Konten dari Pengguna

20 Kata-kata Putus Cinta Bahasa Jawa yang Penuh Kesedihan serta Terjemahannya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata-kata Putus Cinta Bahasa Jawa. Unsplash/ Manuel Meurisse
zoom-in-whitePerbesar
Kata-kata Putus Cinta Bahasa Jawa. Unsplash/ Manuel Meurisse

Kata-kata putus cinta Bahasa Jawa memang sangat mewakili perasaan orang Jawa. Selain lebih mengena, biasanya kata-kata Bahasa Jawa juga memiliki tingkatan arti yang semakin dalam.

Ada banyak hal yang membuat sebuah hubungan cinta kandas di tengah jalan. Apapun itu, putus cinta sebaiknya dianggap sebagai pelajaran berharga dalam hidup.

Putus cinta tak berarti dunia berakhir. Seseorang bisa bangkit dan merajut lagi benang-benang asmara dengan orang lain dan mendapatkan kebahagiaan.

20 Kata-kata Putus Cinta Bahasa Jawa

Kata-kata Putus Cinta Bahasa Jawa. Unsplash/ Everton Vila

Mengutip dari dictionary.com, seventeen.com, dan thesaurus.com, berikut adalah beberapa kata-kata putus cinta Bahasa Jawa yang bisa dibuat status WA:

  1. "Aku nangis dudu mergo aku lemah, tapi aku nangis mergo wis kesel nyoba kuat kanggo wektu sing suwe." (Aku menangis bukan karena aku lemah, tetapi aku menangis karena telah lelah berusaha kuat dalam waktu yang lama)

  2. "Ana siji wae sing bisa mbok tindakake kanthi apik, yaiku ngremukke ati." (Hanya satu hal yang bisa kamu lakukan dengan baik, yaitu meremukkan hati)

  3. "Aku sing loro ati, ngopo wong liyo sing mbok obati?" (Aku yang sakit hati, kenapa orang lain yang kamu obati?)

  4. "Witing tresno jalaran soko kulino, lunture tresno jalanan ono wong liyo." (Cinta datang karena kebiasaan, lunturnya cinta karena adanya orang lain)

  5. "Kadang aku kudu ngeculke, ben koe ngerti rasane kelangan karo mempertahankan ki pie." (Terkadang aku harus melepaskan, agar kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan sama mempertahankan itu seperti apa)

  6. "Dicedaki acuh tak acuh bareng suwung bingung, lha karepmu i pie. Opo aku kudu mlayu neng laut ben koe ngerti aku tenanan." (Didekati acuh tak acuh, apa sebenarnya maumu. Apa aku harus lari ke tengah laut supaya kamu mengerti)

  7. "Raperlu sih nunjukke roso sayang seng luwih, nek suk akhire kowe nunjukke wong seng anyar seng mbok celuk sayang." (Tidak perlu menunjukkan rasa sayang yang lebih, kalau besok pada akhirya kamu menunjukkan ada orang baru yang kamu panggil sayang)

  8. "Janjimu tresnamu gede, nyatane saiki mbok tinggalne." (Janjimu cintamu besar, tapi kenyataannya sekarang kamu pergi)

  9. "Ngapusi kui hakmu. Kewajibanku mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi." (Berbohong itu hakmu. Kewajibanku hanya pura-pura tidak tahu kalau kamu berbohong)

  10. "Saben dino kegowo ngimpi tapi ora iso duweni." (Setiap hari terbawa mimpi tapi tidak bisa memiliki)

  11. "Nelangsa rasane, sing tak tresno ono sing nduwe." (Sedih rasanya, yang aku sukai sudah ada yang punya)

  12. "Tresno kuwi pancen aneh. Contone aku tresno kowe, tapi kowe ora tresno aku." (Cinta itu memang aneh. Contohnya aku cinta kamu, tapi kamu tidak cinta aku)

  13. "Siji loro telu, pitu wolu songo. Cedak karo aku dadine karo wong liyo." (Satu dua tiga, tujuh delapan sembilan. Dekatnya sama aku jadiannya sama yang lain)

  14. "Sak umpamane koe iso ngrasakke kepriye rasane dadi awakku pasti koe ora bakal ngerti opo rasane, sakit lan kecewa.” (Misalkan kamu bisa merasakan bagaimana rasanya jadi diriku pasti kamu nggak bakal ngerti apa rasanya, sakit dan kecewa)

  15. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg." (Supaya tidak kecewa, kita harus tahu kapan waktunya berhenti berharap dan kapan waktunya untuk berhenti)

  16. "Omonganmu koyo telo, empuk ning nyereti." (Perkataanmu seperti ketela, halus tapi nyesek)

  17. "Kowe pancen pinter nggawe uwong sayang, tapi kenapa malah mbok tinggal pas aku lagi sayang-sayange?" (Kamu memang pintar membuat orang sayang, tapi mengapa kemudian kamu tinggalkan saat aku sedang sayang-sayangnya?)

  18. "Pacar iku kudune mendoakan ora malah menduakan." (Pacar itu harusnya mendoakan bukan malah selingkuh)

  19. "Sing abot kui duduk nglalekne kenangan, tapi ngumpulne tenogo ben iso kuat merelakan." (Yang berat itu bukan melupakan kenangan, tapi mengumpulkan tenaga biar bisa kuat merelakan)

  20. "Jarene wes ikhlas de’e karo sing liyo, kok iseh ngomong ‘Nek Tuhan ra bakal mbales, karma sing mbales.’ Mbok wes meneng wae luwih apik." (Katanya sudah ikhlas kalau dia bersama orang lain, kenapa masih bilang 'Kalau Tuhan tidak akan membalas, karma bagi yang jahat' sudahlah diam lebih baik)

Demikian beberapa kata-kata putus cinta Bahasa Jawa yang bisa dijadikan story di media sosial untuk mewakili perasaan. Putus cinta sebaiknya dijadikan sebagai pembelajaran bukan untuk menyakiti diri sendiri. (manda)

Baca Juga: 20 Kata-kata Putus Asa Cinta yang Menyentuh Hati