Konten dari Pengguna

20 Kata Bijak Buya Hamka tentang Pendidikan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kata Bijak Buya Hamka tentang Pendidikan. Foto: Unsplash/Sincerely Media
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kata Bijak Buya Hamka tentang Pendidikan. Foto: Unsplash/Sincerely Media

Buya Hamka adalah ulama besar Indonesia dan banyak kata bijak Buya Hamka tentang pendidikan yang menjadi motivasi.

Mengutip dari buku berjudul Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Disiplin Positif, Ayu Andriani, (2022), Buya Hamka merupakan seorang ulama, sastrawan, dan politikus yang berasal dari Sumatera Barat. Ia lahir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 Februari 1908.

Sepanjang hidupnya Buya Hamka telah melahirkan karya-karya fenomenal. Melalui karya-karya tersebut Buya Hamka dianggap sebagai tokoh berpengaruh di dunia sastra Indonesia.

Baca Juga: 20 Kata Bijak Para Ahli Filsafat tentang Makna Kehidupan

Kata Bijak Buya Hamka tentang Pendidikan

Ilustrasi Kata Bijak Buya Hamka tentang Pendidikan. Foto: Unsplash/Mikołajqmikola.

Berikut ini Inspirasi Kata akan membagikan kata bijak Buya Hamka tentang pendidikan sebagai motivasi.

  1. "Salah satu pengerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah."

  2. "Tegakkan cita-cita lebih dahulu sebelum berusaha."

  3. "Memberikan makan tidak hanya untuk fisik, namun juga rohani dengan membaca buku-buku yang baik."

  4. "Bertambah tinggi iman dan keyakinan seseorang terhadap agama Islam, dibarengi dengan bertambah tingginya perjalanan akal serta bertambah banyak alat pengetahuan yang dipakainya."

  5. "Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya."

  6. "Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik."

  7. "Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui alasan mengapa didirikan. Jangan pula mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang akan kamu dapat di kemudian hari."

  8. "Al-Quran yang dibaca baik-baik adalah tanda jiwa yang kenyang akan makanan bergizi."

  9. "Ilmu dan iman seperti dua hal yang tidak terpisahkan. Memiliki iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi, sedangkan ilmu tanpa iman bagaikan lentera di tangan seorang pencuri."

  10. "Hanya menumpahkan air mata itulah kepandaian paling penghabisan bagi seorang wanita."

  11. "Apabila saya bertemu dengan engkau, maka matamu yang sebagai bintang timur itu senantiasa menghilangkan susun kataku."

  12. "Undang-undang adab dan budi pekerti membentuk kemerdekaan bekerja. Undang-undang akal membentuk kemerdekaan berpikir. Dengan jalan menambah kecerdasan akal, bertambah murnilah kemerdekaan berpikir."

  13. "Seberapa besar atau seberat-berat sebuah urusan, jangan dihadapi dengan muka berkerut. Kerut muka itu dengan sendirinya menambahkan lagi kerut dalam pekerjaan yang sedang dijalani."

  14. "Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri."

  15. "Jangan takut gagal karena orang yang tidak pernah gagal hanyalah orang yang tidak pernah melangkah."

  16. "Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja."

  17. "Semakin banyak ilmu, semakin lapang hidup. Semakin kurang ilmu, semakin sempit hidup."

  18. "Kehidupan itu laksana lautan. Jika tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi, dan menjaga layar, maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudera yang luas. Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi."

  19. "Orang berakal hidup untuk masyarakatnya, bukan buat dirinya sendiri."

  20. "Agama tidak melarang sesuatu perbuatan kalau perbuatan itu tidak merusak jiwa. Agama tidak menyuruh kalau suruhan tidak membawa selamat dan bahagia jiwa."

Nah, itulah 20 kata bijak Buya Hamka tentang pendidikan yang dapat dijadikan sebagai motivasi.