26 Kata-Kata Kartini yang Inspiratif dan Memotivasi

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata-kata Kartini sangat menginspirasi dan memotivasi bagi banyak orang. Khususnya bagi para perempuan. Sosok Raden Ajeng Kartini atau sering dikenal dengan R.A Kartini merupakan sosok pahlawan perempuan Indonesia yang sangat familiar bagi warga Indonesia.
Mengutip dari Jurnal Studi Islam Profetika, Suryani, dkk. (2021), R.A. Kartini adalah salah satu wanita hebat yang berjuang demi Indonesia. Beliau merupakan inspirator bagi seluruh kaum wanita. Perjuangannya dalam pendidikan berkaitan dengan emansipasi.
Saking berpengaruhnya R.A. Kartini, setiap tanggal 21 April, masyarakat di Indonesia memperingati sosok pejuang perempuan ini. Pasalnya meski seorang bangsawan, Raden Ajeng Kartini memiliki tekad kuat untuk mensejahterakan kaum pribumi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
26 Kata-kata Kartini Sang Pelopor Kebangkitan Perempuan
Kata-kata Kartini sang pelopor kebangkitan perempuan pribumi banyak dijadikan kutipan yang mampu memotivasi jutaan perempuan di seluruh negeri.
Beliau adalah perempuan pertama yang menyuarakan kesetaraan gender. Kata bijak dan pemikiran-pemikirannya dapat membuka kesadaran wanita.
Kehadiran seorang R.A. Kartini memiliki pengaruh dan kontribusi yang begitu besar bagi wanita Indonesia. Beliau banyak melontarkan pemikirannya tentang kaum perempuan di Indonesia saat itu termarjinalkan.
Pemikiran-pemikiran Raden Ajeng Kartini yang tercurahkan dalam surat-suratnya terdahulu telah dihimpun dalam buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini merupakan dokumen tertulis mengenai bukti sejarah perjuangan R.A. Kartini.
Selain berisi kisah kehidupan Kartini, buku ini juga banyak membahas mengenai cita-cita dan harapan tinggi Kartini mengenai pendidikan dan kebebasan.
Terlihat jelas kuat dan besar keinginan Kartini untuk memajukan bangsa melalui pendidikan. Bukan hal yang mudah pada masa tersebut memiliki cita-cita mengenai pendidikan, terlebih cita-cita itu berasal dari seorang perempuan.
Bahkan buku ini berisi kumpulan surat Kartini dengan bahasa Kartini sendiri sehingga semakin terlihat jelaslah keinginan-keinginan Kartini itu tertuang dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.
Selain itu, bukti lain seorang R.A. Kartini berjasa dalam dunia pendidikan adalah beliau memberikan andil yang cukup besar, yaitu dengan mendirikan “Sekolah Gadis” di daerah Jepara.
Hal tersebut membawa pengaruh terhadap perkembangan pendidikan dan terutama bagi kaum perempuan.
Perjuangan R.A. Kartini dalam dunia pendidikan sangatlah keras. Ia meyakini, bahwa dengan hanya dengan pendidikanlah derajat kaum wanita bisa diangkat dan menyadarkan masyarakat pentingnya peran wanita dalam peradaban bangsa Indonesia.
Dahulu dulu wanita selalu dianggap sebagai orang yang hanya bisa bekerja di dapur, tapi semenjak R.A. Kartini memperjuangkan pendidikan untuk kaum wanita, semuanya berubah.
Wanita tidak hanya bisa bekerja di dapur, tapi wanita juga punya peran penting dalam peradaban Indonesia.
Walaupun R.A. Kartini berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki kebebasan untuk merasakan dunia pendidikan, tetapi beliau tetap belajar di rumah dan tidak pernah lupa melakukan kebaikan dan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Dalam hidup seorang R.A. Kartini, tidak ada kata menyerah untuk belajar dan berjuang dalam menghadapi tantangan kehidupan. Prinsip yang selalu ia pegang adalah “lebih baik melakukan sesuatu yang kecil daripada tidak melakukan sama sekali.”
Dalam korelasi pendidikan, R.A. Kartini mewariskan dua hal. Yang pertama yaitu kemandirian dan pantang menyerah. Kemandirian memang sangatlah dibutuhkan dalam dunia pendidikan.
Pemerintah juga mendidik kemandirian dengan menetapkan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan yang diterapkan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan institusi pendidikan lainnya.
Selain itu juga ditetapkan di sekolah-sekolah menengah dengan kategori SSN, SBI, dan bermuara di SKM, yang kedua yaitu sikap pantang menyerah.
Kehidupan pada zaman R.A. Kartini dulu lebih berat daripada sekarang, dalam aspek sosial, politik, maupun ekonomi.
Meskipun R.A. Kartini dulu termasuk dalam kelas sosial atas dikarenakan kalangan bangsawan, akan tetapi kaum laki-laki zaman dahulu lebih diunggulkan, khususnya dalam dunia pendidikan.
Kaum wanita bangsawanlah yang boleh mengecap dunia pendidikan, sedangkan kaum wanita rakyat miskin tidak diperbolehkan.
Oleh karena itu, R.A. Kartini berjuang dengan sangat keras untuk bisa mengangkat derajat dan martabat kaum wanita, tidak peduli itu bangsawan atau bukan.
Berkat perjuangan R.A. Kartini, pada saat ini pria dan wanita memiliki derajat yang sama dalam dunia pendidikan. Tidak peduli kaya ataupun miskin, semua orang berhak mendapatkan pendidikan. Tidak ada lagi diskriminasi dalam dunia pendidikan.
Berikut adalah kata motivasi atau pemikiran R.A. Kartini yang inspiratif dan memotivasi:
"Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam."
"Tahukah engkau semboyanku? 'Aku mau!' Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata 'Aku tiada dapat!' melenyapkan rasa berani. Kalimat 'Aku mau!' membuat kita mudah mendaki puncak gunung."
"Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya."
"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."
"Seorang perempuan yang mengorbankan diri untuk orang lain, dengan segala rasa cinta yang ada dalam hatinya, dengan segala bakti, yang dapat diamalkannya, itulah perempuan yang patut disebut sebagai "ibu" dalam arti sebenarnya."
"Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang."
"Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami dengan harapan yang sangat supaya disediakan pelajaran dan pendidikan, karena inilah yang akan membawa behagia baginya."
"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."
"Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam."
"Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu."
"Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia."
"Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa. Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya untuk mencari seorang yang lebih baik darimu."
"Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri."
"Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yang baik."
"Sampai kapanpun, kemajuan perempuan itu ternyata menjadi faktor penting dalam peradaban bangsa."
"Ibu adalah pusat kehidupan rumah tangga. Kepada mereka dibebankan tugas besar mendidik anak-anaknya, pendidikan akan membentuk budi pekertinya."
"Agama memang menjauhkan kita dari dosa, tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama."
"Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah kasih sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni."
"Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh, demikianlah pula dalam hidup manusia, bukan? Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbul angan-angan lain yang lebih sempurna, yang boleh menjadikan buah.”
"Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai."
"Jangan kau katakan saya tidak dapat, tetapi katakan saya mau."
"Bagi saya hanya ada dua macam keningratan: keningratan pikiran dan keningratan budi. Tidak ada yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat orang, yang membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sudah beramal soleh, orang yang bergelar Graaf atau Baron? Tidak dapat mengerti oleh pikiranku yang picik ini."
"Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti."
"Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?"
"Habis gelap terbitlah terang."
"Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain."
Demikian adalah beberapa kata-kata Kartini yang inspiratif dan memotivasi banyak perempuan. (Nisa)
Baca juga: 13 Ucapan Hari Kartini yang Membangkitkan Semangat Perempuan
