20 Quotes tentang Riya yang Bisa Dijadikan Status WhatsApp

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Quotes tentang riya mampu menyadarkan manusia agar menjauhi sifat tersebut. Dalam ajaran Islam, riya dianggap sebagai perbuatan tercela karena mengandung niat yang salah dalam beribadah.
Tujuan utama dari ibadah dalam Islam seharusnya adalah semata-mata untuk mendapatkan keridaan Allah, bukan untuk mendapatkan pengakuan dari manusia.
Riya juga termasuk dalam salah satu perbuatan yang dapat menghapus amal baik seseorang.
Selain itu, riya digolongkan sebagai syirik kecil dan merupakan perbuatan yang bisa muncul karena ada niat dalam hati atau bisa juga dalam perbuatan.
20 Quotes tentang Riya yang Menyentuh Hati Manusia
Mengutip buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga, H. Ahmad Zacky El-Syafa, 2020:97, riya' adalah menampakkan ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amalan itu.
Berikut beberapa quotes tentang riya yang menyentuh hati:
Janganlah kau lakukan suatu kebaikan karena riya’, dan janganlah kau tinggalkan suatu kebaikan karena malu.
Ibadah yang tersembunyi adalah ibadah yang paling berharga di hadapan Allah SWT.
Berpegang teguh pada niat baik dan ikhlas dalam setiap amal perbuatan, agar tidak terjerat dalam perangkap riya yang menggoda.
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghapuskan sedekahmu dengan mengiringi dan menyakiti, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia, padahal dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian (Al-Baqarah ayat 264)
Jadilah pribadi yang tulus, karena keikhlasan adalah kunci kesucian hati.
Dari delapan puluh dosa yang dihisab Allah pada hari kiamat, yang pertama adalah tindakan riya. (Hadis Riwayat Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)
Berusahalah menjadi hamba yang ikhlas, bukan hamba yang mengharapkan pujian manusia.
Rasulullah Saw. bersabda: Allah berfirman: "Aku Dzat yang paling tidak butuh kepada sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amalan yang di dalamnya itu ia menyekutukan Aku dengan selain-Ku, niscaya Aku tinggalkan ia bersama sekutunya itu". (HR. Muslim)
Tunjukkan kebaikanmu hanya kepada Allah, dan berdoalah agar terhindar dari godaan riya yang menjelma.
Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali. (An-Nisa: 142)
Terkadang, seseorang menjadi riya dan pamer karena dia merasa lebih dibandingkan dengan sekitarnya. Namun demikian, dia lupa bahwa semua itu hanyalah sementara.
Kalau mau pamer, pas sudah berhasil saja. Jangan saat sama-sama lagi bermimpi. Emang yang jago hanya kamu doang? Jadi jangan sombong.
Jangan suka pamer dan sombong, karena apa yang kamu punya saat ini bukan hasil dari keringat jerih payah kamu sendiri.
Pacar dipamerkan, makanan dipamerkan, uang dipamerkan, enggak sekalian mukamu dipamerkan.
Buatlah hidup yang hebat dalam kehidupanmu. Bukan malah hidup yang kelihatannya hebat, hanya ingin terlihat kaya dan bisa.
Terkadang orang yang suka pamer tidak lebih baik dibanding orang yang biasa-biasa saja.
Tidak perlu marah dengan orang yang suka pamer kebahagiaan. Mungkin dia tidak cukup bahagia sehingga perlu pengakuan orang lain.
Ibadah itu enggak perlu diumbar, hanya Allah dan kamu saja yang tahu. Ingat, amalan hangus gara-gara status.
Setiap orang punya masalah dan berupaya mengatasinya. Akan terlihat aneh jika kau malah pamer masalah dan menantikan belas kasihan.
Berbagi kebahagiaan dan pamer memang beda tipis. Terkadang tidak disadari. Bisa seperti api yang perlahan memakan kayu.
Itulah beberapa kata-kata atau quotes tentang riya yang dapat diambil hikmahnya dalam menjalankan ibadah, perlu dihindari godaan riya dan mengutamakan keikhlasan.
Baca juga : 10 Kata-kata Ali Bin Abi Thalib tentang Kesabaran
