencuci tangan; cawan

  22. Baban artinya mengajar, mendidik

  23. Badau artinya badari

  24. Bagal artinya tangkai mayang

  25. Bagan artinya pangkalan

  26. Bagul artinya menggending, mendukung

  27. Bahalan artinya bengkak bernanah pada selangkangan

  28. Bainah artinya bukti yang nyata

  29. Bakak artinya kawin (untuk hewan)

  30. Balabad artinya angin darat; angin pegunungan

  31. Banat artinya memukuli; memalu

  32. Banang artinya besar pada jenisnya

  33. Bandarsah artinya surau; langgar; mushola

  34. Bangakang artinya terbengkalai

  35. Bapang artinya bapak

  36. Baran artinya rawa; payau

  37. Barua artinya muncikari

  38. Baung artinya Beruang

  39. Bayata artinya anak laki-laki

  40. Bayati artinya anak perempuan

  41. Badegap artinya kuat; tegap

  42. Begu artinya hantu hutan

  43. Bek artinya kepala kampung

  44. Belabas artinya kain sutra berbenang emas

  45. Belangah artinya ternganga; melanga

  46. Beloh artinya bodoh; dungu; tolol

  47. Bembarap artinya tandu untuk mengangkat orang

  48. Benara artinya Menara

  49. Bengah artinya sombong; angkuh

  50. Berlau artinya biru belau

  51. Bokoh artinya lemah, lembek

  52. Cacil artinya amat kecil

  53. Cagut artinya memagut; mencatuk; mematik

  54. Canggih artinya suka menggangu, ribut

  55. Caring artinya melanggar

  56. Celih artinya malas-malasan

  57. Celuk artinya memasukkan tangan untuk mengambil sesuatu

  58. Celapak artinya mengangkangi

  59. Cerabih artinya bercakap-cakap tidak keruan; banyak omong; berseloroh

  60. Ceratai artinya menceritakan, mempercakapkan dengan ramai

  61. Comor artinya kotor sekali

  62. Dabik artinya memukul

  63. Dabir artinya penulis

  64. Damal artinya maju perlahan-lahan (tentang kapal)

  65. Dangkar artinya menggulung

  66. Dawat artinya tinta

  67. Dayus artinya hina budi pekerti

  68. Dedar artinya berasa panas (tentang badan)

  69. Dergama artinya fitnah

  70. Eboni artinya kayu keras

  71. Embal artinya lembap

  72. Erot artinya memencongkan mulut

  73. Gandringan artinya Rapat; pertemuan

  74. Gegadan artinya Patut; layak

  75. Geligi artinya menggigil

  76. Gerda artinya garuda

  77. Gerha artinya istri atau permaisuri

  78. Getis artinya mudah patah

  79. Giris artinya takut

  80. Gumbuk artinya membujuk

  81. Gurnadur artinya gubernur

  82. Hamun artinya caci maki

  83. Hidu artinya cium (tentang bau)

  84. Ibung artinya Ibu; mama

  85. Ikhbar artinya penyampaian berita/pengabaran

  86. Ili (mengili) artinya menyelamatkan diri ke tempat yang aman/mengungsi

  87. Inca artinya kacau

  88. Inca-binca artinya kacau balau

  89. Incit artinya enyahlah, pergilah (kata perintah)

  90. Jangat artinya bakul; keranjang

  91. Jamadat artinya benda padat yang tidak bernyawa, misalnya batu/kayu

  92. Jampuk artinya memotong (menyela) pembicaraan orang

  93. Jamung artinya suluh yang dibuat dari daun nyiur kering atau obor

  94. Jangak artinya tidak senonoh tingkah lakunya atau cabul

  95. Jangkih-mangkih artinya tidak keruan atau tidak teratur

  96. Jelabak artinya runtuh/roboh

  97. Jelanak artinya menyelinap

  98. Jenak artinya melihat

  99. Jeprat artinya memercik

  100. Jepun artinya jepang

  101. Juru terap artinya montir

  102. Kalakian artinya ketika itu atau lalu atau kemudian

  103. Kalar artinya leher baju

  104. Kanjal artinya terhenti karena terhalang dsb.

  105. Karut artinya kusut; kacau tak karuan

  106. Kendala artinya halangan, rintangan

  107. Keranta artinya kutu yang tampak pada tubuh orang yang (akan) wafat

  108. Keriau artinya berteriak; memekik-mekik kencang

  109. Kesut artinya susah dan ketakutan

  110. Kincau artinya mengaduk/mencampur

  111. Kinjat artinya terloncat/tersentak/terperanjat

  112. Kipai artinya mengibas-ngibaskan ekor

  113. Langis artinya habis binasa; punah

  114. Lanjar artinya bertambah panjang

  115. Lanji artinya pelacur

  116. Lanus artinya dapat dilihat; terlihat

  117. Layon artinya jenazah

  118. Lejar artinya sangat penat; capek

  119. Lencong artinya licin

  120. Letai artinya tidak berdaya, lemah sekali

  121. Lenggana artinya enggan; tidak sudi

  122. Lengkesa artinya berkurang

  123. Lenyet artinya lunak; lembek

  124. Lepau artinya warung kecil; kedai nasi

  125. Limpak artinya bertumpuk-tumpuk

  126. Lohok artinya busuk sekali

  127. Loklok artinya mutiara

  128. Loyar artinya pengacara; advokat

  129. Madar artinya tidak berperasaan

  130. Maharana artinya perang besar

  131. Manikam artinya air mani

  132. Membantinkan artinya merahasiakan

  133. Membumi artinya menetap

  134. Mengirat artinya mati; hilang

  135. Menyunyi artinya menjadi sunyi

  136. Milu artinya jagung

  137. Muas artinya encer; larut

  138. Munib artinya janda

  139. Nasut artinya raja; baginda

  140. Nuraga artinya simpati

  141. Onder artinya camat

  142. Olanda artinya belanda

  143. Onyang artinya moyang

  144. Pamah artinya datar

  145. Panggu artinya bagian

  146. Pangkai artinya besar

  147. Pasara artinya pasar

  148. Pasuel artinya surang kaleng

  149. Pedak artinya hewan berbisa

  150. Pelak artinya salah; keliru

  151. Pembarap artinya kepala desa

  152. Pendayang artinya pelacur

  153. Pendiris artinya penyiram

  154. Penggah artinya megah

  155. Peparu artinya paru-paru

  156. Sungkum artinya menyungkur

  157. Tulu artinya hilang akal

  158. Ungah-angih artinya goyang

  159. Wanodya artinya gadis remaja.

  160. Wara-wara artinya pengumuman

Contoh Hikayat

Ilustrasi Contoh Kata Arkais. Unsplash/Mosquegrapher

Kata arkais dalam sebuah cerita atau hikayat menandakan bahwa karya tersebut pernah populer pada masa lalu. Sebab, kata-kata yang digunakan adalah bahasa Melayu klasik. Untuk itu, simak contoh hikayat singkat berikut ini yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh 1 - Hang Tuah

Hikayat Hang Tuah dimulai dengan uraian asal muasal raja-raja di Malaka atau Melayu. Seorang raja keinderaan (kayangan) Sang Pertala Dewa, akan mempunyai seorang anak.

Anak ini akan menjadi raja di Bukit Seguntang. Keturunan-keturunan sang dewa inilah dengan segala kemuliaan yang dimiliki kemudian menjadi raja-raja di tanah Melayu.

Hang Mahmud dan Hang Merduwati adalah kedua orang tua Hang Tuah. Mereka berasal dari orang kebanyakan (rakyat jelata) dan tinggal di Sungai Duyung. Mereka hidup sederhana, tetapi bahagia.

Suatu ketika, Hang Mahmud bermimpi. Dalam mimpi dia melihat bulan dalam lautan cahaya jatuh di kepala anaknya. Karena kesulitan hidup, mereka meninggalkan kampung halaman dan menetap di Bentan.

Hang Tuah memiliki sahabat-sahabat yang pemberani. Mereka adalah Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Suatu ketika, kelima sahabat ini berlayar bersama.

Dalam pelayaran itu mereka bertemu perampok. Pertempuran pun tak dapat dihindarkan. Hang Tuah dan sahabat-sahabatnya menang.

Kabar tentang keberanian Hang Tuah dan para sahabatnya sampai ke telinga Paduka Raja. Beliau memuji keberanian kelima sahabat ini sambil mengucapkan terima kasih.

Sekali waktu ada orang mengamuk di depan rumah Hang Tuah. Orang yang mengamuk ini dikalahkan Hang Tuah.

Suatu ketika, lagi-lagi ada orang mengamuk. Di tempat orang mengamuk ini ada bendahara. Hang Tuah dan para sahabatnya menyelamatkan Bendahara dari amukan orang tersebut.

Kelima sahabat ini mendapat hadiah dari Bendahara. Kelimanya disayangi oleh Bendahara, terutama Hang Tuah. Mereka dijadikan teman bermain putra Bendahara.

Berita ini sampai kepada Paduka Raja. Hang Tuah dan para sahabatnya dibawa oleh Bendahara menghadap Paduka Raja di istana.

Kelimanya diangkat menjadi hamba raja. Paduka Raja sangat menyayangi kelimanya, terutama Hang Tuah. Hang Tuah diberi keris panjang.

Contoh 2 - Si Miskin

Ini hikayat ceritera orang dahulu kala sekali peristiwa Allah Swt menunjukkan kekayaan-Nya kepada hamba-Nya. Maka adalah seorang miskin laki bini berjalan mencari rizkinya berkeliling negara antah-berantah.

Adapun nama raja di dalam negara itu Maharaja Indera Dewa. Namanya terlalu amat besar kerajaan baginda itu. Beberapa raja-raja di tanah Dewa itu takluk kepada baginda dan mengantar upeti kepada baginda pada setiap tahun.

Hatta, maka pada suatu hari baginda sedang ramai dihadapi oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat sekalian di penghadapannya. Maka si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu.

Setelah dilihat oleh orang banyak, si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya.

Contoh 3 - Hikayat yang Dolah (Dikejar Harimau)

Pada suatu hari, saat Yong istirahat sehabis berburu di hutan tiba-tiba ada seekor harimau jantan mendekati Yong dan siap untuk menerkam.

Cepat Yong berlari. Dalam kejar-kejaran itu, jarak antara harimau lengah, cepat-cepat Yong Memanjat pohon pinang. Yong dian sejenak.

Setelah lama Yong tunggu di atas pohon pinang yang kebetulan berbuah lebat itu, harimau tak kunjung pergi. Naik darah Yong, Yong gegeo (guncang) pohon pinang itu sampai perguruan buahnya menimpa harimau. Hari mau bergeming, tak kunjung pergi.

Contoh 4 - Hikayat Patani

Inilah suatu kisah yang diceritakan oleh orang tua-tua, asal raja yang berbuat negeri Patani Darussalah itu. Adapun raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana. Maka Paya Tu Kerub lamanya maka Paya Tu Kerub Mahajana pun matilah.

Syahdan maka Paya Tu antara pun kerjaanlah menggantikan ayahanda Baginda itu. Ia menamai dirinya Paya Tu Naqpa. Selama Paya Tu Naqpa, kerjaan itu senantiasa ia pergi berburu.

Baca Juga: 350 Contoh Kata Nomina dan Penjelasannya

Itulah beberapa contoh kata arkais dilengkapi dengan artinya. Karena keindahan katanya, beberapa kata arkais juga digunakan dalam penamaan anak. (glg)