3 Contoh Khutbah Jumat Menyambut Ramadan 2024

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khutbah merupakan sarana seorang khatib untuk menyampaikan materi akidah dengan benar. Bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan tahun ini, maka contoh khutbah Jumat menyambut Ramadan 2024 penting untuk diketahui.
Mengutip dari Buku Paduan Khutbah Jum’at untuk Pemula, Irfan Maulana (2021:7), khutbah Jumat merupakan pemaparan yang mencakup pujian kepada Allah Swt, sholawat kepada Rasululllah saw, doa kepada umat Muslim, serta sebagai pengingat kepada para pendengar.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
3 Contoh Khutbah Jumat Menyambut Ramadan
Mengutip dari laman jombang.nu.or.id, berikut adalah contoh khutbah Jumat menyambut Ramadan 2024.
Contoh Khutbah 1
اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْاِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْعَظِيْمِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كُنِّيَ بِأَبِي الْقَاسِمِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hadirin jamaah shalat Jumat yang berbahagia,
Tidak lama lagi kita akan berjumpa dengan bulan Ramadan yang di dalamnya balasan amalan kita dilipatgandakan, bulan yang di dalamnya terdapat ampunan Allah Swt. Pada bulan ini juga kita akan menemui Lailatul Qadar, malam yang biasa kita sebut malam 1000 bulan, insyaallah.
Tidak hanya itu di bulan Ramadan juga kita memiliki kesempatan yang besar untuk meraih rahmat Allah Swt yang besar. Bahkan pintu surga dibuka untuk kita. Sementara pintu neraka ditutup oleh Allah. Ini menunjukkan betapa kita harus berbahagia menyambut bulan Ramadhan.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang berbahagia,
Ada beberapa hal yang perlu kita kerjakan untuk menyiapkan diri sebelum Ramadan itu tiba. Pertama, membaca doa-doa untuk menyambut kedatangan Ramadan. Di antaranya adalah doa yang kerap kali kita dengar sedari bulan Rajab. Sebagaimana berikut:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Artinya, “Ya Allah berkahilah kami di dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.” (HR Ahmad).
Kedua, yang harus kita lakukan adalah meneguhkan niat-niat utama sebelum masuk Ramadan. Di antaranya niat tadarus Al-Qur'an dengan merenungi maknanya, niat tobat sebenar-benarnya dari dosa yang telah lewat, niat menjadikan Ramadan sebagai permulaan untuk melakukan amal saleh dan kebaikan selamanya seizin Allah Swt, dan niat terbaik lainnya.
Persiapan yang ketiga, adalah membaca buku dan artikel ilmiah tentang Ramadan. Hal ini sangat penting agar Ramadan kita berkualitas. Misalkan membaca buku atau artikel yang menjelaskan tata cara berpuasa Ramadan, ibadah-ibadah sunnah yang dikerjakan di bulan Ramadan, dan seterusnya.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang berbahagia,
Adapun yang keempat yaitu mempersiapkan kesehatan fisik dan psikis agar dapat menjalankan ibadah di sepanjang Ramadan secara optimal. Terutama puasa dan amalan-amalan sunnah, seperti i'tikaf, shalat malam, shalat tarawih, dan amalan-amalan lainnya.
Persiapan yang kelima adalah mempersiapkan budget khusus untuk sedekah, infak, dan nafkah untuk keluarga selama Ramadan dengan niat meraih keutamaan Ramadan dari sisi menasarufkan harta pada jalan yang terbaik di bulan mulia, bulan Ramadan.
Hadits Rasulullah saw menyebutkan bahwa bersedekah di bulan Ramadan memiliki nilai yang sangat besar:
عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ
Artinya, "Dari Anas dikatakan, Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, Sedekah di bulan Ramadan". (HR At-Tirmidzi)
Hadirin jamaah shalat Jumat yang berbahagia,
Hal keenam yang perlu kita lakukan adalah mengucapkan tahniah atau selamat datang Ramadan kepada sesama Muslim. Hal ini sebagaimana Nabi Muhammad saw memberi kabar gembira kepada para sahabat atas datangnya bulan Ramadan. Rasulullah saw bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ مُبَارَكٌ، اُفْتُرِضَ عَلَيْكُمْ صِيَامُهُ، تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرُهَا فَقَدْ حُرِمَ
Artinya, "Sungguh telah datang kepada kalian bulan mulia. Diwajibkan kepada kalian puasanya, di dalamnya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada malam yang lebih baik daripada 1000 malam. Siapa saja yang terhalang dari kebaikannya, maka ia terhalang dari kebaikan." (HR Ahmad dan An-Nasai).
Yang terakhir yaitu membaca doa ketika melihat hilal Ramadan. Di antaranya adalah doa berikut:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ
Artinya, “Ya Allah, jadikanlah bulan Ramadhan ini ‘membawa’ keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman bagi kami. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk dan kebaikan.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).
Hadirin jamaah shalat Jumat yang berbahagia
Demikian khutbah singkat ini Alfaqir sampaikan, semoga menjadi tambahan semangat untuk kita semua dalam menyambut sekaligus mengisi bulan Ramadan dengan maksimal.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Contoh Khutbah 2
Mengutip dari laman lampung.nu.or.id, berikut adalah contoh khutbah Jumat menyambut Ramadan 2024 yang kedua.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Waktu terus mengalir dan tak terasa kita menghabiskan hampir separuh bulan Sya’ban. Bulan suci Ramadan pun kian dekat dan memberikan suasana batin tersendiri bagi masing-masing orang. Ada yang bergembira, apula yang biasa-biasa saja.
Umumnya, suasana “biasa saja” itu bukan karena sikap ingkar melainkan karena terlalu padatnya kehidupan seseorang dengan aktivitas duniawi sehingga menganggap perjalanan bulan Rajab, Sya’ban, dan kemudian Ramadan tak ubahnya rutinitas belaka.
Islam tidak menganjurkan demikian. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyebut adanya hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari-hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu.
Terkait siklus bulanan, Imam Al-Ghazali memasukkan bulan Sya’ban ke dalam kategori bulan-bulan utama (al-asyhur al-fadhilah) di samping Rajab, Dzulhijjah, dan Muharram. Ada hal yang istimewa dalam bulan Sya’ban. Ia menjadi jembatan menuju bulan yang paling diagung-agungkan.
Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,
Lantas, apa yang mesti dipersiapkan? Menjelang bulan puasa, kita jumpai pasar-pasar kian ramai, pusat-pusat perbelanjaan semakin menunjukkan gairahnya, hingga televisi pun menyesuaikan sajian tayangan kepada masyarakat yang mulai berubah semakin religius.
Untuk menghadapi ini semua, kita butuh persiapan. Tapi ini persiapan fisik dan material. Karena Ramadan memang membawa dampak material, juga bulan sesudahnya, yakni lebaran atau Syawal.
Akan tetapi, persiapan yang kita maksud sekarang adalah persiapan secara spiritual. Sebagai “jalan menuju puncak”, seyogianya Sya’ban menjadi momen bagi umat Islam untuk memperkuat mental, menata batin, dan membenahi perilaku untuk menyambut bulan puasa.
قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: ذاَكَ شَهْرٌ يَغْفَلُ النّاسُ عَنْهُ يَعْنِي بَيْنَ رَجَب ورَمَضَان وَهُوَ شَهْرٌ تَرْفَعُ اْلأَعْمَالُ فِيْه إِلَى رَبّ العالمين فَأُحِبُّ أَنْ يَرْفَعَ عَمَلِيْ وأنا صَائِمٌ
Artinya: Bulan itu (Sya‘ban) adalah bulan yang dilupakan manusia, berada di antara Rajab dan Ramadhan. Dan ia adalah bulan diangkatnya amal ibadah kepada Tuhan Pemilik Semesta Alam, maka aku (Nabi Muhammad) suka amal ibadahku diangkat ketika aku berpuasa (HR an-Nasa’i).
Istri Baginda Nabi, ‘Aisyah ra meriwayatkan, “Hanya di bulan Ramadan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban” (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad saw ialah puasa di bulan Sya’ban.”
Ini menandakan bahwa persiapan menyambut bulan Ramadhan yang diteladankan Rasulullah salah satu bentuknya adalah puasa. Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadan.
Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah
Bagi kebanyakan umat Islam, mungkin puasa masuk deretan yang terberat di antara ibadah-ibadah lainnya. Meski demikian, dalam puasalah, seorang hamba memperoleh pendidikan ruhani yang luar biasa.
Bukan semata dengan banyaknya ritual ibadah, melainkan pula meningkatnya kesadaran ketuhanan (ilahiyah) yang kemudian menjiwai seluruh gerak-gerik kita.
Contoh Khutbah 3
Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Kita akan menjumpai bulan Ramadan, bulan yang begitu mulia dan istimewa. Ramadan selalu ditunggu-tunggu kedatangannya oleh umat Islam. Kita pun tentu sangat berharap Allah swt memberikan kesempatan untuk bisa menapaki bulan yang nilainya lebih baik daripada 1000 bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Rasulullah saw mengajarkan kepada kita doa agar Allah swt memberikan panjang umur hingga bisa menjumpai bulan Ramadan:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya, “Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan bulan Ramadhan.”
Doa ini menegaskan kita betapa Rasulullah saw memandang bulan Ramadan ini sebagai bulan yang benar-benar istimewa, sehingga beliau berdoa secara khusus agar Allah memberikan kesempatan dalam menemui bulan Ramadhan.
Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Mari kita sambut bulan Ramadan dengan kesiapan yang matang. Mulai dari mempersiapkan niat dan tekad yang kuat untuk tidak menyia-nyiakannya, kesiapan fisik agar bisa berpuasa penuh di bulan Ramadan, hingga persiapan rohani kita.
Lalu apa bentuk dari persiapan rohani itu? Wujud kesiapan rohani adalah ikhtiar kita menyucikan diri dari segenap dosa yang dilakukan dengan cara bertobat yang sungguh-sungguh atau yang biasa kita kenal dengan taubatan nashuhah.
Demikian itu selaras dengan anjuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalm kitab al-Ghuniyah, agar umat Islam menyambut bulan Ramadan dengan menyucikan diri dari dosa dan bertobat dari kesalahan-kesalahan yang telah lampau.
Melakukan introspeksi diri, mengevaluasi perilaku-perilaku yang kurang pantas, lalu memohon ampun kepada Allah swt adalah satu tahapan rohani yang penting agar kita semua memasuki bulan suci dengan pribadi yang juga suci dan menghadang godaan-godaan yang bakal menghadang.
Berkah, sebab puasa kita mengandung manfaat kebaikan, baik pada diri kita sendiri maupun orang lain. Jangan sampai kita termasuk orang-orang tekun berpuasa tapi mendapat kritik dari Rasulullah saw:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ
Artinya, “Banyak orang yang berpuasa, namun ia tak mendapatkan apa pun dari puasanya selain rasa lapar saja.” (HR Imam Ahmad)
Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Demikian khutbah singkat pada siang hari ini. Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua. Amin.
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Demikian tiga contoh khutbah Jumat menyambut Ramadan 2024 yang penuh pelajaran dan pengingat bagi umat Muslim. (HEN)
Baca Juga: Mengapa Kita Harus Berpuasa pada Bulan Ramadan? Ini Penjelasannya
