20 Kata Bijak Pernikahan Kristen yang Menyentuh Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernikahan merupakan suatu komitmen seumur hidup bagi manusia, tak terkecuali bagi orang Kristen. Untuk semakin menghayati dan memaknai sakralnya pernikahan, mari simak deretan kata bijak pernikahan Kristen yang menyentuh hati berikut.
Bagi kalian yang berencana menikah atau mungkin sudah menikah, tentunya tahu bahwa menjalani pernikahan bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus diupayakan oleh kedua belah pihak, agar hidup berdua menjadi bermakna.
Maka dari itu, diperlukan persiapan yang matang dan mental yang kuat dalam menghadapinya.
Kata Bijak Pernikahan Kristen yang Menyentuh Hati
Inilah kumpulan kata bijak pernikahan Kristen yang menyentuh hati, diambil dari Alkitab dan situs Faith It dan telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia:
Efesus 5:25 (TB) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.
Yohanes 15:12 (TB) Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Matius 19:5-6 (TB) Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Markus 10:6-9 (TB) Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Kolose 3:12-14 (TB) Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
1 Korintus 13:4-10, 13 (TB) Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
1 Yohanes 4:18-19 (TB) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
1 Yohanes 4:16 (TB) Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Efesus 4:2 (TB) Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Ketika saya telah belajar untuk mencintai Tuhan lebih baik daripada pacar saya, saya akan mencintai pacar saya lebih baik daripada yang saya lakukan sekarang. —C.S. Lewis
Para pria, kamu tidak akan pernah menjadi pengantin pria yang baik bagi istrimu kecuali kamu pertama-tama menjadi pengantin yang baik bagi Yesus. —Tim Keller
Berbeda sekali dengan budaya kita, Alkitab mengajarkan bahwa esensi pernikahan adalah komitmen pengorbanan untuk kebaikan orang lain. Itu berarti bahwa cinta pada dasarnya adalah tindakan dibandingkan emosi. —Tim Keller
Tuhan menciptakan pernikahan. Tidak ada pemerintahan yang mengawasinya. Tidak ada organisasi sosial yang mengembangkannya. Pernikahan terkandung dan diciptakan dalam pikiran Allah. —Max Lucado
Sebagaimana Allah melalui penciptaan menjadikan dua dari satu, demikian pula melalui pernikahan Dia menjadikan satu dari dua. —Thomas Adams
Banyak konflik dalam pernikahan diakibatkan oleh hidup untuk menyenangkan diri sendiri bukannya hidup untuk menyenangkan Tuhan. Konflik-konflik ini dapat diselesaikan dan sebenarnya merupakan peluang untuk pertumbuhan rohani jika ditangani dengan cara yang alkitabiah. —John C. Broger
Dalam Tuhan tidak ada kelaparan yang perlu diisi, hanya kelimpahan yang ingin memberi. —C.S. Lewis
Tidak ada hubungan, persekutuan atau kebersamaan yang lebih indah, bersahabat atau menawan, daripada pernikahan yang baik. —Martin Luther
Tetap dalam pernikahan, bukan hanya tentang tetap saling mencintai. Ini adalah tentang menjaga perjanjian. “Sampai maut memisahkan kita” atau “Selama kita berdua hidup” adalah janji perjanjian sakral—jenis yang sama yang Yesus buat dengan mempelai-Nya ketika Dia mati untuknya. —John Piper
Karena hubungan pernikahan adalah cerminan hubungan antara Yesus Kristus dan Gereja-Nya, sangatlah penting bahwa ketundukan dan kasih Alkitabiah dipraktikkan dalam semua aspeknya antara suami dan istri. —John C. Broger
Mencintai berarti mengasihi yang tidak dapat dicintai. Memaafkan berarti mengampuni yang tidak dapat diampuni. Iman berarti mempercayai hal yang tidak dapat dipercaya. Harapan berarti berharap ketika segala sesuatu tampak tanpa harapan. —G.K. Chesterton
Itulah beberapa kumpulan kata bijak pernikahan Kristen yang sekiranya dapat menginspirasi dan menyentuh hatimu. (Ester)
