Konten dari Pengguna

25 Contoh Puisi untuk Pahlawan Indonesia

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 11 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Puisi untuk Pahlawan. Foto: Unsplash/Harmoni Widiya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Puisi untuk Pahlawan. Foto: Unsplash/Harmoni Widiya

Contoh puisi untuk pahlawan dapat dibacakan di hari-hari peringatan nasional yang berkaitan dengan momen kepahlawanan. Salah satunya adalah Hari Pahlawan, yang diperingati setiap 10 November.

Dikutip dari buku Seni Mengenal Puisi Oleh Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari, (9), puisi adalah bentuk ekspresi diri yang menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan ataupun nasehat seseorang.

Daftar isi

Contoh Puisi untuk Pahlawan

Ilustrasi Contoh Puisi untuk Pahlawan. Foto: Unsplash/JESHOOTS.COM

Berikut adalah beberapa contoh puisi untuk pahlawan Indonesia.

Contoh 1

Elegi 10 November

Karya: Siti Isnatun M.

Hari ini kami memandang

wajah-wajah pada bingkai yang terpajang

Menunduk membisikkan doa

dalam semat kenangan akan jasa

Separuh asa kami melayang

dalam bayang-bayang

akan masa yang telah silam

Darah yang telah mengalir

Keringat yang telah bergulir

bagai sebutir safir

dalam ruang yang temaram

Bukan lagi tangis yang seharusnya kami berikan

Bukan!

Meski air mata membayangi kenangan

akan pengorbanan yang telah dipersembahkan

10 November ini

Bersama duka ini

Kami sematkan setangkup doa

Bersama tekad dan asa

Bahwa kami adalah tonggak penerus

untuk jiwa kepahlawananmu yang tulus

Contoh 2

Prajurit Jaga Malam

Karya: Chairil Anwar

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?

Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam

Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian

Ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini

Aku suka pada mereka yang berani hidup

Aku suka pada mereka yang masuk menemui malam

Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu...

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!

Contoh 3

Keteguhan Sang Garuda

Karya: Chairil Anwar

Kau terlahir dari sebuah gagasan

Prinsip yang telah menjadikanmu sebagai lambang

Bersumber dari perjuangan seluruh rakyat

Berembuskan napas kemerdekaan

Di tubuhmu terukir simbol yang penuh makna

Terdiri atas banyaknya harapan

Tersisip akan impian

Hingga menjadikanmu gagah dan mulia

Sorot pandangmu yang tajam

Tubuh yang tegap dan tegar

Mencerminkan rakyat negerimu

Serta kuatnya semangat yang menopangnya

Contoh 4

Pahlawankah?

Karya: Siti Isnatun M

Pahlawankah?

Bila kekuasaan adalah tujuan

kedudukan adalah pamrih

dan kekayaan adalah cita-cita

Pahlawankah?

Bila kepentingan sendiri adalah hal utama

kepentingan rakyat adalah selingan

dan kepentingan keluarga sibuk diperhatikan

Pahlawankah?

Bila keikhlasan bukanlah landasan

tergantikan oleh ketamakan serta kesombongan

dan ambisi yang menuntut pemenuhan

Bertanyalah pada nurani....

Pahlawankah?

Contoh 5

Gugur Pahlawan

Karya: Ilham Aziz

Bersimbah cipratan darah

Teriakan berkumandang di mana-mana

"Merdeka atau Mati!"

Begitulah teriakan dari bibir mereka

Kepulan asap beradu dengan tombak runcing

Para srikandi yang berdoa di sepertiga malam

Menunggu sang kekasih pulang membawa kemenangan

Sudah,

Sudah berjuta nama tertinggal di medan perang

Teriak para pejuang yang kehilangan teman

Teriak para prajurit melihat rekan mereka bahagia tanpa

merasakan pedihnya sakit

Sudah gugur pahlawanku

Diiringi sorak sorai kemenanganku

Gugur sudah pahlawanku

Hanya tinggal tombak dan nama yang terukir dalam lisanku

Contoh 6

Indonesiaku

Karya: Shavna Agitsni

Gejolak amarah tertanam di mana-mana

Seakan tak ingin hidup lagi di dunia

Darah berceceran di mana-mana

Jejak sang pejuang untuk Indonesia

Nenek moyang menjadi saksi bisu

Dari kelamnya masa lalu

Para penjajah tak segan untuk membombardir

Dengan senjata nuklir

Yang suaranya terdengar dari hulu sampai ke hilir

Merdeka! Merdeka!

Kata-kata itu bergema di mana-mana

Bambu runcing serta parang menjadi senjata

Kini saatnya Indonesia merdeka

Contoh 7

Dongeng Pahlawan

Karya: W.S Rendra

Pahlawan telah berperang dengan panji-panji

berkuda terbang dan menangkan putri.

Pahlawan kita adalah lembu jantan

melindungi padang dan kau perempuan.

Pahlawan melangkah dengan baju-baju sutra.

Malam tiba, angin tiba, ia pun tiba.

Adikku lanang, senyumlah bila bangun pagi-pagi

karena pahlawan telah berkunjung di tiap hari.

Contoh 8

Gugur Pejuang

Karya: Ayla Andhura Hamba Al-Ghafur

Indonesia Tanah Airku

Yang sedang kupijak di atasnya

Semuanya tanpa mengetahui cara meraihnya

Yang tanpa mengetahui cara meraihnya

Wahai pahlawanku...

Pejuang NKRI Tanah Airku

Kau relakan tubuhmu tertusuk demi

Kumenangis tersedu-sedu

Tetesan air mengalir di seluruh wajahku

Tapi aku hanya dapat berpikir bagaimana

Tetesan darah mengalir di seluruh tubuhmu

Kini telah gugur engkau wahai pejuangku

Aku hanya dapat mengirim doa kepadamu

Semoga cahaya selalu menerangi dan rakyat NKRI

Contoh 9

Pahlawan

Karya: Fadil

Oh pahlawan

sesungguhnya tanpa pahlawan

hidup ini tidak berrati

karena pahlawan sudah berjasa

Pahlawan kau telah berperang

demi tanah air dan bangsa

aku bangga dengan pahlawan

karena kau mengorbankan jiwa dan raga

Kau telah mengusir penjajah

yang ingin mengambil rempah-rempah

untuk dirinya sendiri

terima kasih pahlawan

Contoh 10

Jejak Pahlawan Bangsa

Karya: Almas Noor Huda

Jejak-jejak para pahlawan bangsa

Semerbak harum dalam untaian syair pujangga

Bercerita haru akan kisah perjuangan

Bertaruh nyawa di medan peperangan

Kapten Pattimura dengan pedangnya

Jendral Soedirman dengan tandunya

Pangeran Diponegoro dengan gerilyanya

Memperjuangkan Indonesia merdeka

Tujuh belas Agustus 1945

Soekarno memproklamirkan kemerdekaan

Riuh tangis haru dikumandangkan

Jatuhnya Jepang dan merdekanya negara Indonesia

Jejak-jejak para pahlawan bangsa

Menapak jelas menembus zaman

Kini beliau pun menyaksikan dari surga

Bangsamu bersatu padu dalam semangat membela

Contoh 11

R.A. Kartini

Karya: Sri Widayati

Raden Ajeng Kartini

Kau seorang putri sejati

Gigih berani mempertaruhkan diri

Demi memperjuangkan emansipasi

Cita-citamu sungguh mulia

Tak gentar tuk memerdekakan wanita

Tak takut meski dihadang senjata

Demi kebahagiaan para kaumnya

Agar haknya sejajar kaum pria

Karenamu kaum hawa lebih bermakna

Dunia lebih ceria dalam genggamannya

Negeri ini pun kan bisa berjaya

Kau penerang dalam gelap gulita

Habis gelap terbitlah terang

Terbukti nyata dalam karyanya

Contoh 12

Pahlawan

Karya: Marta

Jika aku besar nanti

Kuingin ikuti semangat juangmu

Untuk membangun negeri ini

Wahai generasi muda

Bangkitlah engkau dari tidurmu

Ikutlah jejak para pahlawan bangsa

Demi kejayaan Nusantara tercinta

Contoh 13

Pahlawan Tak Dikenal

Karya: Toto Sudarto Bahtiar

Sepuluh tahun yang lalu, di terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah lubang peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya berkata, kita sedang berperang

Dia tidak tahu bilamana ia datang Kedua tangannya memeluk senapan

Dia tidak tahu untuk siapa dia datang

Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang

Contoh 14

Kata Para Pahlawan

Karya: Mastur Taher

Apa kata para pahlawan

Tentang kita yang tak lagi rela berkorban

Demi dan atas nama pengabdian

Karena dianggap hanya sebagai kesia-siaan

Apa kata para pahlawan

Tentang kita yang kerap mengepal tangan

Berteriak merdeka

Menikam badik menggali luka

Di atas jiwa khalayak yang terkoyak

Mengembuskan napas yang tersesak

Contoh 15

Karawang-Bekasi

Karya: Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi

Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami

Terbayang kami maju dan berdegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda

Yang tinggal tulang diliputi debu

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa

Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa

Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami

Menjaga Bung Karno

Menjaga Bung Hatta

Menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat

Berilah kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami

Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

Contoh 16

Aku Ingin Menjadi

Karya: Siti Isnatun M.

Aku ingin menjadi,

Kerlip bintang di langit negeriku

Aku ingin menjadi,

Kepak sayap di tubuh bangsaku

Aku ingin menjadi,

Pohon padi untuk pangan rakyat negeriku

Aku ingin menjadi,

Tanaman tebu untuk pemanis dahaga bangsaku

Ini ungkapan hatiku

akan makna kepahlawanan

sebagai anak bangsa, generasi muda

yang bangga menjadi Indonesia

Contoh 17

Sang Pejuang

Karya: Shavna Agitsni

Dengan tegap kau beranikan diri

Melangkah tuk mempertaruhkan diri

Bahkan kau siap mati

Demi kemerdekaan ibu pertiwi

Geram

Sepertinya itu yang kau rasakan

Negeri ini telah lama tertikam

Dan kini kau akan menikam

Tak tahan untuk bungkam

Telah banyak darah yang mengalir

Seolah bagaikan sihir

Telah banyak goresan luka yang telah mereka ukir

Walau sudah tiada

Tapi namamu akan tetap ada

Walau kau sudah tidak ada di dunia

Jiwamu masih dalam sejarah bangsa

Contoh 18

Perjuangan, Indonesia Merdeka!

Karya: Siti Nur Halimah

Dia tidak menginginkan harta

Dia dikenal bukan ingin dipuja

Dia yang jasanya sangat berharga

Dialah para pahlawan bangsa

Abdi pada negeri

Mengorbankan jiwa dan raga

Tanpa lelah melawan dan mengusir para penjajah

Untuk apa?

Indonesia merdeka!

Terbebas dari belenggu dunia

Untuk apalagi?

Untuk kita!

Generasi selanjutnya

Melanjutkan cita-cita bangsa

Terimakasih untukmu para pahlawan

Jasamu selalu dikenang

Takkan luput dan hilang oleh waktu

Sejarahmu diingat selalu

Takkan dilupa karena kau sangat berharga

Kemerdekaan adalah hasilnya

Contoh 19

Diponegoro

Karya: Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu

Sekali berarti

Sudah itu mati

MAJU

Bagimu negeri

Menyediakan api

Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditindas

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai

Maju

Serbu

Serang

Terjang

Contoh 20

Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang

Karya: W.S. Rendra

Tuhanku,

WajahMu membayang di kota terbakar

dan firmanMu terguris di atas ribuan

kuburan yang dangkal

Anak menangis kehilangan bapa

Tanah sepi kehilangan lelakinya

Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini

tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia

Apabila malam turun nanti

sempurnalah sudah warna dosa

dan mesiu kembali lagi bicara

Waktu itu, Tuhanku,

perkenankan aku membunuh

perkenankan aku menusukkan sangkurku

Malam dan wajahku

adalah satu warna

Dosa dan nafasku

adalah satu udara

Tak ada lagi pilihan

kecuali menyadari

-biarpun bersama penyesalan-

Apa yang bisa diucapkan

oleh bibirku yang terjajah?

Sementara kulihat kedua lenganMu yang capai

mendekap bumi yang mengkhianatiMu

Tuhanku,

Erat-erat kugenggam senapanku

Perkenankan aku membunuh

Perkenankan aku menusukkan sangkurku

Contoh 21

Jakarta 17 Agustus 45 Dinihari

Karya: Sitor Situmorang

Sederhana dan murni

Impian remaja

Hikmah kehidupan

berNusa

berBangsa

berBahasa

Kewajaran napas

Dan degub jantung

Keserasian beralam

Dan bertujuan

Lama didambakan

Menjadi kenyataan

Wajar, bebas

Seperti embun

Seperti sinar matahari

Menerangi bumi

Di hari pagi

Kemanusiaan

Indonesia merdeka

17 Agustus 1945

Contoh 22

Grilya

Karya: W.S. Rendra

Tubuh biru

Tatapan mata biru

Lelaki berguling di jalan

Angin tergantung

Terkecap pahitnya tembakau

Bendungan keluh dan bencana

Tubuh biru

Tatapan mata biru

Lelaki berguling di jalan

Dengan tujuh lubang pelor

Diketuk gerbang langit

Dan menyala mentari muda

Melepas kesumatnya

Gadis berjalan di subuh merah

Dengan sayur-mayur di punggung

Melihatnya pertama

Ia beri jeritan manis

Dan duka daun wortel

Tubuh biru

Tatapan mata biru

Lelaki berguling di jalan

Orang-orang kampung mengenalnya

Anak janda berambut ombak

Ditimba air bergantang-gantang

Disiram atas tubuhnya

Tubuh biru tatapan mata biru

Lelaki berguling di jalan

Lewat gardu

Belanda dengan berani

Berlindung warna malam

Sendiri masuk kota Ingin ikut ngubur ibunya

Contoh 23

Penjajah Harus Pergi dari Indonesia

Karya: Mochamad Hayyu Al Fatha

Penjajah itu sudah merusak persatuan

Persatuan bangsa Indonesia

Karena mereka telah membunuh pahlawanku

Mereka juga telah menyengsarakan rakyat Indonesia

Maka dari itu kita harus melawan para penjajah

Demi Indonesia merdeka kita harus bersatu

Agar bangsa Indonesia bisa tetap harmonis

Dan bersatu agar bangsa Indonesia

Menjadi bangsa yang makmur

Sekujur darah menyelimuti kulitmu

Tembakan yang menusuk dadamu

Semua itu kau lakukan untuk negeri ini

Tanpa pamrih berjuang

Perjuanganmu 'kan terukir di bambu runcing

Sejarah hidupmu 'kan kami kenang

Pagi, siang, sore, malam engkau berperang

Setiap waktu kau pegang senjata

Pahlawan

Semangat

Tekad bulatmu

Untuk negeri ini

Apa gerangan engkau bersedih

Mengapa keadaanmu

Begitu mengkhawatirkan

Begitu mencemaskan kami

Kini negeri ini

Berada di pundak kami

Kami kan terus melanjutkan perjuanganmu

Semangat!

Contoh 24

Maju Tak Gentar

Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)

Maju tak gentar

Membela yang mungkar

Maju tak gentar

Hak orang diserang

Maju tak gentar

Pasti kita menang!

Contoh 25

Cut Nyak Dien

Karya: Sides Sudyarto DS

Di Cadas Pangeran Sumedang, tubuhmu mengunjur

Engkau istirahat abadi dalam kubur

Tetapi engkau tetap Puteri Aceh yang berjiwa luhur

Kau bela Indonesia hingga merdeka

Meski kau harus korban umur

Cut Nyak Dien, kau wanita utama

Berdarah api berjiwa baja

Kau tinggalkan keluarga dan sanak saudara

Demi negara yang berada dalam bahaya

Cut Nyak Dien kau harum bagai melati putih

Berjuang selalu tiada kenal letih

Kau korbankan nyawa tanpa sedih

Demi tegaknya Sang Merah Putih

Baca Juga: Contoh Puisi Kemerdekaan yang Bermakna dan Berkesan

Itulah beberapa contoh puisi untuk pahlawan yang bisa dijadikan referensi. Banyak inspirasi yang bisa diungkapkan melalui puisi untuk mengapresasi para pahlawan. (Adm)