Konten dari Pengguna

200 Contoh Kalimat Bermajas Berdasarkan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 10 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Kalimat Bermajas Berdasarkan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia. Unsplash/Siora Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Kalimat Bermajas Berdasarkan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia. Unsplash/Siora Photography

Contoh kalimat bermajas Bahasa Indonesia sering kali ditemukan dalam dunia penulisan. Pemahaman mengenai majas dianggap penting dalam memperkaya literasi.

Penggunaan majas atau gaya bahasa menjadi salah satu cara yang efektif untuk memperindah kalimat dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

Baik dalam karya sastra, pidato, maupun konten sehari-hari, majas kerap digunakan untuk menarik perhatian pembaca atau pendengar.

Daftar isi

Contoh Kalimat Bermajas dan Penjelasannya

Ilustrasi Contoh Kalimat Bermajas Berdasarkan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia. Unsplash/Giorgio Trovato

Berdasarkan laman uma.ac.id, majas adalah salah satu alat retorika yang digunakan dalam bahasa untuk memberikan daya tarik dan efek tertentu dan sering dianggap sebagai suatu seni dalam berkomunikasi.

Dalam artikel ini, ada berbagai contoh kalimat bermajas yang dapat penulis gunakan untuk menambah keindahan dan daya tarik dalam tulisan.

Mulai dari majas personifikasi, hiperbola, metafora, simile, hingga ironi. Temukan bagaimana gaya bahasa ini bisa membuat karya lebih hidup dan penuh makna.

1. Majas Personifikasi

Majas personifikasi memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati atau konsep abstrak. Berikut contohnya:

  1. Bunga-bunga di taman itu menari mengikuti alunan angin.

  2. Hujan menyapa bumi dengan rintik-rintiknya yang lembut.

  3. Matahari tersenyum cerah pada pagi ini.

  4. Langit menangis saat petir menyambar.

  5. Daun-daun berbisik di antara desiran angin.

  6. Ombak berlari mengejar pasir di tepi pantai.

  7. Bulan malu-malu bersembunyi di balik awan.

  8. Awan-awan kelabu menyelimuti langit dengan keheningan.

  9. Jalanan yang licin mengundang bahaya untuk para pengendara.

  10. Lonceng gereja bernyanyi merdu di pagi hari.

  11. Kabut tebal menyelimuti desa dengan lembut.

  12. Jam dinding seakan ikut berlari mengejar waktu.

  13. Lilin kecil berdansa dalam kegelapan malam.

  14. Lautan menggeliat gelisah ketika badai mendekat.

  15. Pintu tua itu berderit seakan menjerit meminta perhatian.

  16. Bintang-bintang berkelip, berbicara dalam keheningan malam.

  17. Pagi yang cerah tersenyum penuh harapan.Hujan deras memukul-mukul atap rumah tanpa ampun.

  18. Jalan setapak itu seolah mengarahkan langkah kita.

  19. Kota itu tidur nyenyak di bawah sinar rembulan.

  20. Buku-buku di perpustakaan tampak sabar menunggu untuk dibaca.

  21. Hutan berbisik pada siapa pun yang berani mendengarnya.

  22. Rembulan mencurahkan sinarnya untuk menerangi malam.

  23. Jendela kamar itu mengintip dunia luar dengan cemas.

  24. Akar-akar pohon memeluk tanah dengan erat.

  25. Waktu berjalan cepat meninggalkan kenangan.

  26. Angin malam membelai wajah dengan lembut.

  27. Pepohonan tua itu menangis saat ditebang.

  28. Gunung berdiri gagah menjaga desa di kaki lembah.

  29. Pagar besi berkarat menangis saat digerakkan.

  30. Hujan turun menyirami bumi yang kehausan.

  31. Embun pagi mengelus lembut daun-daun muda.

  32. Dedaunan menari mengikuti irama angin.

  33. Tembok tua itu menyimpan rahasia waktu.

  34. Malam melukis langit dengan bintang-bintang.

  35. Hujan menderu seperti raksasa yang marah.

  36. Matahari pagi menyapu kegelapan malam.

  37. Bayangan gelap mengintip dari balik pintu.

  38. Jalanan berliku seolah-olah mencoba menyesatkan.

  39. Badai memeluk kapal nelayan dengan kuat.

2. Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah pernyataan yang melebih-lebihkan suatu hal untuk menekankan atau memperkuat kesan. Inilah contohnya:

  1. Suaranya begitu keras hingga bisa memecahkan kaca.

  2. Aku sudah menunggu seribu tahun untuk bertemu denganmu.

  3. Tumpukan tugas ini setinggi gunung.

  4. Jarak rumahmu terasa seperti sejauh bintang di langit.

  5. Dia menangis sampai air matanya mengalir seperti sungai.

  6. Hatinya hancur berkeping-keping seperti kaca.

  7. Keindahanmu bisa membuat seluruh dunia berhenti sejenak.

  8. Perutmu seperti sudah tidak diisi makanan selama seabad.

  9. Larianku cepat seperti kilat.

  10. Kantung mataku sebesar bola basket karena kurang tidur.

  11. Dia bisa berbicara tanpa henti selama seribu jam.

  12. Bukunya setebal tembok besar Cina.

  13. Mobil itu melaju secepat cahaya.

  14. Aku sudah mengulang materi ini jutaan kali.

  15. Pemandangan di atas gunung ini seindah surga.

  16. Masakan ibu enak sampai-sampai bisa membuat dewa tergoda.

  17. Suara petir itu sekeras ledakan bom.

  18. Panasnya hari ini seperti berada di dalam neraka.

  19. Perjalanannya seolah tidak berujung.

  20. Buku ini memiliki halaman sebanyak daun di hutan.

  21. Jarak perjalanan itu membuat kakiku hampir patah.

  22. Hatiku berdebar begitu keras hingga aku takut orang lain bisa mendengarnya.

  23. Rumah itu sebesar istana.

  24. Perutku keroncongan seperti genderang perang.

  25. Dia bisa tidur sepanjang hari tanpa terbangun.

  26. Kehangatan tanganmu bisa mencairkan gunung es.

  27. Dia menulis surat sepanjang Sungai Nil.

  28. Bajunya begitu bersih hingga memantulkan cahaya.

  29. Dia menunggu begitu lama hingga rambutnya beruban.

  30. Keberaniannya sebesar gunung.

  31. Kebohongannya begitu besar, bisa menutupi matahari.

  32. Rambutnya sehitam arang yang dibakar.

  33. Aku merasa seolah-olah sudah hidup seribu tahun.

  34. Tawanya menggema hingga ke ujung dunia.

  35. Rumah itu begitu sunyi hingga terdengar suara jarum jatuh.

  36. Tangannya begitu kuat hingga bisa memecahkan batu.

  37. Matahari menyengat seperti api yang membakar kulit.

  38. Hatiku begitu dingin, bahkan es pun tak sanggup mencairkannya.

  39. Cintanya padaku sebesar lautan yang tak bertepi.

  40. Rumahnya begitu besar hingga aku merasa seperti tikus di dalamnya.

3. Majas Metafora

Majas metafora menggambarkan suatu hal dengan langsung menyamakan dua hal yang berbeda tanpa menggunakan kata penghubung seperti "seperti" atau "bagai". Berikut contohnya:

  1. Hidupnya bagai roller coaster penuh liku dan kejutan.

  2. Waktu seperti pedang yang tak pernah tumpul.Dia adalah bintang di antara kegelapan.

  3. Harapan adalah pelita di tengah malam yang gelap.

  4. Pikirannya seakan-akan sebuah samudera yang penuh rahasia.

  5. Hatinya bak baja yang tak mudah goyah.

  6. Matamu adalah jendela menuju jiwamu.

  7. Cintanya bagai matahari yang menghangatkan duniaku.

  8. Kehidupan adalah panggung drama tanpa naskah.

  9. Amarahnya bagai badai yang siap menghancurkan apa saja.

  10. Persahabatan mereka seakan benteng yang tak tergoyahkan.

  11. Lidahnya seperti pisau yang tajam.

  12. Mimpi-mimpi itu adalah pelangi setelah hujan.

  13. Semangatnya bagai api yang tak pernah padam.

  14. Ingatannya adalah buku tua yang penuh kisah.

  15. Kesabarannya seperti gunung yang kokoh.

  16. Wajahnya bak cermin kebahagiaan.

  17. Kenangan itu adalah duri dalam daging.

  18. Masa depan ialah kanvas kosong yang siap diisi.

  19. Uang adalah raja dalam dunia material.

  20. Matahari seperti raja siang yang berkuasa penuh.

  21. Kata-katanya bagai hujan yang menyirami jiwa.

  22. Waktumu adalah emas yang tak ternilai.

  23. Hidup ini seperti roda yang terus berputar.

  24. Keberanian bagai perisai dalam pertempuran hidup.

  25. Kegembiraannya ialah bunga yang mekar di musim semi.

  26. Kata-katanya seperti senjata yang mematikan, tajam.

  27. Pandangannya adalah lautan yang tenang.

  28. Usahanya bagai tangga menuju puncak.

  29. Rumah itu seperti istana bagi masyarakat sekitar.

  30. Matamu indah bagai permata yang berkilauan.

  31. Tangannya seperti baja yang kuat dan mampu mengerjakan apa saja.

  32. Hatinya adalah laut yang dalam, sulit untuk mengetahui maksudnya.

  33. Kenangan itu adalah hantu yang selalu mengintai.

  34. Pikiranmu seperti labirin tanpa ujung dan aku tersesat di dalamnya.

  35. Masa lalunya seperti bayangan yang selalu mengikutinya.

  36. Hidup adalah perjalanan tanpa peta.Cintanya adalah pelabuhan tempat dia berlabuh.

  37. Jiwanya adalah angin yang bebas berhembus.

  38. Pengalaman adalah guru yang paling bijaksana.

4. Majas Sarkasme

Sarkasme adalah salah satu jenis majas yang digunakan untuk menyampaikan sindiran secara tajam dan menyakitkan, sering kali dengan menggunakan kata-kata yang bertolak belakang dengan maksud sebenarnya. Ini contohnya:

  1. Tentu, proyek ini sangat mudah, makanya kita sudah berbulan-bulan belum selesai.

  2. Wah, hari yang sempurna untuk berjemur… di tengah hujan deras.

  3. Bagus sekali, kamu berhasil membuat kopi… yang rasanya seperti air cuci piring.

  4. Hebat, kamu memang tahu cara memecahkan masalah… dengan menciptakan masalah baru.

  5. Pintar sekali, menunda pekerjaan sampai detik terakhir pasti ide yang cemerlang.

  6. Ya, karena pasti semua orang suka dibangunkan di tengah malam dengan suara keras.

  7. Luar biasa, kamu benar-benar ahli dalam menghindari tanggung jawab.

  8. Oh tentu, membiarkan pintu terbuka di musim dingin pasti membuat rumah lebih hangat.

  9. Kamu sangat bijak, pasti membuang uang untuk hal-hal tidak penting adalah investasi yang bagus.

  10. Hebat sekali, kamu datang tepat waktu… setelah acara selesai.

  11. Wah, ponselmu berfungsi dengan baik… kecuali saat kamu benar-benar membutuhkannya.

  12. Benar-benar cerdas, menyelesaikan pekerjaan tanpa membaca petunjuk terlebih dahulu.

  13. Kamu benar-benar tahu cara membuat orang senang… dengan mengabaikan mereka.

  14. Pasti seru ya, liburan di rumah sambil mengerjakan pekerjaan kantor.

  15. Wah, makan malam ini benar-benar istimewa… kalau kamu suka makanan yang gosong.

  16. Tentu, membiarkan anak-anak bermain di jalan raya itu sangat aman.

  17. Kamu benar-benar jenius, meninggalkan kunci di dalam mobil yang terkunci.

  18. Pintar sekali, belajar semalaman dan tetap gagal ujian.

  19. Luar biasa, kamu benar-benar ahli dalam kehilangan barang penting saat sangat membutuhkannya.

  20. Wah, pasti kamu merasa senang sekali kehilangan dompet di tempat ramai.

  21. Hebat, kamu memilih film yang paling membosankan untuk malam minggu.

  22. Kamu benar-benar berbakat dalam memilih waktu terburuk untuk mengatakan sesuatu.

  23. Tentu, meninggalkan laptop di kafe adalah cara terbaik untuk memastikan keamanannya.

  24. Pasti menyenangkan sekali terjebak di lift bersama orang yang terus berbicara.

  25. Luar biasa, kamu benar-benar tahu cara membuat suasana hati orang lain memburuk.

  26. Ya, menonton film horor sendirian di malam hari pasti membuat tidur lebih nyenyak.

  27. Kamu benar-benar ahli dalam memperumit masalah yang seharusnya sederhana.

  28. Hebat, kamu memilih hari yang tepat untuk liburan… saat ada badai.

  29. Tentu, tidur hanya dua jam semalam adalah cara terbaik untuk memulai hari.

  30. Kamu sangat pintar, pasti membiarkan pekerjaan menumpuk sampai tidak bisa diselesaikan adalah strategi yang bagus.

  31. Oh, sangat bijaksana, menyelesaikan tugas di hari terakhir batas waktu.

  32. Hebat, memilih baju yang paling tidak nyaman untuk acara yang panjang.

  33. Kamu benar-benar tahu cara menghemat uang… dengan membeli barang-barang yang tidak pernah dipakai.

  34. Ya, pasti menunggu di antrian panjang adalah cara terbaik untuk menghabiskan waktu luang.

  35. Luar biasa, kamu berhasil membuat suasana pertemuan jadi lebih tegang.

  36. Kamu benar-benar tahu cara membuat orang merasa dihargai… dengan tidak mendengarkan mereka.

  37. Hebat sekali, kamu memilih waktu yang paling sibuk untuk pergi belanja.

  38. Ya, pastikan untuk lupa membawa tiket sebelum naik kereta, itu sangat membantu.

  39. Kamu benar-benar jenius, memutuskan untuk bepergian saat jam macet.

  40. Luar biasa, kamu memilih hari yang paling panas untuk berjalan-jalan di luar.

5. Majas Ironi

Majas ironi adalah penggunaan kata-kata yang mengandung makna bertentangan atau berbeda dari makna sebenarnya, sering digunakan untuk menyindir atau menyampaikan sesuatu secara tersirat. Berikut contohnya:

  1. Tempat ini benar-benar bersih, sampai aku bisa menghitung debunya satu per satu.

  2. Wah, pekerjaan ini sangat mudah, sampai aku tidak tahu harus mulai dari mana.

  3. Betapa senangnya terjebak dalam kemacetan ini, bisa menghabiskan waktu lebih lama di jalan.

  4. Pasti asyik sekali kehilangan dompet di tengah keramaian seperti ini.

  5. Hebat sekali, mereka datang tepat waktu… setengah jam terlambat.

  6. Liburan ini sangat seru, hanya hujan yang menemani sepanjang hari.

  7. Aku benar-benar bahagia mendengar kabar buruk itu.

  8. Oh, tentu saja, aku sangat menikmati pekerjaan yang menumpuk ini.

  9. Ini hari yang indah untuk lupa membawa payung di tengah hujan deras.

  10. Betapa senangnya mengetahui bahwa deadline dipercepat.

  11. Sangat menyenangkan melihat laptopku mati saat belum sempat menyimpan pekerjaan.

  12. Wah, koneksi internet ini sangat cepat, sampai aku bisa membaca buku sambil menunggu.

  13. Betapa beruntungnya aku, kehilangan tiket konser yang sudah lama kutunggu.

  14. Pasti menyenangkan bekerja di akhir pekan yang seharusnya untuk istirahat.

  15. Aku sungguh menikmati momen ketika listrik padam di tengah-tengah film yang kutonton.

  16. Betapa serunya jalan kaki ke kantor saat hujan deras dan tak ada kendaraan.

  17. Hebat sekali, bensin habis di tengah jalan tol yang padat.

  18. Pasti menyenangkan menerima undangan pernikahan mantan.

  19. Luar biasa, sepatu favoritku rusak di hari yang paling penting.

  20. Betapa tenangnya hati ini saat mendengar tetangga menyanyi dengan suara keras di tengah malam.

  21. Aku benar-benar menikmati telepon yang terus berdering saat aku sedang tidur.

  22. Betapa beruntungnya memiliki tetangga yang selalu minta tolong di jam makan malam.

  23. Senang sekali melihat hujan deras di hari yang sudah kupersiapkan untuk piknik.

  24. Pasti menyenangkan terjebak di lift bersama orang yang tak kukenal.

  25. Hebat sekali, laptopku baru saja mati total setelah diservis.

  26. Betapa asyiknya harus menulis ulang dokumen yang hilang karena komputer crash.

  27. Senang sekali, ban mobil kempes di tengah jalan yang sepi.

  28. Betapa menyenangkannya ketika alarm tidak berbunyi di pagi hari yang penting.

  29. Pasti sangat mengasyikkan, menunggu selama dua jam untuk masuk ke restoran yang penuh.

  30. Hebat sekali, kartu ATM tertelan di saat paling butuh.

  31. Betapa menyenangkannya ketika jaringan internet terputus saat sedang bekerja dari rumah.

  32. Pasti seru sekali mendengar tetangga berdebat keras saat tengah malam.

  33. Senang sekali, acara favorit dibatalkan di menit terakhir.

  34. Betapa bahagianya melihat laptopku jatuh dan layarnya retak.

  35. Pasti luar biasa, menghabiskan waktu mencari kunci mobil yang ternyata ada di dalam mobil yang terkunci.

  36. Hebat sekali, kereta yang kutunggu berangkat lima menit sebelum aku tiba.

  37. Betapa menyenangkan, melihat makanan favorit jatuh ke lantai sebelum sempat dicicipi.

  38. Pasti asyik, kehilangan dompet saat berlibur di luar negeri.

  39. Senang sekali, menemukan pakaian yang sudah lama kucari saat ukurannya sudah tidak pas lagi.

  40. Betapa indahnya hidup saat semua yang kurencanakan berantakan.

Baca juga: 16 Contoh Pidato Persuasif, Pengertian, dan Strukturnya

Itulah deretan contohnya kalimat bermajas dalam yang sering ditemukan pada literasi bahasa Indonesia, seperti novel dan puisi. (Andi)