160 Contoh Kata Arkais beserta Artinya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kata arkais terdapat dalam hikayat. Hikayat merupakan salah satu jenis cerita rakyat yang diungkapkan dalam bahasa Melayu klasik.
Penggunaan bahasa Melayu klasik yang juga dikenal sebagai arkais merupakan salah satu aspek linguistik dalam cerita ini. Namun kata ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Kata Arkais
Dikutip dari buku Detektif Bahasa, Rifan Bilaldi, (53), kata arkais adalah bahasa kuno, yakni bahasa yang lebih awal digunakan oleh umat manusia dan sudah tidak lagi dipakai.
Oleh karena itu, kata tersebut adalah kata yang antik, sama halnya seperti benda sejarah lainnya. Berikut adalah beberapa contoh kata arkais:
Abaimana artinya kemaluan; dubur
Abid artinya kekal; abadi
Abilah artinya penyakit cacar
Abnus artinya kayu arang
Abun-abun artinya angan-angan
Acik artinya kakak perempuan; bibi
Adicita artinya ideologi
Adiraja artinya gelar raja tertinggi
Ahkam artinya hukum, undang-undang
Aja artinya gelar putri bangsawan
Akil artinya berakal; cerdik; pandai
Alamas artinya intan
Amah artinya awam
Ambah artinya pertukangan
Anggara artinya buas; liar
Angkong artinya kereta kuda
Anju artinya maksud; tujuan
Arai artinya takaran beras
Arip artinya sangat mengantuk
Awai artinya melambai; memegang; meraba
Ayan artinya tempat mencuci tangan; cawan
Baban artinya mengajar, mendidik
Badau artinya badari
Bagal artinya tangkai mayang
Bagan artinya pangkalan
Bagul artinya menggending, mendukung
Bahalan artinya bengkak bernanah pada selangkangan
Bainah artinya bukti yang nyata
Bakak artinya kawin (untuk hewan)
Balabad artinya angin darat; angin pegunungan
Banat artinya memukuli; memalu
Banang artinya besar pada jenisnya
Bandarsah artinya surau; langgar; mushola
Bangakang artinya terbengkalai
Bapang artinya bapak
Baran artinya rawa; payau
Barua artinya muncikari
Baung artinya Beruang
Bayata artinya anak laki-laki
Bayati artinya anak perempuan
Badegap artinya kuat; tegap
Begu artinya hantu hutan
Bek artinya kepala kampung
Belabas artinya kain sutra berbenang emas
Belangah artinya ternganga; melanga
Beloh artinya bodoh; dungu; tolol
Bembarap artinya tandu untuk mengangkat orang
Benara artinya Menara
Bengah artinya sombong; angkuh
Berlau artinya biru belau
Bokoh artinya lemah, lembek
Cacil artinya amat kecil
Cagut artinya memagut; mencatuk; mematik
Canggih artinya suka menggangu, ribut
Caring artinya melanggar
Celih artinya malas-malasan
Celuk artinya memasukkan tangan untuk mengambil sesuatu
Celapak artinya mengangkangi
Cerabih artinya bercakap-cakap tidak keruan; banyak omong; berseloroh
Ceratai artinya menceritakan, mempercakapkan dengan ramai
Comor artinya kotor sekali
Dabik artinya memukul
Dabir artinya penulis
Damal artinya maju perlahan-lahan (tentang kapal)
Dangkar artinya menggulung
Dawat artinya tinta
Dayus artinya hina budi pekerti
Dedar artinya berasa panas (tentang badan)
Dergama artinya fitnah
Eboni artinya kayu keras
Embal artinya lembap
Erot artinya memencongkan mulut
Gandringan artinya Rapat; pertemuan
Gegadan artinya Patut; layak
Geligi artinya menggigil
Gerda artinya garuda
Gerha artinya istri atau permaisuri
Getis artinya mudah patah
Giris artinya takut
Gumbuk artinya membujuk
Gurnadur artinya gubernur
Hamun artinya caci maki
Hidu artinya cium (tentang bau)
Ibung artinya Ibu; mama
Ikhbar artinya penyampaian berita/pengabaran
Ili (mengili) artinya menyelamatkan diri ke tempat yang aman/mengungsi
Inca artinya kacau
Inca-binca artinya kacau balau
Incit artinya enyahlah, pergilah (kata perintah)
Jangat artinya bakul; keranjang
Jamadat artinya benda padat yang tidak bernyawa, misalnya batu/kayu
Jampuk artinya memotong (menyela) pembicaraan orang
Jamung artinya suluh yang dibuat dari daun nyiur kering atau obor
Jangak artinya tidak senonoh tingkah lakunya atau cabul
Jangkih-mangkih artinya tidak keruan atau tidak teratur
Jelabak artinya runtuh/roboh
Jelanak artinya menyelinap
Jenak artinya melihat
Jeprat artinya memercik
Jepun artinya jepang
Juru terap artinya montir
Kalakian artinya ketika itu atau lalu atau kemudian
Kalar artinya leher baju
Kanjal artinya terhenti karena terhalang dsb.
Karut artinya kusut; kacau tak karuan
Kendala artinya halangan, rintangan
Keranta artinya kutu yang tampak pada tubuh orang yang (akan) wafat
Keriau artinya berteriak; memekik-mekik kencang
Kesut artinya susah dan ketakutan
Kincau artinya mengaduk/mencampur
Kinjat artinya terloncat/tersentak/terperanjat
Kipai artinya mengibas-ngibaskan ekor
Langis artinya habis binasa; punah
Lanjar artinya bertambah panjang
Lanji artinya pelacur
Lanus artinya dapat dilihat; terlihat
Layon artinya jenazah
Lejar artinya sangat penat; capek
Lencong artinya licin
Letai artinya tidak berdaya, lemah sekali
Lenggana artinya enggan; tidak sudi
Lengkesa artinya berkurang
Lenyet artinya lunak; lembek
Lepau artinya warung kecil; kedai nasi
Limpak artinya bertumpuk-tumpuk
Lohok artinya busuk sekali
Loklok artinya mutiara
Loyar artinya pengacara; advokat
Madar artinya tidak berperasaan
Maharana artinya perang besar
Manikam artinya air mani
Membantinkan artinya merahasiakan
Membumi artinya menetap
Mengirat artinya mati; hilang
Menyunyi artinya menjadi sunyi
Milu artinya jagung
Muas artinya encer; larut
Munib artinya janda
Nasut artinya raja; baginda
Nuraga artinya simpati
Onder artinya camat
Olanda artinya belanda
Onyang artinya moyang
Pamah artinya datar
Panggu artinya bagian
Pangkai artinya besar
Pasara artinya pasar
Pasuel artinya surang kaleng
Pedak artinya hewan berbisa
Pelak artinya salah; keliru
Pembarap artinya kepala desa
Pendayang artinya pelacur
Pendiris artinya penyiram
Penggah artinya megah
Peparu artinya paru-paru
Sungkum artinya menyungkur
Tulu artinya hilang akal
Ungah-angih artinya goyang
Wanodya artinya gadis remaja.
Wara-wara artinya pengumuman
Contoh Hikayat
Kata arkais dalam sebuah cerita atau hikayat menandakan bahwa karya tersebut pernah populer pada masa lalu. Sebab, kata-kata yang digunakan adalah bahasa Melayu klasik. Untuk itu, simak contoh hikayat singkat berikut ini yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Contoh 1 - Hang Tuah
Hikayat Hang Tuah dimulai dengan uraian asal muasal raja-raja di Malaka atau Melayu. Seorang raja keinderaan (kayangan) Sang Pertala Dewa, akan mempunyai seorang anak.
Anak ini akan menjadi raja di Bukit Seguntang. Keturunan-keturunan sang dewa inilah dengan segala kemuliaan yang dimiliki kemudian menjadi raja-raja di tanah Melayu.
Hang Mahmud dan Hang Merduwati adalah kedua orang tua Hang Tuah. Mereka berasal dari orang kebanyakan (rakyat jelata) dan tinggal di Sungai Duyung. Mereka hidup sederhana, tetapi bahagia.
Suatu ketika, Hang Mahmud bermimpi. Dalam mimpi dia melihat bulan dalam lautan cahaya jatuh di kepala anaknya. Karena kesulitan hidup, mereka meninggalkan kampung halaman dan menetap di Bentan.
Hang Tuah memiliki sahabat-sahabat yang pemberani. Mereka adalah Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Suatu ketika, kelima sahabat ini berlayar bersama.
Dalam pelayaran itu mereka bertemu perampok. Pertempuran pun tak dapat dihindarkan. Hang Tuah dan sahabat-sahabatnya menang.
Kabar tentang keberanian Hang Tuah dan para sahabatnya sampai ke telinga Paduka Raja. Beliau memuji keberanian kelima sahabat ini sambil mengucapkan terima kasih.
Sekali waktu ada orang mengamuk di depan rumah Hang Tuah. Orang yang mengamuk ini dikalahkan Hang Tuah.
Suatu ketika, lagi-lagi ada orang mengamuk. Di tempat orang mengamuk ini ada bendahara. Hang Tuah dan para sahabatnya menyelamatkan Bendahara dari amukan orang tersebut.
Kelima sahabat ini mendapat hadiah dari Bendahara. Kelimanya disayangi oleh Bendahara, terutama Hang Tuah. Mereka dijadikan teman bermain putra Bendahara.
Berita ini sampai kepada Paduka Raja. Hang Tuah dan para sahabatnya dibawa oleh Bendahara menghadap Paduka Raja di istana.
Kelimanya diangkat menjadi hamba raja. Paduka Raja sangat menyayangi kelimanya, terutama Hang Tuah. Hang Tuah diberi keris panjang.
Contoh 2 - Si Miskin
Ini hikayat ceritera orang dahulu kala sekali peristiwa Allah Swt menunjukkan kekayaan-Nya kepada hamba-Nya. Maka adalah seorang miskin laki bini berjalan mencari rizkinya berkeliling negara antah-berantah.
Adapun nama raja di dalam negara itu Maharaja Indera Dewa. Namanya terlalu amat besar kerajaan baginda itu. Beberapa raja-raja di tanah Dewa itu takluk kepada baginda dan mengantar upeti kepada baginda pada setiap tahun.
Hatta, maka pada suatu hari baginda sedang ramai dihadapi oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat sekalian di penghadapannya. Maka si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu.
Setelah dilihat oleh orang banyak, si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya.
Contoh 3 - Hikayat yang Dolah (Dikejar Harimau)
Pada suatu hari, saat Yong istirahat sehabis berburu di hutan tiba-tiba ada seekor harimau jantan mendekati Yong dan siap untuk menerkam.
Cepat Yong berlari. Dalam kejar-kejaran itu, jarak antara harimau lengah, cepat-cepat Yong Memanjat pohon pinang. Yong dian sejenak.
Setelah lama Yong tunggu di atas pohon pinang yang kebetulan berbuah lebat itu, harimau tak kunjung pergi. Naik darah Yong, Yong gegeo (guncang) pohon pinang itu sampai perguruan buahnya menimpa harimau. Hari mau bergeming, tak kunjung pergi.
Contoh 4 - Hikayat Patani
Inilah suatu kisah yang diceritakan oleh orang tua-tua, asal raja yang berbuat negeri Patani Darussalah itu. Adapun raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana. Maka Paya Tu Kerub lamanya maka Paya Tu Kerub Mahajana pun matilah.
Syahdan maka Paya Tu antara pun kerjaanlah menggantikan ayahanda Baginda itu. Ia menamai dirinya Paya Tu Naqpa. Selama Paya Tu Naqpa, kerjaan itu senantiasa ia pergi berburu.
Baca Juga: 350 Contoh Kata Nomina dan Penjelasannya
Itulah beberapa contoh kata arkais dilengkapi dengan artinya. Karena keindahan katanya, beberapa kata arkais juga digunakan dalam penamaan anak. (glg)
