Konten dari Pengguna

3 Contoh Kata Bijak Bahasa Jawa tentang Cinta

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata Bijak Bahasa Jawa tentang Cinta, Foto : Pexels/wahyu widiatmoko
zoom-in-whitePerbesar
Kata Bijak Bahasa Jawa tentang Cinta, Foto : Pexels/wahyu widiatmoko

Dalam budaya Jawa banyak sekali nasihat atau pitutur yang banyak mengandung kata-kata bijak. Semua nasihat tersusun dan terkumpul dalam serat seperti : Kalatidha, Wulangreh, dan lain-lain. Kata bijak Bahasa Jawa tentang Cinta juga banyak terdapat dalam kumpulan nasihat itu.

Kata Bijak tentang Cinta

Cinta dalam pengertian secara umum diartikan sebagai cinta kepada pasangan. Bisa juga cinta diimplementasikan sebagai Cinta kepada Tuhan yang dalam bentuk sikap berserah diri kepada Tuhan. Serta cinta secara universal, bisa tentang kehidupan. Dikutip dari buku Belajar Bijak Bijak ala Orang Jawa, Asti Musman, 2019, berikut ini contoh kata bijak Bahasa Jawa yang bisa diterapkan dalam kehidupan.

  1. Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui. (Artinya : Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama.

  2. Samengko ingsun tutur, Sembah catur supaya lumuntur, Dhihin raga, cipta, jiwa, rasa, kaki, Ing kono lamun tinemu, Tandha nugrahaning Manon. (Artinya : Kelak saya bertutur, empat macam sembah supaya dilestarikan. Pertama, sembah raga, kedua, sembah cipta, ketiga, sembah jiwa, dan keempat, sembah rasa, anakku! Disitulah akan bertemu dengan pertanda anugerah Tuhan).

  3. Kandel kumandel marang Hyang Widhi, Teteg teguh ing tyas tan anedya, Kira-kira sasmitane, Muga nedya rahayu, Kira-kira away na prapti, Aja gang pasrah ing Hyang, Baluwatinipun, Kumandel marang Hyang Suksma, Ineb-inebing pintu kuthanireki, Tetep madhep ing suksma. (Artinya : Berserah diri sepenuhnya pada lindungan Tuhan, disertai hati yang kukuh Sentosa dan mantap, dan tidak ada niat atau berkipir kira-kira kepada Tuhan, itulah yang dijadikan pegangan. Dalam segala perbuatan harus disertai itikad yang baik, dan jagalah hatimu agar terbebas dari perasaan ragu-ragu, dan jangan putus-putusnya engkau menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Berserah diri kepada Ilahi merupakan bentengnya, sedangkan pintu bentengnya adalah menghadapkan jiwa-raga kepada-Nya).

Pepatah Jawa kuno tentang cinta memang banyak mengandung kata-kata bijak yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Seperti halnya contoh diatas, banyak kata-kata mutiara yang cukup bermakna dan relate dengan kehidupan.