20 Kata Bijak Bahasa Jawa tentang Wanita

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di dalam Bahasa Jawa terdapat banyak kalimat yang mengandung makna kehidupan dan ketuhanan. Kata bijak bahasa Jawa tentang wanita kerap dinilai sebagai nasehat orang tua kepada anak-anaknya.
Kata-kata bijak bisa diberikan kapan saja, pagi, siang, ataupun malam hari. Kamu bisa menggunakan berbagai bahasa untuk membuat kata bijak, misalnya bahasa Indonesia ataupun bahasa daerah, seperti bahasa Jawa.
Kata Bijak Bahasa Jawa tentang Wanita
Nah, Inspirasi Kata kali ini akan memberikan beberapa kata bijak Bahasa Jawa tentang wanita. Dikutip dari amazon.com, dan japanesepod101.com.
"Yen pancen tresno kudune dijogo ora malah ditinggal gendak an karo wong liyo." (Kalau memang cinta harus dijaga jangan malah ditinggal pacaran sama orang lain)
"Aku tanpamu bagaikan es dawet ra diwei gulo." (Aku tanpamu bagaikan es dawet tanpa gula)
"Waiting tresno mergo kerep dijak blonjo reno-reno." (Mencintai karena mau diajak belanja macam-macam)
"Tresno kui kadang koyo wifi selama koe ora ngumbar sandi penghunine yo mung siji." (Cinta itu terkadang seperti wifi selama kamu tidak mengumbar sandi penghuninya ya hanya satu)
"Tetese grimis karo tetese tangisanmu, iseh jeru tetesen banyu motone wong tuoku." (Tetesan gerimis sama tetesan tangismu, lebih dalam tetesan air mata orang tuaku)
"Ora perlu muni selamat pagi, lek ujung-ujung e kok uneni selamat tinggal." (Tidak perlu mengucap selamat pagi, kalau ujung-ujungnya kamu ucapkan selamat tinggal)
"Jarene Armada setia kui menyakitkan, tapi nek jareku kui mbebani." (Katanya Armada setia itu menyakitkan, tapi kalau menurutku itu membebani)
"Seumpomo kon mileh kangen op bosen aku pileh bosen, mergo aku bosen lek gak ketemu koe." (Seumpama kamu milih kangen apa bosan, aku pilih bosan karena aku bosan ketika tidak ketemu kamu)
"Nyenderlah neng pundak ku, Sampek koe ngrasak ke nyaman, Mergo wes kudune koyo ngunu aku nggawe nyaman ati mu." (Bersandarlah di pundakku sampai kau merasakan nyaman, karena sudah seharusnnya aku memang aku membuatmu nyaman)
"Aku duduk cah romantis sing iso berkata kata manis, nanging aku mung bocah humoris sing iso berkata manis." (Aku bukan orang romantis yang bisa berkata-kata manis, tetapi aku hanya orang humoris yang bisa berkata manis)
"Enek e gudo mergo ben adewe ngerasakne legi ne tresno." (Adanya godaan karena agar kita merasakan manisnya cinta)
"Tresno iku ora patokan karo ganteng, ayune rupamu, akehe bondomu, lan opo penggaweanmu." (Cinta itu tidak berpatokan pada ketampanan, cantiknya parasmu, banyaknya hartamu, dan pekerjaanmu)
"Cintaku nang awakmu iku koyok kamera, fokus nang awakmu tok liyane ngeblur." (Cintaku padamu seperti kamera, fokus pada dirimu, yang lain ngeblur)
"Teman Jadi Cinta. Sampek kegowo turu, ngimpi ngusap pipimu. Tansah nyoto keroso konco dadi tresno." (Teman jadi cinta sampai terbawa tidur, mimpi mengusap pipimu. Seperti kenyataan terasa seperti teman jadi cinta)
"Pengenku, aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu." (Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama.)
"Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe." (Orang yang punya pacar itu haruslah sabar dengan pasangan yang dimiikinya. Apa lagi yang nggak punya.)
"Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg." (Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti)
"Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luwih apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen." (Move on itu bukan berusaha melupakan ya, tapi mengikhlaskan dan berusaha mendapatkan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.)
"Akeh cara dienggo bahagia, salah sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe." (Banyak cara untuk bahagia, salah satunya melepaskan orang yang menyia-nyiakan kamu)
"Saben dino aku tansah ngalamun, mikir sliramu seng ayu dewe." (Setiap hari aku selalu melamun memikirkan kamu yang paling cantik sendiri)
Nah, jadi itulah beberapa contoh kata bijak Bahasa Jawa tentang wanita. Semoga bermanfaat!
