2 Puisi tentang Kota Kelahiran yang Menyimpan Kenangan Indah

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang kota Kkelahiran dapat digunakan untuk mengenang memori indah di kampung halaman. Semua orang pasti memiliki kenangan yang berkesan tentang kota kelahirannya.
Kenangan yang sulit dilupakan adalah momen indah yang terukir di kota tempat seseorang dilahirkan. Kenangan bersama keluarga, teman hingga kekasih menjadi warna tersendiri dalam kehidupan setiap orang.
Puisi tentang Kota Kelahiran
Mengenang masa lalu tidak akan ada habisnya, terutama tentang kampung halaman. Berikut ini puisi tentang kota kelahiran yang dikutip dari buku Puisi dan Bulu Kuduk, Acep Zamzam Noor (2021:31).
Kota Kelahiran
Mengimbau kotaku di dasar hijau lembahmu Dinafasi angin di dua musim Ketika fajar berlinang embun Dan gugur bunga-bunga kemarau Betapa banyak di sana bulan jatuh ke kali Terapung dalam air rindu kita Surat-surat terlambat atas rentangan rel kereta Jendela yang senantiasa terbuka ke arah masa lalu Betapa banyak di sini hujan menguyupkan hatiku Dan malam lewat atas pelupuk mata terbuka Jalan panjang merangkai tahun ke tahun Di likunya wajah-wajah berdesak menyuruki sepi
Berlibur di Kota Seberang
Gemuruh suara cecak mengusikku malam itu Tanpa harsa dalam atma hidup ini serasa dibakar api menyala Daun jati bergoyang tanpa buta di kegelapan malam Aku masih sendiri di kota seberang Berkawan mimpi bertaburan berlian Bunda... Tanpa dikau jiwa ini tanpa makna Rindu yang membara terukir dalam atma Entah bersembunyi di mana harsa Sampai kini hanya gundah yang menetap Gelisah bercampur pilu Rindu oh rindu Bukan rindu soal uang Tapi rindu bertemu salah satu insan Bunda... Aku tak tahu kapan bahagia ini datang Aku diam berkawan kertas tanpa kota kelahiran Berlibur di kota seberang tak seindah bercanda di hari petang bersama bunda Senyumanmu selalu mengusik jiwaku yang malang tanpa kehadiranku dalam pelukan hangatmu (Antologi Puisi Goresan Pena Gundah karya Venom Publisher karya Catur Kristiyani (2020:60)
Baca juga: 3 Inspirasi Puisi tentang Perasaan Diri Sendiri untuk Semangat Hidup
Dua puisi tentang kota kelahiran tersebut menyiratkan indahnya kenangan manis di masa lalu yang tercipta di kampung halaman. Membacanya dengan penuh penghayatan mampu membuat seseorang hanyut dalam ingatan lampau. (IMA)
