20 Kata-kata Jawa Sindiran yang Mengena di Hati dan Artinya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengungkapkan rasa kesal terhadap seseorang bukan perkara mudah. Terkadang seseorang memilih untuk melontarkan kata-kata Jawa sindiran agar tak berdebat hingga terjadi keributan.
Dengan kata-kata sindiran tersebut, seseorang bisa mewakili perasaan kesal, sedih, atau lain sebagainya.
Selain mewakili perasaan kata-kata sindiran ini dapat menjadi bahan intropeksi. Terdapat banyak sekali ungkapan sindiran yang dapat dilontarkan kepada seseorang yang menyebalkan atau tidak disenangi.
Mulai dari bahasa Inggris, bahasa Indonesia, sampai bahasa daerah sekalipun. Salah satu diantara bahasa daerah yang dapat digunakan yaitu bahasa Jawa.
20 Kata-kata Jawa Sindiran yang Mengena di Hati
Mengutip laman amazon.com dan goodread.com, berikut beberapa kata-kata Jawa sindiran yang mengena di hati agar seseorang bisa intropeksi dengan kesalahannya:
"Kadang niat apik ora mesti ditanggepi wong liya apik. Sante lain kalem bae." (Kadang niat yang baik tidak selalu ditanggapi orang lain baik. Santai saja)
"Udane awet, koyo lambemu nek ngomel, gak leren-leren." (Hujannya awet nggak reda-reda, seperti mulutmu kalau ngomel, tidak pernah berhenti)
"Ojo sombong nek dadi duwuran, ning pasar duwuran regane sepuluh ewu entuk telu." (Jangan sombong kalau jadi atasan. Di pasar, atasan diobral 10 ribu dapat tiga)
"Konco kok moro nek butuh tok. Rumangsamu aku pom bensin?" (Teman kok kalau datang hanya pas butuh saja. Menurutmu aku ini pom bensin apa?)
"Ngapusi kui hakmu nek kewajibanku yo mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi." (Berbohong itu kamu. Kewajibanku ya hanya berpura-pura tidak tahu kalau kamu bohongi.)
"Atose watu akik isih kalah karo atose omonganmu." (Kerasnya batu akik masih kalah dengan ucapanmu.)
"Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan." (Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rezeki, bukan cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)
"Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit." (Dosa yang paling menyedihkan adalah yang mengeluh tidak punya duit.)
"Sakeng okehe panganan neng Indonesia iki, gek dee ijek mangan koncone dewe." (Dari sekian banyaknya makanan di Indonesia ini, dan dia masih makan temennya sendiri)
"Nek angger tenanan mestine yo wes teko, ora gor ngomong sesok, tapi tekan bulan sesok e." (Kalau serius sih harusnya sudah sampai, enggak cuman bilang besok, tapi sampai bulan depan)
"Adoh, gak duwe duwet iki ge bayar utang." (Haduh, gak punya uang ini untuk bayar utang)
"Ono papat wong sing iso ngilang. Pertama malaikat, keloro jin, ketelu setan, kepapat wong utang ra gelem nyaur." (Ada empat orang yang bisa menghilang. Pertama malaikat, kedua jin, ketiga setan, keempat yaitu orang berutang nggak mau bayar)
"Ojo nganti jahatku tangi seko turune sing angkler nek apikku wes ora diregani" (Jangan sampai jahatku terbangun dari tidur lelapnya ketika baikku sudah tidak dihargai)
"Lek seneng podo lali Kabeh. Tapi nek susah podo takon posisi"(Kalau lagi senang lupa semua tapi kalau lagi susah semuanya tanya posisi)
"Ojo kakean drama, sadari iki urip ndek dunia nyata ora koyo drama Korea" (Jangan kebanyakan drama, sadarlah ini hidup dunia nyata bukan seperti drama Korea)
"Ojo dadi pengecut koyo upil sing umpetan ning ngisor meja"(Jangan jadi orang penakut seperti kotoran itu sembunyi di meja)
"Elek yo ben, sing penting iso marai kangen" (Jelek ya biarin, yang penting bisa bikin kangen)
"Aku ra nyongko kowe tego karo konco, apik ning arep, ning mburi ngelek-elek" (Aku tidak menyangka kamu tega dengan teman, baik didepan, dibelakang menjelek-jelekan)
"Wong ki yo nameti ngisor barang. Ojo ndangak ae, nek kelilipen kapok" (Orang itu harus melihat ke bawah. Jangan ke atas terus, kalau kemasukan debu baru tahu rasa)
"Yen tak sawang sorote mripatmu, ketoke kowe arep nembung utang karo aku" (Kalau aku lihat sorot matamu, sepertinya kamu akan meminta hutang padaku)
Itulah beberapa kata-kata Jawa sindiran yang cocok untuk status media sosial. Agar seseorang sadar dengan kesalahan atau sikap yang tidak mengenakan, lebih baik bikin story sindiran dan berikan kepada orang tersebut. (manda)
Baca Juga: 20 Kata-kata Sindiran buat Gebetan yang Kurang Peka
