25 Kata-kata untuk Anak Terakhir, Bijak dan Penuh Makna

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semua anak memiliki keistimewaannya sendiri. Tak hanya anak pertama, anak bungsu juga memiliki banyak hal yang bagus. Seperti juga yang digambarkan pada daftar kata-kata untuk anak terakhir di bawah ini.
Selain bijak dan penuh makna, kata-kata tersebut juga sangat relate dengan kenyataan yang ada. Ingin tahu seperti apa kutipan lengkapnya? Yuk, kita simak bersama!
Baca juga: 13 Caption tentang Kakak Adik yang Menyentuh Hati
25 Kata-kata untuk Anak Terakhir, Bijak dan Penuh Makna
Mengutip laman huffpost.com & goodhousekeeping.com, berikut kumpulan quote atau kata-kata untuk anak terakhir yang bijak dan penuh makna.
Semua orang mengira kamu manja karena kamu yang termuda tetapi itu semua hanya membuatku kecewa dan berharap tinggi. - Danny Carlito
Hal terbaik tentang menjadi anak bungsu dalam keluarga besar adalah bahwa 5x setahun aku bisa mengingatkan saudara kandungku lagi bahwa mereka jauh lebih tua dariku. -Kim Bongiorno
Keluargamu berbicara tentang semua perjalanan yang mereka lakukan dan semua kesenangan yang mereka alami dan kamu belum lahir. -Elizabeth
Menjadi anak bungsu kamu harus menerima kenyataan bahwa akan selalu diperlakukan seperti bayi. -Shacorea
Menjadi anak bungsu itu semuanya menyenangkan, sampai kamu mencoba untuk tumbuh dewasa dan ibumu tidak mengizinkanmu. -Lindsey Deep
Anak bungsu dalam keluarga mana pun selalu menjadi pembuat lelucon, karena lelucon adalah satu-satunya cara dia dapat memasuki percakapan orang dewasa. — Kurt Vonnegut
Sebagai adik bungsu, aku selalu menjadi anak yang paling dimanjakan.— Soha Ali Khan
Aku duduk di antara saudara laki-lakiku di gunung dan saudara perempuanku di laut. Kami bertiga adalah satu dalam kesepian, dan cinta yang mengikat kami bersama sangat dalam, kuat, dan aneh.—Kahlil Gibran
Aku adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara. Aku kehilangan ayahku ketika aku baru berusia 13 tahun. Bagiku, para tetua adalah dewaku. —Tina Ambani
Kakakku dan aku tidak pernah terlibat dalam persaingan antar saudara. Orang tua kami tidak tergila-gila pada salah satu dari kami. — Erma Bombeck
Kamu mengetahui semua rahasia saudaramu saat tumbuh dewasa.
Ya, kamu “sedikit” dimanjakan oleh orang tuamu.
Saudara laki-laki dan perempuanmu sebenarnya lebih protektif terhadapmu sekarang daripada dulu.
Tapi jujur saja: kamu tahu kamu sebenarnya adalah favorit semua orang.
Kamu jarang dipanggil dengan nama yang tepat, tapi orang tuamu tidak pernah melupakan nama panggilan imut yang mereka berikan padamu.
Dikarenakan sering memakai barang bekas saudaramu, kamu tidak ingat berapa kali mendapatkan sesuatu yang baru kecuali itu adalah hari ulang tahunmu.
Kamu akan sering mendengar "karena aku lebih tua dan lebih pintar" lebih sering daripada yang dapat kamu hitung.
Anak bungsu adalah sumber kehangatan di dalam keluarga.
Menjadi si bungsu bukan berarti kamu tidak bisa melakukan apapun. Belajarlah dari yang sudah ada dan lakukan yang terbaik.
Terlahir menjadi yang terakhir, bukan berarti menutup kesempatanmu untuk menjadi pemenang.
Menjadi anak bungsu tidak selalu mudah. Maka beristirahatlah jika kamu lelah.
Mungkin kamu tidak memilih untuk menjadi seorang anak bungsu. Tapi kamu tahu, Tuhan tidak pernah salah dalam memutuskan sesuatu.
Bersyukurlah menjadi si bungsu, kamu memiliki pelindung yang akan selalu menjagamu.
Menjadi anak bungsu, kamu memiliki kesempatan untuk belajar dari kesalahan kakak-kakakmu.
Menjadi yang paling terakhir bukan berarti kamu tidak memiliki kesempatan apapun.
Nah, dari kutipan kata-kata untuk anak terakhir di atas tadi, mana yang paling mewakili perasaanmu?
