260 Contoh Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia dan Ciri-cirinya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 10 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejumlah kosakata dalam bahasa Indonesia ternyata bersumber dari bahasa-bahasa asing maupun daerah yang disebut dengan kata serapan. Terdapat banyak contoh kata serapan yang tanpa disadari seringkali digunakan saat berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Jarang diketahui, Bahasa Indonesia bukanlah suatu bahasa yang hanya mencakup kata-kata asli. Bahasa ini juga memuat kata serapan dari berbagai bahasa asing maupun daerah, yang membuat bahasa Indonesia bersifat dinamis dan berkembang dalam kosa katanya.
Dengan adanya kata serapan, dapat memperkaya kosakata dan pengetahuan masyarakat Indonesia tentang bahasa asing. Oleh sebab itu, materi ini menjadi hal yang penting dan menarik untuk dipelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Kata Serapan
Secara umum, pengertian kata serapan adalah kata yang terdapat dalam bahasa Indonesia namun merupakan hasil serapan dari bahasa lain. Kata-kata tersebut tentu saja diserap saat adanya interaksi dengan bangsa asing.
Mengutip dari buku Kamus Istilah Ilmiah karya Juni Ahyar dan Muzir (2019), serapan merupakan istilah yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah atau bahasa luar negeri) yang kemudian ejaaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosakata.
Sama halnya dengan pengertian yang mengutip dari buku Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi karya Widjono Hs (2007: 54), kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa daerah atau bahasa asing.
Kata serapan merupakan istilah yang didapat dari bahasa lain yang disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia. Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Menggunakan kata serapan dapat memberikan dampak positif pada mereka yang menggunakannya. Namun, ada juga dampak negatif yang membuat kaidah bahasa Indonesia kurang diperhatikan menyangkut pelafalannya.
Jenis Kata Serapan
Mengutip dari laman Kemdikbud, berdasarkan cara penyerapannya, kata serapan terbagi menjadi empat jenis, antara lain:
1. Adopsi
Adopsi merupakan jenis kata serapan yang berasal dari pengambilan bentuk dan makna kata asing yang kemudian diserap secara keseluruhan.
Sehingga pada jenis ini tidak terdapat perbedaan mengenai penulisan maupun pelafalan antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing tersebut.
Misalnya, supermarket, plaza, mall, hotdog.
2. Adaptasi
Berbeda dengan adopsi, jenis kata serapan adaptasi ini akan mengambil makna kata asing untuk diserap, namun penulisannya akan disesuaikan dengan bahasa Indonesia.
Jenis kata serapan adaptasi ini akan mengikuti Pedoman Penulisan Istilah dan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.
Misalnya, pluralisasi, akseptabilitas, maksimal, dan kado.
3. Penerjemahan
Sementara jenis kata serapan ini akan mengambil konsep dari bahasa asing dan mencari penggantinya sesuai dengan bahasa Indonesia. Sehingga dapat menambah kosakata bahasa Indonesia dan meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia.
Misalnya, tumpang-tindih, percepatan, proyek rintisan, dan uji coba.
4. Kreasi
Kata serapan jenis ini nyaris sama dengan jenis kata serapan penerjemah yang mengambil konsep dasar dari bahasa asing dan mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Bedanya, jenis kata serapan kreasi tidak menuntut fisik yang mirip seperti pada penerjemahan.
Misalnya, berhasil guna, ulang alik dan suku cadang.
Ciri-Ciri Kata Serapan
Selain memahami tentang pengertian dan jenis kata serapan, mengertahui apa saja ciri-ciri dari kata serapan juga sangatlah penting dalam bahasa Indonesia, diantaranya:
Biasanya akan menyerap dari bahasa asing namun terdapat beberapa kata serapan yang menyerap dari bahasa daerah.
Kata serapan tidak memiliki lawan kata (antonim) dan persamaan kata (sinonim).
Kata serapan akan memiliki konotasi yang utuh atau tunggal.
Makna yang dimiliki dalam kata serapan tidak akan berubah.
Penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia harus disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Ejaan kata serapan dapat diubah seperlunya saja, sehingga kata dalam bentuk bahasa Indonesia tetap dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.
Unsur yang harus diperhatikan ketika menyerap bahasa asing atau daerah ke dalam bahasa Indonesia adalah bentuknya, meliputi huruf, gabungan huruf dan imbuhan yang akan digunakan.
Contoh Kata Serapan
Berikut ini adalah kumpulan lengkap dari contoh kata serapan dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing, seperti bahasa Jawa, bahasa Sansekerta, bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Portugis, hingga bahasa Tiongkok.
Rampung = Selesai
Gampang = Mudah
Gosong = Hangus
Gede = Besar
Joget = Tari/gerakan badan yang berirama
Anyar = Baru/belum pernah ada
Dasa = Sepuluh/urutan ke-10 setelah ke-9
Warsa = Tahun/masa yang lamanya 12 bulan
Besan = Orang tua menantu/keluarga karena perkawinan
Mantu = Menantu/mengawinkan anak
Bude = Ibu gede/kakak perempuan ibu/ayah
Bindeng = Sengau/nasal
Pesek = Hidung pipih/penyek
Melek = Tidak tidur/terjaga
Gingsul = Gigi tidak sejajar/tidak teratur
Andong = Dokar/kereta kuda sewaan
Manut = Patuh/suka menurut
Lengser = Turun jabatan/sudah tidak menjabat lagi
Tata krama = Basa basi/adat sopan santun
Acara = Acara/mengacarakan, mempersilakan
Caraka = Caraka/utusan, duta.
Bandha = Benda/kekayaan
Wiyata = Pengajaran, pelajaran
Kanca = Teman, sahabat, pembantu, kaki tangan
Alum = Layu, merana
Bablas = Terus, lenyap, mati
Biting = Penyemat yang dari dibuat dari lidi untuk menyemat daun pembungkus
Glenik = Berbicara pelan tentang hal yang kecil, janji kosong
Joglo = Gaya bangunan khas jawa
Palagan = Perang, pertempuran, medan peran
Agama = Din; tradisi suci
Aksara = Huruf
Aneka = Macam-macam
Baca = Mengartikan tulisan
Bagai = Mirip
Bahasa = Logat
Cabai = Lombok
Cerita = Kisah
Cara = Kelakuan
Dahaga = Haus, perlawanan terhadap pemerintah
Dana = Uang
Derita = Kesengsaraan
Eka = Satu
Ganda = Dua
Gaya = Gaya
Graha = Rumah, gedung
Harta = Uang, kekayaan material
Hina = Rendah
Hasta = Tangan
Irama = Ritma
Istana = Tempat tinggal raja
Istimewa = Khusus
Jagat = Dunia
Jaksa = Sang penuntut dalam mahkamah pengadilan
Jiwa = Roh
Kabupaten = Wilayah pemerintahan seorang bupati
Karena = Sebab
Karma = Hasil
Laba = Untung
Lagu = Nyanyian
Lintas = Lintas
Madu = Cairan manis produk lebah
Muda = Tidak tua
Mitra = Teman, rekan
Nama = Sebutan atau panggilan
Negeri = Bagian dari negara
Neraka = Neraka
Padma = Bunga
Panca = Lima
Pasca = Setelah
Raga = Badan
Rupiah = Mata uang Indonesia
Rela = Rela
Sabda = Kata, firman
Sakti = Kekuatan supranatural
Samudra = Laut besar
Tega = Tidak perduli
Tuna =Kehilangan (tadinya memiliki menjadi tidak)/tidak memiliki.
Tani = Tani
Udara = Zat di atmosfer bumi
Unta = Sejenis hewan yang hidup di gurun pasir
Upaya = Daya, siasat
Wacana = Wacana
Wahana = Medium, kendaraan
Warga = Kaum
Yayasan = Lembaga
Access = Akses/jalan masuk
Accomodation = Akomodasi/sesuatu yang disediakan kebutuhan
Actor = Aktor/pemeran cerita
Ballpoint = Pulpen/pena yang diisi
Balloon = Balon/pundi-pundi besar dari karet
Bus = Kendaraan angkutan umum
Bomb = Bom/senjata berbentuk peluru
Calm = Kalem/tidak tergesa-gesa
Calendar = Kalender/daftar hari dan bulan dalam setahun
Campus = Kampus/perguruan tinggi
Career = Karier/jabatan
Coffee = Kopi/buah kopi
Department = Departemen/lembaga pemerintahan
Detergent = Detergen/bahan pembersih pakaian
Dilemma = Dilema/situasi sulit menentukan pilihan
Design = Desain/kerangka bentuk
Ethnic = Etnik/adat, etnis
Evacuation = Evakuasi/penyelamatan dari bencana
Fashion = Fesyen/Gaya berpakaian
Feminine = Feminin/menangani perempuan, bersifat perempuan, menyerupai perempuan
Innovation = Inovasi/pemasukan, pengenalan hal-hal yang baru, pembaruan
Insecticide = Insektisida/senyawa kimia untuk membunuh serangga
Instant = Instan/langsung dapat diminum atau dimakan
Juice = Jus/sari buah
Keeper = Kiper/penjaga gawang
Landscape = Lanskap/tata ruang di luar gedung, jumlah total aspek setiap daerah
Legislative = Legislatif/berwenang membuat undang-undang
Marginal = Berhubungan dengan batas, tidak terlalu menguntungkan
Nuance = Nuansa/variasi atau perbedaan yang sangat halus, kepekaan
Science = Sains/ilmu pengetahuan pada umumnya, pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dan lain sebagainya.
Abad = 100 tahun
Alam = Dunia
Abjad = Aksara
Bab = Pasal, sargah
Badan = Tubuh
Batin = Dalam
Dalil = Bukti, butir tesis, argumen
Doa = Sembahyang
Dunia = Jagat
Eja = Cara penulisan, pasang aksara, spelling
Faedah = Makna
Paham = Mengerti
Fajar = Menjelang pagi
Gaib = Hilang; tak nampak
Gamis = Baju panjang
Gairah = Hasrat
Ibrani = Bahasa bangsa Yahudi, nisbah kepada keturunan Nabi Ibrahim
Idul Adha, Idul Fitri = Hari raya umat Islam
Jadwal = jadwal
Jumat = Hari kelima dalam pekan
Jenazah = Mayat
Kadar = Ukuran
Khawatir = Bersitan-bersitan
Kiamat = Hari Kebangkitan
Lazim = Umum, biasa, lumrah
Logat = Aksen, dialek
Mahir = Orang yang pandai atau pintar
Malas = Capek, lelah
Maqalatun = Makalah
Nabi = Utusan Tuhan kepada umat manusia
Aniaya = Nakal
Nasrani = Pengikut agama Kristen, dari serapan Nazaret
Oknum = Seseorang
Pas = Bas yang biasa diartikan cukup
Al-Qur’an = Kitab suci umat Muslim
Rakyat = Warga
Resmi = Resmi
Rezeki = Rezeki
Saat = Jam (waktu)
Sabtu = Hari ketujuh dalam satu pekan
Setan = Setan
Sobuun = Sabun
Ta’jil = Hidangan untuk berbuka puasa terutama makanan manis-manis seperti kolak, kurma, dsb.
Tasawuf = Ilmu sufisme
Talak = Perceraian antara suami dan istri, lepasnya ikatan perkawinan
Ufuk = Cakrawala, horizon
Ulama = Guru agama
Umat = Komunitas agama
Wabah = Penyakit menular yang terjangkit dengan cepat
Wafat = Meninggal
Wajah = Muka
Yahudi = Sebuah bangsa di Timur Tengah
Yakin = Percaya
Yakni = Yaitu
Zaitun = Sejenis buah atau pohon dari kawasan Mediterania atau Laut Tengah
Zakar = Penis, alat kelamin laki-laki
Ziarah = Darmawisata ibadah
Absentie = Absensi
Academie = Akademi
Ballade = Balada
Bankroet = Bangkrut
Chocolade = Cokelat
Dansen = Dansa
Das = Dasi
Dienst = Dinas
Egoistisch = Egois
Echelon = Eselon
Factuur = Faktur
Functie = Fungsi
Gang = Gang
Gratis = Gratis
Halte = Halte
Ampeer = Hampir
Idee = Ide
Impasse = Impas
Jamboree = Jambore
Jas, Overjas = Jas
Kalkoen = Kalkun
Kantoor = Kantor
Labiel = Labil
Plakband = Lakban
Makelaar = Makelar
Mankeren = Mangkir
Ananas = Nanas
Netjes = Necis
Olie = Oli
Oom = Om
Fabriek = Pabrik
Paraaf = Paraf
Precies = Persis
Peterselie = Peterseli
Rek = Rak
Razzia = Razia
Sjabloon = Sablon
Sanctie = Sanksi
Taxeren = Taksir
Tang = Tang
Vaandel = Vandel
Velg = Velg
Wanprestatie = Wanprestasi
Wastafel = Wastafel
Acta = Akta/surat tanda bukti berisi pernyataan
Armada = Rombongan satu kesatuan
Banco = Bangku/papan dan sebagainya
Bataco = Batako/terbuat adukan pasir dan semen
Garfo = Garpu
Janela = Jendela
Jornal = Jurnal/catatan harian
Caldo = Kaldu/kuah daging yang direbus
Campo = Kampung, desa, dusun
Leilao = Lelang/penjualan di hadapan orang banyak
Manteiga = Mentega/lemak kental
Falso = Palsu/tiruan
Pena = Pena/alat untuk menulis dengan tinta
Saco = Saku/kantong pada baju, rok, celana
Escola = Sekolah/bangunan untuk belajar
Trigo = Terigu/tepung gandum
Mandador = Mandor/pengawas pekerjaan
Dona = Nona/anak perempuan belum menikah
Onda = Ombak/gerakan air laut naik turun
Tinta = Barang cair yang berwarna
Tenda = Tenda
Pena = Pena/alat untuk menulis dengan tinta
Renda = Renda/kerawang yang dibuat dari benang yang dirajut
Roda = Roda
Natal = Kelahiran seseorang, kelahiran Isa Almasih
Angpao = Angpau/amplop kecil tempat uang
Anglo = Tungku kecil dengan arang
Bakmi = Bakmi
Cincau = Cincau
Dim sum = Dimsum/hidangan tradisional Tiongkok
Encang = Om/paman, kakak dari ibu/bapak
Encing = Tante, adik dari ibu/bapak
Gincu = Lipstik
Kecap = Kecap
Lou-cheng = Loteng/langit-langit rumah
Lun-pia = Lumpia
Mihun = Bihun
Bishou = Pisau
Tauhu = Tahu
Teh-ko = Teko
Wushu = Wushu, seni bela diri
Hoki = Hoki, peruntungan, nasib
Imlek = Tahun baru Cina
Deretan contoh kata serapan dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa asing maupun bahasa daerah, lengkap dengan penjelasan mengenai pengertian, jenis, hingga ciri-ciri kata serapan, menjadi bahan bacaan yang menarik untuk diketahui lebih lanjut.
(SUCI)
Baca Juga: 5 Contoh Kata Keterangan dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya
