Konten dari Pengguna

3 Contoh Puisi Santri Paling Sedih tentang Hidayah

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi santri paling sedih, Foto oleh Pok Rie dari Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Puisi santri paling sedih, Foto oleh Pok Rie dari Pexels

Kehidupan santri ketika menuntut ilmu di pesantren tak jarang akan melahirkan banyak pengalaman spiritual. Banyak juga kisah yang mereka tuangkan dalam sebuah untaian puisi santri paling sedih ataupun menyentuh hati.

Ketika nyantri, banyak sekali tema puisi yang bisa dibuat oleh para santri. Misalnya puisi santri menuntut ilmu, santri rindu orang tua, puisi untuk ustadz dan sebagainya. Jika kamu ingin tahu lebih jauh bagaimana puisi yang dibuat oleh para santri, simak terus tulisan kali ini ya.

3 Contoh Puisi Santri Paling Sedih tentang Hidayah

Berikut adalah 3 contoh puisi santri tentang hidayah dan agama Islam yang kami ambilkan dari buku Taman-taman Hidayah karya Khansa Kurnia.

1. Aku dan Hidayah

Aku adalah bunga yang layu ditinggal hujannya

Terus merapuh semangat pun luruh

Lalu Engkau menyiramiku dengan rintikan hidayah

Hingga bunga itu pun tumbuh lagi dengan indah

Aku adalah langit malam yang ditinggal purnamanya

Terus tenggelam dalam kelam

Lalu Engkau menyinariku dengan cahaya sunah

Hingga langit itu pun berhias cerah

Aku adalah musafir yang tersesat di tengah gersangnya sahara

Penuh dahaga menanti hujan turun segera

Lalu Engkau menemukanku

Memberikan mata air cinta

Hingga jiwa ini kembali menapaki jalan pulangnya

2. Taman-Taman Hidayah

Aku bagai dedaunan yang terbang tertiup angin

Pergi tanpa arah, tak tahu lagi ke mana harus melangkah

Kadang tertawan lelah, lalu goyah dan mulai patah

Namun Rabbku tak pernah lelah untuk memberiku

sebuah hidayah

Aku bagai ilalang yang hilang tertiup angin, perlahan

kering dan layu

Lalu Rabbku menemukanku, memberiku rintik hujan

Membuatku kembali tumbuh dan menghijau

Rintik hujan itu bernama hidayah

Aku laksana rembulan yang kehilangan purnamanya,

kelam dan suram

Lalu Rabbbku menyelamatkanku dengan cahaya terang

Hingga rembulan itu kini kembali cemerlang

Cahaya itu bernama hidayah Al Qur’an dan sunah

Hidayah itu, laksana hujan di tengah kemarau yang

panjang

Menghidupkan hati-hati yang hampir mati kekeringan

Laksana deburan ombak di lautan

Meluluhkan hati-hati yang keras bagai karang

Akulah dedaunan kering yang terbang tertiup angin

Lalu jatuh perlahan dalam taman-taman yang indah

Taman yang penuh kesejukan

Taman yang tanpa kegersangan

Aku menyebutnya taman-taman hidayah

3. Doaku

Doaku menyentuh pintu langit

lalu kembali lagi padaku

Aku tak tahu mengapa

Aku tak tahu kenapa

Mungkinkah ada yang haram

Hingga doaku seolah karam dan tenggelam

Mungkinkah ada dosa yang tak biasa

Atau penghalang yang membentang

Doaku naik ke angkasa

Lalu kembali lagi padaku

Aku tak tahu mengapa

Aku tak tahu kenapa

Apakah rabbku menyimpannya

Sebagai tabunganku di surga

Apakah rabbku mengabulkannya

Di suatu masa yang luar biasa

Di waktu yang tepat

Di tempat yang hebat

Adakah Rabbku ingin selalu mendengar

Rengek pintaku dalam lautan istighfar

Adakah Rabbku ingin melihatku bersabar

Bersabar dalam doa dan ikhtiar

Doaku naik ke langit

Namun seolah kembali lagi padaku

Aku tak paham kenapa

Aku tak paham mengapa

Mungkinkah yang segera

Ataukah yang ditunda

Mungkinkah yang terkabul

Ataukah yang tak terkabul

Demikian tadi tiga contoh puisi santri sedih tentang mendapatakan hidayah ataupun puisi santri ngaji sunah dan hijrah. Semoga bisa menginspirasimu ya.(NOV)