Konten dari Pengguna

260 Contoh Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia dan Ciri-cirinya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 10 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kata serapan. Foto: Pexels/Karolina Kaboompics
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kata serapan. Foto: Pexels/Karolina Kaboompics

Sejumlah kosakata dalam bahasa Indonesia ternyata bersumber dari bahasa-bahasa asing maupun daerah yang disebut dengan kata serapan. Terdapat banyak contoh kata serapan yang tanpa disadari seringkali digunakan saat berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Jarang diketahui, Bahasa Indonesia bukanlah suatu bahasa yang hanya mencakup kata-kata asli. Bahasa ini juga memuat kata serapan dari berbagai bahasa asing maupun daerah, yang membuat bahasa Indonesia bersifat dinamis dan berkembang dalam kosa katanya.

Dengan adanya kata serapan, dapat memperkaya kosakata dan pengetahuan masyarakat Indonesia tentang bahasa asing. Oleh sebab itu, materi ini menjadi hal yang penting dan menarik untuk dipelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

Daftar isi

Pengertian Kata Serapan

Ilustrasi contoh kata serapan. Foto: Pexels/Vlada Karpovich

Secara umum, pengertian kata serapan adalah kata yang terdapat dalam bahasa Indonesia namun merupakan hasil serapan dari bahasa lain. Kata-kata tersebut tentu saja diserap saat adanya interaksi dengan bangsa asing.

Mengutip dari buku Kamus Istilah Ilmiah karya Juni Ahyar dan Muzir (2019), serapan merupakan istilah yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah atau bahasa luar negeri) yang kemudian ejaaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosakata.

Sama halnya dengan pengertian yang mengutip dari buku Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi karya Widjono Hs (2007: 54), kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa daerah atau bahasa asing.

Kata serapan merupakan istilah yang didapat dari bahasa lain yang disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia. Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Menggunakan kata serapan dapat memberikan dampak positif pada mereka yang menggunakannya. Namun, ada juga dampak negatif yang membuat kaidah bahasa Indonesia kurang diperhatikan menyangkut pelafalannya.

Jenis Kata Serapan

Ilustrasi contoh kata serapan. Foto: Pexels/Karolina Kaboompics

Mengutip dari laman Kemdikbud, berdasarkan cara penyerapannya, kata serapan terbagi menjadi empat jenis, antara lain:

1. Adopsi

Adopsi merupakan jenis kata serapan yang berasal dari pengambilan bentuk dan makna kata asing yang kemudian diserap secara keseluruhan.

Sehingga pada jenis ini tidak terdapat perbedaan mengenai penulisan maupun pelafalan antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing tersebut.

Misalnya, supermarket, plaza, mall, hotdog.

2. Adaptasi

Berbeda dengan adopsi, jenis kata serapan adaptasi ini akan mengambil makna kata asing untuk diserap, namun penulisannya akan disesuaikan dengan bahasa Indonesia.

Jenis kata serapan adaptasi ini akan mengikuti Pedoman Penulisan Istilah dan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Misalnya, pluralisasi, akseptabilitas, maksimal, dan kado.

3. Penerjemahan

Sementara jenis kata serapan ini akan mengambil konsep dari bahasa asing dan mencari penggantinya sesuai dengan bahasa Indonesia. Sehingga dapat menambah kosakata bahasa Indonesia dan meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia.

Misalnya, tumpang-tindih, percepatan, proyek rintisan, dan uji coba.

4. Kreasi

Kata serapan jenis ini nyaris sama dengan jenis kata serapan penerjemah yang mengambil konsep dasar dari bahasa asing dan mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Bedanya, jenis kata serapan kreasi tidak menuntut fisik yang mirip seperti pada penerjemahan.

Misalnya, berhasil guna, ulang alik dan suku cadang.

Ciri-Ciri Kata Serapan

Ilustrasi contoh kata serapan. Foto: Pexels/Ylanite Koppens

Selain memahami tentang pengertian dan jenis kata serapan, mengertahui apa saja ciri-ciri dari kata serapan juga sangatlah penting dalam bahasa Indonesia, diantaranya:

  • Biasanya akan menyerap dari bahasa asing namun terdapat beberapa kata serapan yang menyerap dari bahasa daerah.

  • Kata serapan tidak memiliki lawan kata (antonim) dan persamaan kata (sinonim).

  • Kata serapan akan memiliki konotasi yang utuh atau tunggal.

  • Makna yang dimiliki dalam kata serapan tidak akan berubah.

  • Penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia harus disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.

  • Ejaan kata serapan dapat diubah seperlunya saja, sehingga kata dalam bentuk bahasa Indonesia tetap dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

  • Unsur yang harus diperhatikan ketika menyerap bahasa asing atau daerah ke dalam bahasa Indonesia adalah bentuknya, meliputi huruf, gabungan huruf dan imbuhan yang akan digunakan.

Contoh Kata Serapan

Ilustrasi contoh kata serapan. Foto: Pexels/John Diez

Berikut ini adalah kumpulan lengkap dari contoh kata serapan dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing, seperti bahasa Jawa, bahasa Sansekerta, bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Portugis, hingga bahasa Tiongkok.

  1. Rampung = Selesai

  2. Gampang = Mudah

  3. Gosong = Hangus

  4. Gede = Besar

  5. Joget = Tari/gerakan badan yang berirama

  6. Anyar = Baru/belum pernah ada

  7. Dasa = Sepuluh/urutan ke-10 setelah ke-9

  8. Warsa = Tahun/masa yang lamanya 12 bulan

  9. Besan = Orang tua menantu/keluarga karena perkawinan

  10. Mantu = Menantu/mengawinkan anak

  11. Bude = Ibu gede/kakak perempuan ibu/ayah

  12. Bindeng = Sengau/nasal

  13. Pesek = Hidung pipih/penyek

  14. Melek = Tidak tidur/terjaga

  15. Gingsul = Gigi tidak sejajar/tidak teratur

  16. Andong = Dokar/kereta kuda sewaan

  17. Manut = Patuh/suka menurut

  18. Lengser = Turun jabatan/sudah tidak menjabat lagi

  19. Tata krama = Basa basi/adat sopan santun

  20. Acara = Acara/mengacarakan, mempersilakan

  21. Caraka = Caraka/utusan, duta.

  22. Bandha = Benda/kekayaan

  23. Wiyata = Pengajaran, pelajaran

  24. Kanca = Teman, sahabat, pembantu, kaki tangan

  25. Alum = Layu, merana

  26. Bablas = Terus, lenyap, mati

  27. Biting = Penyemat yang dari dibuat dari lidi untuk menyemat daun pembungkus

  28. Glenik = Berbicara pelan tentang hal yang kecil, janji kosong

  29. Joglo = Gaya bangunan khas jawa

  30. Palagan = Perang, pertempuran, medan peran

  31. Agama = Din; tradisi suci

  32. Aksara = Huruf

  33. Aneka = Macam-macam

  34. Baca = Mengartikan tulisan

  35. Bagai = Mirip

  36. Bahasa = Logat

  37. Cabai = Lombok

  38. Cerita = Kisah

  39. Cara = Kelakuan

  40. Dahaga = Haus, perlawanan terhadap pemerintah

  41. Dana = Uang

  42. Derita = Kesengsaraan

  43. Eka = Satu

  44. Ganda = Dua

  45. Gaya = Gaya

  46. Graha = Rumah, gedung

  47. Harta = Uang, kekayaan material

  48. Hina = Rendah

  49. Hasta = Tangan

  50. Irama = Ritma

  51. Istana = Tempat tinggal raja

  52. Istimewa = Khusus

  53. Jagat = Dunia

  54. Jaksa = Sang penuntut dalam mahkamah pengadilan

  55. Jiwa = Roh

  56. Kabupaten = Wilayah pemerintahan seorang bupati

  57. Karena = Sebab

  58. Karma = Hasil

  59. Laba = Untung

  60. Lagu = Nyanyian

  61. Lintas = Lintas

  62. Madu = Cairan manis produk lebah

  63. Muda = Tidak tua

  64. Mitra = Teman, rekan

  65. Nama = Sebutan atau panggilan

  66. Negeri = Bagian dari negara

  67. Neraka = Neraka

  68. Padma = Bunga

  69. Panca = Lima

  70. Pasca = Setelah

  71. Raga = Badan

  72. Rupiah = Mata uang Indonesia

  73. Rela = Rela

  74. Sabda = Kata, firman

  75. Sakti = Kekuatan supranatural

  76. Samudra = Laut besar

  77. Tega = Tidak perduli

  78. Tuna =Kehilangan (tadinya memiliki menjadi tidak)/tidak memiliki.

  79. Tani = Tani

  80. Udara = Zat di atmosfer bumi

  81. Unta = Sejenis hewan yang hidup di gurun pasir

  82. Upaya = Daya, siasat

  83. Wacana = Wacana

  84. Wahana = Medium, kendaraan

  85. Warga = Kaum

  86. Yayasan = Lembaga

  87. Access = Akses/jalan masuk

  88. Accomodation = Akomodasi/sesuatu yang disediakan kebutuhan

  89. Actor = Aktor/pemeran cerita

  90. Ballpoint = Pulpen/pena yang diisi

  91. Balloon = Balon/pundi-pundi besar dari karet

  92. Bus = Kendaraan angkutan umum

  93. Bomb = Bom/senjata berbentuk peluru

  94. Calm = Kalem/tidak tergesa-gesa

  95. Calendar = Kalender/daftar hari dan bulan dalam setahun

  96. Campus = Kampus/perguruan tinggi

  97. Career = Karier/jabatan

  98. Coffee = Kopi/buah kopi

  99. Department = Departemen/lembaga pemerintahan

  100. Detergent = Detergen/bahan pembersih pakaian

  101. Dilemma = Dilema/situasi sulit menentukan pilihan

  102. Design = Desain/kerangka bentuk

  103. Ethnic = Etnik/adat, etnis

  104. Evacuation = Evakuasi/penyelamatan dari bencana

  105. Fashion = Fesyen/Gaya berpakaian

  106. Feminine = Feminin/menangani perempuan, bersifat perempuan, menyerupai perempuan

  107. Innovation = Inovasi/pemasukan, pengenalan hal-hal yang baru, pembaruan

  108. Insecticide = Insektisida/senyawa kimia untuk membunuh serangga

  109. Instant = Instan/langsung dapat diminum atau dimakan

  110. Juice = Jus/sari buah

  111. Keeper = Kiper/penjaga gawang

  112. Landscape = Lanskap/tata ruang di luar gedung, jumlah total aspek setiap daerah

  113. Legislative = Legislatif/berwenang membuat undang-undang

  114. Marginal = Berhubungan dengan batas, tidak terlalu menguntungkan

  115. Nuance = Nuansa/variasi atau perbedaan yang sangat halus, kepekaan

  116. Science = Sains/ilmu pengetahuan pada umumnya, pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dan lain sebagainya.

  117. Abad = 100 tahun

  118. Alam = Dunia

  119. Abjad = Aksara

  120. Bab = Pasal, sargah

  121. Badan = Tubuh

  122. Batin = Dalam

  123. Dalil = Bukti, butir tesis, argumen

  124. Doa = Sembahyang

  125. Dunia = Jagat

  126. Eja = Cara penulisan, pasang aksara, spelling

  127. Faedah = Makna

  128. Paham = Mengerti

  129. Fajar = Menjelang pagi

  130. Gaib = Hilang; tak nampak

  131. Gamis = Baju panjang

  132. Gairah = Hasrat

  133. Ibrani = Bahasa bangsa Yahudi, nisbah kepada keturunan Nabi Ibrahim

  134. Idul Adha, Idul Fitri = Hari raya umat Islam

  135. Jadwal = jadwal

  136. Jumat = Hari kelima dalam pekan

  137. Jenazah = Mayat

  138. Kadar = Ukuran

  139. Khawatir = Bersitan-bersitan

  140. Kiamat = Hari Kebangkitan

  141. Lazim = Umum, biasa, lumrah

  142. Logat = Aksen, dialek

  143. Mahir = Orang yang pandai atau pintar

  144. Malas = Capek, lelah

  145. Maqalatun = Makalah

  146. Nabi = Utusan Tuhan kepada umat manusia

  147. Aniaya = Nakal

  148. Nasrani = Pengikut agama Kristen, dari serapan Nazaret

  149. Oknum = Seseorang

  150. Pas = Bas yang biasa diartikan cukup

  151. Al-Qur’an = Kitab suci umat Muslim

  152. Rakyat = Warga

  153. Resmi = Resmi

  154. Rezeki = Rezeki

  155. Saat = Jam (waktu)

  156. Sabtu = Hari ketujuh dalam satu pekan

  157. Setan = Setan

  158. Sobuun = Sabun

  159. Ta’jil = Hidangan untuk berbuka puasa terutama makanan manis-manis seperti kolak, kurma, dsb.

  160. Tasawuf = Ilmu sufisme

  161. Talak = Perceraian antara suami dan istri, lepasnya ikatan perkawinan

  162. Ufuk = Cakrawala, horizon

  163. Ulama = Guru agama

  164. Umat = Komunitas agama

  165. Wabah = Penyakit menular yang terjangkit dengan cepat

  166. Wafat = Meninggal

  167. Wajah = Muka

  168. Yahudi = Sebuah bangsa di Timur Tengah

  169. Yakin = Percaya

  170. Yakni = Yaitu

  171. Zaitun = Sejenis buah atau pohon dari kawasan Mediterania atau Laut Tengah

  172. Zakar = Penis, alat kelamin laki-laki

  173. Ziarah = Darmawisata ibadah

  174. Absentie = Absensi

  175. Academie = Akademi

  176. Ballade = Balada

  177. Bankroet = Bangkrut

  178. Chocolade = Cokelat

  179. Dansen = Dansa

  180. Das = Dasi

  181. Dienst = Dinas

  182. Egoistisch = Egois

  183. Echelon = Eselon

  184. Factuur = Faktur

  185. Functie = Fungsi

  186. Gang = Gang

  187. Gratis = Gratis

  188. Halte = Halte

  189. Ampeer = Hampir

  190. Idee = Ide

  191. Impasse = Impas

  192. Jamboree = Jambore

  193. Jas, Overjas = Jas

  194. Kalkoen = Kalkun

  195. Kantoor = Kantor

  196. Labiel = Labil

  197. Plakband = Lakban

  198. Makelaar = Makelar

  199. Mankeren = Mangkir

  200. Ananas = Nanas

  201. Netjes = Necis

  202. Olie = Oli

  203. Oom = Om

  204. Fabriek = Pabrik

  205. Paraaf = Paraf

  206. Precies = Persis

  207. Peterselie = Peterseli

  208. Rek = Rak

  209. Razzia = Razia

  210. Sjabloon = Sablon

  211. Sanctie = Sanksi

  212. Taxeren = Taksir

  213. Tang = Tang

  214. Vaandel = Vandel

  215. Velg = Velg

  216. Wanprestatie = Wanprestasi

  217. Wastafel = Wastafel

  218. Acta = Akta/surat tanda bukti berisi pernyataan

  219. Armada = Rombongan satu kesatuan

  220. Banco = Bangku/papan dan sebagainya

  221. Bataco = Batako/terbuat adukan pasir dan semen

  222. Garfo = Garpu

  223. Janela = Jendela

  224. Jornal = Jurnal/catatan harian

  225. Caldo = Kaldu/kuah daging yang direbus

  226. Campo = Kampung, desa, dusun

  227. Leilao = Lelang/penjualan di hadapan orang banyak

  228. Manteiga = Mentega/lemak kental

  229. Falso = Palsu/tiruan

  230. Pena = Pena/alat untuk menulis dengan tinta

  231. Saco = Saku/kantong pada baju, rok, celana

  232. Escola = Sekolah/bangunan untuk belajar

  233. Trigo = Terigu/tepung gandum

  234. Mandador = Mandor/pengawas pekerjaan

  235. Dona = Nona/anak perempuan belum menikah

  236. Onda = Ombak/gerakan air laut naik turun

  237. Tinta = Barang cair yang berwarna

  238. Tenda = Tenda

  239. Pena = Pena/alat untuk menulis dengan tinta

  240. Renda = Renda/kerawang yang dibuat dari benang yang dirajut

  241. Roda = Roda

  242. Natal = Kelahiran seseorang, kelahiran Isa Almasih

  243. Angpao = Angpau/amplop kecil tempat uang

  244. Anglo = Tungku kecil dengan arang

  245. Bakmi = Bakmi

  246. Cincau = Cincau

  247. Dim sum = Dimsum/hidangan tradisional Tiongkok

  248. Encang = Om/paman, kakak dari ibu/bapak

  249. Encing = Tante, adik dari ibu/bapak

  250. Gincu = Lipstik

  251. Kecap = Kecap

  252. Lou-cheng = Loteng/langit-langit rumah

  253. Lun-pia = Lumpia

  254. Mihun = Bihun

  255. Bishou = Pisau

  256. Tauhu = Tahu

  257. Teh-ko = Teko

  258. Wushu = Wushu, seni bela diri

  259. Hoki = Hoki, peruntungan, nasib

  260. Imlek = Tahun baru Cina

Deretan contoh kata serapan dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa asing maupun bahasa daerah, lengkap dengan penjelasan mengenai pengertian, jenis, hingga ciri-ciri kata serapan, menjadi bahan bacaan yang menarik untuk diketahui lebih lanjut.

(SUCI)

Baca Juga: 5 Contoh Kata Keterangan dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya